BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara mulai mengintensifkan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Dengan waktu pertandingan yang tersisa sekitar dua bulan, KONI Banjarnegara melakukan monitoring langsung terhadap perkembangan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh atlet yang akan memperkuat kontingen Banjarnegara berada dalam kondisi terbaik sebelum menghadapi pertandingan.
Selain memantau perkembangan latihan, KONI juga ingin mengetahui berbagai kendala yang masih dihadapi atlet dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan monitoring menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Porprov Jateng 2026.
Menurutnya, evaluasi secara langsung diperlukan agar KONI mendapatkan gambaran nyata mengenai perkembangan atlet.
“Monitoring ini penting untuk melihat progres dan perkembangan atlet. Kami ingin memastikan persiapan mereka berjalan maksimal menjelang Porprov,” ujar Nurohman, Minggu (30/8/2026).
Nurohman menjelaskan, KONI tidak ingin hanya mengandalkan laporan yang disampaikan masing-masing cabang olahraga.
Dengan turun langsung ke lapangan, tim monitoring dapat melihat kondisi latihan sekaligus mengevaluasi kesiapan atlet.
Pemantauan juga dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kendala yang berpotensi mengganggu persiapan atlet menjelang pertandingan.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana perkembangan latihan atlet, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang harus segera diperbaiki sebelum pertandingan,” katanya.
Waktu persiapan yang semakin terbatas membuat evaluasi menjadi semakin penting.
Setiap cabor harus mampu memaksimalkan waktu yang tersedia sebelum para atlet bertanding di ajang olahraga tingkat Jawa Tengah tersebut.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung di wilayah Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026.
Banjarnegara memasang target cukup tinggi, yakni mampu menembus posisi tujuh besar klasemen akhir.
Target masuk tujuh besar bukan pekerjaan mudah. Banjarnegara harus bersaing dengan berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang juga mempersiapkan atlet terbaiknya.
Untuk mengejar target tersebut, KONI Banjarnegara telah membentuk tim monitoring.
Tim ini bertugas memantau kesiapan cabang olahraga yang berhasil lolos dan akan tampil pada Porprov XVII Jawa Tengah.
Setiap cabor diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
KONI tidak ingin target prestasi hanya bertumpu pada satu atau dua cabang olahraga.
“Target tujuh besar ini tentu harus diperjuangkan bersama. Semua cabang olahraga yang lolos Porprov harus berusaha maksimal,” kata Nurohman.
Menurutnya, kekuatan kontingen Banjarnegara akan sangat bergantung pada kemampuan setiap cabor dalam meraih hasil terbaik.
Karena itu, pembinaan dan persiapan atlet harus dilakukan secara menyeluruh hingga menjelang hari pertandingan.
Salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian dalam monitoring KONI Banjarnegara adalah dayung.
Para atlet terus menjalani latihan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga kondisi fisik menjelang Porprov.
Latihan di kawasan Bendungan Panglima Besar Soedirman menjadi bagian dari program persiapan atlet.
Intensitas latihan terus dijaga agar atlet memiliki kesiapan fisik dan teknik ketika menghadapi persaingan di Porprov.
Selain dayung, KONI Banjarnegara juga memantau sejumlah cabor yang selama ini menjadi andalan daerah.
Beberapa di antaranya adalah arung jeram, pencak silat, renang, selam, atletik, dan sepatu roda.
Cabor-cabor tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi medali bagi kontingen Banjarnegara.
“Kami berharap cabor-cabor yang menjadi andalan bisa memberikan hasil maksimal dan menyumbang medali untuk Banjarnegara,” harap Nurohman.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 juga menjadi momentum penting untuk melihat hasil pembinaan olahraga yang selama ini dilakukan di Kabupaten Banjarnegara.
Keberhasilan mencapai target tujuh besar tidak hanya ditentukan oleh kondisi atlet ketika pertandingan berlangsung.
Program latihan, kesiapan mental, kondisi fisik, strategi pertandingan, hingga dukungan terhadap kebutuhan atlet juga menjadi faktor penting.
Karena itu, KONI Banjarnegara berupaya memastikan berbagai aspek tersebut dipersiapkan sebelum kompetisi dimulai.
Monitoring yang dilakukan dalam waktu sekitar dua bulan sebelum Porprov diharapkan dapat menemukan persoalan lebih awal.
Dengan demikian, masih tersedia waktu untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan dalam persiapan.
Bagi atlet, periode menjelang pertandingan merupakan fase penting untuk menjaga konsistensi latihan.
Beban latihan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabor agar atlet dapat mencapai kondisi terbaik ketika memasuki arena pertandingan.
Persaingan pada Porprov Jateng 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Setiap daerah akan membawa atlet terbaik untuk memperebutkan medali dan memperbaiki posisi pada klasemen akhir.
KONI Banjarnegara menyadari target tujuh besar membutuhkan kerja bersama seluruh elemen olahraga.
Tidak hanya atlet dan pelatih, pengurus cabor juga memiliki peran dalam memastikan program persiapan berjalan sesuai rencana.
Dengan monitoring secara langsung, KONI berharap perkembangan atlet dapat terus terpantau hingga menjelang keberangkatan ke Porprov.
Pada akhirnya, target tujuh besar Porprov Jateng 2026 menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kontingen Banjarnegara.
Sejumlah cabor andalan diharapkan mampu menjadi sumber medali, sementara cabor lainnya juga dituntut memberikan hasil maksimal.
Dengan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung 25–31 Oktober 2026, waktu persiapan kini semakin terbatas.
KONI Banjarnegara pun terus mendorong seluruh atlet untuk memanfaatkan setiap kesempatan latihan agar dapat tampil optimal dan membawa prestasi bagi daerah. (jud/stch/dda)
















