BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Gangguan distribusi air bersih yang sempat dialami ribuan pelanggan PUDAM Tirta Serayu Banjarnegara selama hampir sepekan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Setelah proses perbaikan pipa transmisi utama yang rusak akibat longsor di kawasan Jembatan Singomerto selesai dilakukan, pasokan air kini kembali mengalir secara bertahap ke sejumlah wilayah, terutama kawasan perkotaan.
Perbaikan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama beberapa hari terakhir harus menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.
Meski distribusi mulai berjalan, PUDAM Tirta Serayu Banjarnegara masih melakukan proses normalisasi jaringan agar seluruh pelanggan, termasuk yang berada di daerah dengan elevasi lebih tinggi, dapat kembali menikmati layanan secara optimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PUDAM Tirta Serayu Banjarnegara, Fauzan S STP, menjelaskan bahwa proses penyambungan pipa transmisi telah selesai dikerjakan.
Setelah pekerjaan rampung, petugas langsung melakukan pengisian jaringan distribusi sebagai tahap awal pemulihan layanan.
“Penyambungan sudah jadi. Ini sudah mulai mengalir. Wilayah kota sudah mengalir ke pelanggan,” ujar Fauzan, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, proses pemulihan distribusi air tidak dapat dilakukan secara instan.
Setelah jaringan utama terisi penuh, PUDAM masih harus melakukan pengaturan tekanan air dan debit distribusi agar aliran dapat menjangkau seluruh wilayah layanan secara merata.
“Sore ini masih kita lepas untuk pengisian jaringan. Besok pagi baru ada penyetingan agar daerah tinggi bisa kejatah air,” jelasnya.
PUDAM Tirta Serayu berharap proses normalisasi dapat berjalan sesuai rencana sehingga seluruh pelanggan kembali memperoleh pasokan air bersih dalam waktu dekat tanpa kendala berarti.
Kerusakan jaringan yang menyebabkan gangguan distribusi terjadi setelah longsor melanda kawasan Jembatan Singomerto.
Material longsor berdampak pada pipa jaringan distribusi utama (JDU) berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) berdiameter DN 250 dan DN 300 milimeter.
Saat proses pembersihan material longsor dan pengerukan talut berlangsung, pipa yang sebelumnya menggantung ikut tertarik sehingga mengalami retak hingga pecah.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan perbaikan menjadi jauh lebih rumit dibandingkan perkiraan awal karena menyangkut jaringan utama yang memasok air ke ribuan pelanggan.
Untuk memastikan kualitas perbaikan, PUDAM Tirta Serayu Banjarnegara mendatangkan tenaga ahli beserta peralatan pengelasan khusus dari Cilacap.
Langkah tersebut dilakukan agar sambungan pipa mampu menahan tekanan air dalam jangka panjang dan meminimalkan risiko kerusakan kembali.
Selama proses perbaikan berlangsung, petugas juga harus mengosongkan reservoir utama dan mengeringkan jaringan distribusi secara bertahap.
Tahapan tersebut diperlukan agar pekerjaan pengelasan dapat dilakukan dengan aman sekaligus mengurangi risiko longsor susulan di sekitar lokasi perbaikan.
Di tengah proses pemulihan jaringan, PUDAM Tirta Serayu tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mengoperasikan armada mobil tangki air bersih.
Distribusi air dilakukan ke berbagai wilayah yang mengalami gangguan paling parah, khususnya kawasan perkotaan yang pasokan airnya sempat terhenti selama beberapa hari.
Layanan distribusi menggunakan mobil tangki menjadi solusi sementara agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga jaringan perpipaan kembali berfungsi normal.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk komitmen PUDAM dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan meskipun menghadapi kendala akibat bencana alam.
Dengan selesainya perbaikan pipa transmisi utama, masyarakat kini diharapkan segera kembali memperoleh layanan air bersih secara normal.
PUDAM Tirta Serayu Banjarnegara juga mengimbau pelanggan untuk bersabar apabila aliran air di beberapa wilayah belum sepenuhnya stabil karena proses pengaturan tekanan dan pengisian jaringan masih berlangsung secara bertahap.
Normalisasi distribusi air ini diharapkan dapat segera mengakhiri dampak gangguan yang dirasakan ribuan pelanggan sekaligus memastikan pelayanan air bersih kembali berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara. (jud/stch/dda)
















