Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Cilacap Salurkan 833 Ribu Liter Air Bersih, 20.498 Jiwa Terdampak Kekeringan

22 Desa Krisis Air Bersih22 Desa Krisis Air Bersih
DROPING : Petugas BPBD Cilacap saat menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Karangpucung dan Gandrungmangu

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Hingga akhir Juli 2026, ribuan warga mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke daerah terdampak.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap hingga Kamis (30/7/2026), total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 833.000 liter atau setara dengan 163 tangki air.

Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang mengalami krisis air akibat berkurangnya sumber mata air selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai laporan kebutuhan yang diterima dari pemerintah desa di wilayah terdampak.

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 450.000 liter air bersih atau sekitar 90 tangki berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap.

Sementara itu, 383.000 liter atau 73 tangki lainnya merupakan bantuan dari berbagai perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut BPBD, bantuan tersebut telah menjangkau 6.519 kepala keluarga (KK) atau sekitar 20.498 jiwa yang tersebar di 22 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Penyaluran air bersih masih terus dilakukan mengingat sejumlah wilayah belum mendapatkan pasokan air yang cukup.

Pada distribusi terakhir yang dilakukan Kamis (30/7), BPBD kembali mengirimkan 12 tangki air bersih ke 9 desa di 7 kecamatan yang masih mengalami krisis air.

BPBD memastikan distribusi dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat agar bantuan dapat diterima secara merata.

Koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan untuk memastikan lokasi yang mengalami kekeringan mendapatkan prioritas penanganan.

Selain memanfaatkan anggaran pemerintah daerah, BPBD juga mengapresiasi dukungan berbagai perusahaan yang ikut membantu melalui program CSR.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan distribusi air bersih sehingga semakin banyak warga yang dapat terbantu selama musim kemarau berlangsung.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan dampak kekeringan.

Dengan tambahan armada dan pasokan air dari program CSR, proses distribusi dapat dilakukan lebih cepat ke wilayah yang membutuhkan.

BPBD Kabupaten Cilacap juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana dan menghemat pemakaian selama musim kemarau masih berlangsung.

Penggunaan air yang efisien diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasokan air kembali normal.

Bagi warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, BPBD meminta agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau langsung kepada BPBD Kabupaten Cilacap.

Laporan tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas penyaluran bantuan berikutnya.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi kekeringan di berbagai wilayah.

Apabila jumlah desa terdampak terus bertambah, BPBD memastikan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan dengan dukungan APBD maupun bantuan CSR agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau 2026. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Razia, Satpol PP Sita Ribuan Rokok Ilegal

Satpol PP Kebumen Sita 4.600 Batang Rokok Ilegal dari Perusahaan Ekspedisi

Berita Selanjutnya
Legenda AC Milan Tutup Usia

Legenda AC Milan Franco Baresi Tutup Usia, Ini Rekor dan Deretan Gelar Sang Ikon Rossoneri