BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Musim kemarau panjang membuat saluran irigasi yang bersumber dari Daerah Irigasi Bendung Pacekelan di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh untuk melakukan perbaikan sekaligus pembersihan jaringan irigasi.
Penanganan dilakukan saat saluran dalam kondisi mengering. Kondisi tersebut dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan karena petugas dapat lebih leluasa memperbaiki bagian jaringan yang mengalami kerusakan serta mengangkat endapan yang selama ini mengganggu aliran air.
Mantri Pengairan UPTD PU Wilayah Sumpiuh, Lusino, mengatakan salah satu bagian jaringan irigasi yang mengalami masalah berada di area daun pintu bagi.
Bagian tersebut mengalami kebocoran akibat usia bangunan yang sudah cukup lama.
Kebocoran pada pintu bagi tersebut selama ini berpotensi mengganggu kelancaran distribusi air menuju lahan pertanian.
Karena itu, perbaikan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum pasokan air kembali tersedia.
“Area daun pintu bagi yang bocor dilakukan penambalan supaya nanti air kembali mengalir lancar ke areal persawahan seluas 17 hektare di Desa Gumelar Lor,” kata Lusino, Senin (31/8/2026).
Penambalan dilakukan pada bagian konstruksi yang mengalami kebocoran.
Perbaikan tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan air sekaligus memastikan aliran menuju areal persawahan dapat berlangsung lebih optimal ketika jaringan kembali mendapatkan pasokan.
Selain memperbaiki daun pintu bagi, UPTD PU Wilayah Sumpiuh juga melakukan pengangkatan sedimentasi yang menumpuk di dalam saluran irigasi.
Endapan sedimentasi membuat dasar saluran mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas saluran sekaligus menghambat kelancaran aliran air menuju areal persawahan.
Karena itu, pembersihan sedimentasi menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan fungsi jaringan irigasi.
Material yang menumpuk di saluran tidak semuanya mudah diangkat. Sebagian sedimen telah mengeras sehingga petugas membutuhkan waktu untuk membersihkannya secara menyeluruh.
“Persiapan untuk musim tanam berikutnya di Desa Gumelar Lor, sedimen sudah teratasi,” imbuh Lusino di lokasi.
Pembersihan sedimentasi dilakukan secara bertahap dan masih berlanjut hingga Selasa (1/9).
Petugas berupaya memastikan endapan yang mengganggu aliran dapat diangkat sehingga saluran memiliki kapasitas yang lebih baik ketika kembali dialiri air.
Perbaikan jaringan irigasi dilakukan bukan hanya untuk mengatasi kondisi saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi musim tanam berikutnya.
Dengan saluran yang telah dibersihkan dari sedimentasi dan bagian pintu bagi yang mengalami kebocoran sudah ditambal, jaringan irigasi diharapkan lebih siap ketika pasokan air kembali tersedia.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari antisipasi menghadapi musim penghujan.
Ketika debit air meningkat dan kebutuhan pengairan sawah kembali berjalan, jaringan yang telah diperbaiki diharapkan dapat berfungsi secara maksimal.
Areal persawahan seluas sekitar 17 hektare di Desa Gumelar Lor menjadi salah satu wilayah yang bergantung pada kelancaran jaringan irigasi tersebut.
Perbaikan saluran menjadi penting karena ketersediaan air memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas pertanian.
Gangguan pada jaringan pengairan dapat memengaruhi distribusi air ke lahan, terutama ketika petani memasuki masa tanam.
UPTD PU Wilayah Sumpiuh pun memanfaatkan momentum ketika saluran mengering untuk melakukan pekerjaan yang sulit dilakukan ketika aliran air masih tinggi.
Selain pembersihan sedimen dan penambalan daun pintu bagi, kondisi jaringan juga menjadi perhatian agar berbagai potensi gangguan dapat ditangani sebelum musim tanam berlangsung.
Pembersihan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi petani di Desa Gumelar Lor.
Ketika pasokan air kembali tersedia, aliran di saluran diharapkan dapat berjalan lebih lancar tanpa terganggu oleh endapan maupun kebocoran pada bagian pintu bagi.
Penanganan jaringan irigasi juga menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi infrastruktur pengairan pertanian di tengah kondisi cuaca yang masih dipengaruhi musim kemarau panjang.
Dengan perbaikan yang dilakukan sejak saluran mengering, pemerintah berharap jaringan irigasi Bendung Pacekelan dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung kebutuhan pengairan sawah pada musim tanam mendatang. (fij/stch/dda)














