Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Mikha Tambayong Pamer Jersey Bertanda Tangan Pemain Chelsea Usai Saksikan Laga di GBK
Pemkab Banjarnegara Siapkan Bantuan RTLH 20 Juta untuk Veteran dan Warakawuri

Pemkab Banjarnegara Siapkan Bantuan RTLH 20 Juta untuk Veteran dan Warakawuri

178 Veteran dan Warakawuri Masih "Berjuang"178 Veteran dan Warakawuri Masih "Berjuang"
PARA VETERAN: Perayaan tasyakuran Hari Veteran Nasional 2026 yang digelar Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjarnegara, di Pendapa Dipayudha Adigraha

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyiapkan sejumlah dukungan bagi para veteran dan warakawuri yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Banjarnegara.

Bantuan tersebut mencakup fasilitas pemakaman hingga rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Saat ini terdapat 178 anggota yang masih berada dalam naungan LVRI Kabupaten Banjarnegara.

Dari jumlah tersebut, 71 orang merupakan veteran dari berbagai penugasan, sedangkan 107 lainnya merupakan warakawuri.

Kondisi tersebut disampaikan dalam tasyakuran Hari Veteran Nasional 2026 yang digelar Markas Cabang LVRI Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha, Selasa (11/8/2026).

Ketua LVRI Kabupaten Banjarnegara Ismail mengatakan, para veteran yang tergabung dalam organisasi tersebut memiliki latar belakang penugasan yang beragam.

Di antaranya veteran PKRI, Trikora, Dwikora, Seroja, hingga mereka yang pernah mengikuti misi perdamaian.

“Usia boleh menua, tapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa,” kata Ismail.

Seiring bertambahnya usia para veteran, sejumlah kebutuhan juga masih perlu mendapat perhatian.

Salah satunya berkaitan dengan fasilitas pemakaman bagi veteran yang meninggal dunia.

LVRI Kabupaten Banjarnegara menyampaikan kebutuhan fasilitas pemakaman bagi anggota yang nantinya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sureng Yudha.

Selain itu, organisasi veteran juga masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan organisasi.

Kebutuhan tersebut mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Banjarnegara Sila Satriana meminta organisasi perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan LVRI.

Pemkab Banjarnegara berkomitmen memfasilitasi sejumlah kebutuhan tersebut, termasuk dukungan terhadap fasilitas pemakaman di TMP Sureng Yudha.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan dukungan berupa kendaraan jenazah atau ambulans untuk membantu kebutuhan para veteran.

“Jika kita sebagai generasi muda tidak peduli, tidak ngopeni, dan tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari perjuangan mereka, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang zalim,” ujar Sila yang mewakili Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.

Perhatian Pemkab Banjarnegara tidak hanya diarahkan pada fasilitas pemakaman.

Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi veteran maupun keluarga veteran yang membutuhkan.

Nilai bantuan tersebut mencapai Rp20 juta. Program tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi rumah anggota LVRI atau keluarganya yang masih membutuhkan perbaikan.

Bantuan RTLH menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan kondisi tempat tinggal para veteran dan keluarganya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan anggota LVRI yang telah berusia lanjut.

Dengan adanya bantuan tersebut, pemerintah daerah dapat membantu veteran maupun keluarga warakawuri yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperbaiki tempat tinggal.

Selain memberikan dukungan dalam bentuk bantuan dan fasilitas, Pemkab Banjarnegara juga mendorong agar pengalaman para veteran yang masih hidup didokumentasikan.

Cerita mengenai perjuangan dan pengalaman veteran dinilai memiliki nilai sejarah yang penting bagi generasi mendatang.

Karena itu, kesaksian para veteran akan didorong untuk direkam dalam bentuk visual maupun digital.

Dokumentasi tersebut nantinya dapat menjadi arsip sejarah yang bisa dipelajari oleh generasi berikutnya.

Pengalaman langsung para veteran dinilai menjadi sumber penting untuk memahami perjalanan perjuangan bangsa.

Langkah dokumentasi juga diharapkan dapat menjaga cerita perjuangan agar tidak hilang seiring bertambahnya usia para veteran.

Ketua Panitia Hari Veteran Nasional 2026, Iman Ustaat mengatakan, peringatan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi ziarah dan tabur bunga di TMP Sureng Yudha, tasyakuran, serta pemberian tali asih kepada anggota LVRI dan warakawuri.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para veteran sekaligus memperkuat perhatian terhadap kondisi mereka.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA).

Selain itu, kegiatan juga didukung melalui swadaya anggota LVRI.

Dengan masih adanya 178 anggota yang terdiri dari veteran dan warakawuri, perhatian terhadap kesejahteraan mereka dinilai tetap penting.

Dukungan berupa fasilitas pemakaman, bantuan RTLH, sarana organisasi, hingga dokumentasi sejarah menjadi bagian dari upaya menjaga penghormatan terhadap jasa para veteran di Banjarnegara.

Melalui berbagai dukungan tersebut, nilai perjuangan para veteran diharapkan tidak hanya dikenang dalam peringatan Hari Veteran Nasional, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan mereka. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Mikha Tambayong Pamer Foto Bareng Pemain Chelsea

Mikha Tambayong Pamer Jersey Bertanda Tangan Pemain Chelsea Usai Saksikan Laga di GBK