Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penyuluh Agama Kemenag Kebumen Dampingi Petani, Dorong Ekonomi Umat Lebih Mandiri

Kemenag Dorong Penyuluh Agama Dampingi PetaniKemenag Dorong Penyuluh Agama Dampingi Petani
PENDAMPINGAN: Penyuluh Agama Islam, Amin Winardi memberikan pendampingan kepada kelompok tani di Kecamatan Klirong, Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peran Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Kebumen kini terus diperluas.

Tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan di masjid, musala, atau majelis taklim, para penyuluh juga didorong untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk bidang ekonomi dan pertanian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi umat.

Salah satunya diwujudkan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Klirong, Amin Winardi Sosfil I, yang aktif melakukan pendampingan kepada kelompok tani di wilayah binaannya.

Pendampingan kepada petani tersebut menjadi bentuk nyata dari arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H Anif Solikhin.

Ia sebelumnya meminta agar Penyuluh Agama Islam tidak hanya berfokus pada persoalan keagamaan, tetapi juga ikut membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan ekonomi.

Amin Winardi mengatakan, kehadiran penyuluh di tengah masyarakat perlu dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, petani merupakan bagian penting dari masyarakat yang membutuhkan dukungan, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha pertanian.

“Penyuluh Agama harus hadir di tengah umat tidak hanya saat ada masalah keagamaan, tetapi juga saat umat berjuang menguatkan ekonominya. Petani adalah bagian penting dari umat yang perlu kita dampingi agar tetap semangat, optimis, dan berkah dalam ikhtiarnya,” ujar Amin Winardi saat ditemui di sela kegiatan pendampingan petani di Kebumen, Senin (31/8).

Dalam kegiatan tersebut, pendampingan tidak hanya diarahkan pada persoalan teknis pertanian.

Amin juga memberikan motivasi kepada para petani agar tetap memiliki semangat dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat.

Karena itu, petani perlu mendapatkan dukungan secara berkelanjutan agar mampu menghadapi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi hasil usaha mereka.

Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan adalah memberikan penguatan mental dan spiritual.

Para petani diajak untuk menerapkan nilai-nilai kejujuran, kebersamaan, rasa syukur, serta semangat bekerja dalam mengelola lahan pertanian.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi petani dalam menghadapi kondisi yang tidak selalu mudah.

Tantangan seperti perubahan cuaca, kondisi lahan, hingga fluktuasi harga hasil panen dapat memengaruhi keberlangsungan usaha pertanian.

Amin juga mendorong para petani agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.

Menurutnya, usaha meningkatkan kesejahteraan membutuhkan proses, ketekunan, dan semangat untuk terus berusaha.

Pendampingan ini sekaligus menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat.

Penyuluh agama tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan spiritual, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H Anif Solikhin sebelumnya menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Peran tersebut dinilai penting agar keberadaan penyuluh memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Saya meminta para Penyuluh Agama Islam tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga ikut mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Baik melalui UMKM, pertanian, peternakan, maupun ekonomi kreatif. Ketika ekonomi umat kuat, maka kehidupan keagamaan juga akan semakin kuat,” pesan H Anif Solikhin.

Menurut Anif, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Masyarakat yang memiliki kemandirian ekonomi diharapkan juga semakin mampu menjalankan kehidupan secara produktif dan berkelanjutan.

Karena itu, Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat melihat berbagai persoalan masyarakat secara lebih luas.

Pendampingan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Di Kecamatan Klirong, pendampingan terhadap kelompok tani menjadi salah satu contoh penerapan arahan tersebut.

Amin berupaya membangun komunikasi dengan petani sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap optimistis dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara penyuluh dan masyarakat.

Kehadiran penyuluh secara langsung di tengah kelompok tani memungkinkan komunikasi berlangsung lebih dekat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara langsung.

Dengan pendekatan tersebut, peran Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin luas.

Tidak hanya menjadi pendamping dalam persoalan ibadah dan kehidupan keagamaan, penyuluh juga dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.

Pendampingan petani di Kebumen menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan ekonomi umat yang lebih kuat.

Melalui motivasi, penguatan mental spiritual, serta dorongan untuk mengembangkan potensi pertanian, masyarakat diharapkan mampu menghadapi tantangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi umat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan.

Ketika sektor pertanian, UMKM, peternakan, dan ekonomi kreatif mendapatkan perhatian bersama, peluang masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan juga semakin terbuka. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Diskon Layanan E Commerce Belum Jalan

Diskon 50 Persen Biaya Layanan E-Commerce untuk UMKM Belum Berlaku, Ini Penyebabnya

Berita Selanjutnya
Lenovo Idea Tab Plus

Lenovo Idea Tab Plus Resmi Meluncur, Baterai 10.200 mAh Harga 6 Jutaan