BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kebumen menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Serbaguna MAN 1 Kebumen, Sabtu (29/8).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Memperkuat Cinta kepada Bangsa dan Negara.”
Peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Kebumen tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai akhlak, memperkuat karakter peserta didik, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Kegiatan dikemas dengan memadukan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya lokal Jawa.
Pendekatan tersebut membuat penyampaian pesan keagamaan berlangsung lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan para siswa.
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian sirah nabawiyah oleh Ki Dalang Ahmad Hanafi dari Langenrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.
Sirah Nabi Muhammad SAW disampaikan melalui pertunjukan wayang kulit dan wayang golek yang diiringi alunan tembang Jawa dari para sinden.
Ki Dalang Ahmad Hanafi menyampaikan kisah dan silsilah Kanjeng Nabi Muhammad SAW dengan cara yang berbeda.
Alih-alih hanya menggunakan metode ceramah, materi keagamaan dikemas dalam bentuk pertunjukan seni tradisional.
Tokoh-tokoh pewayangan digunakan untuk menyampaikan pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
Salah satu tokoh yang menjadi bagian penting dalam penyampaian pesan tersebut adalah punakawan Semar.
Melalui karakter Semar, Ki Dalang Ahmad Hanafi menyampaikan pesan mengenai bagaimana manusia seharusnya mengisi kehidupannya selama berada di bumi.
Kehidupan perlu diisi dengan ibadah sekaligus berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi sesama.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya njumenengaken atau menegakkan ibadah serta meramaikan bumi dengan berbagai hal yang bermanfaat.
“Menjadi orang baik itu mudah, tetapi yang paling sulit dan penuh tantangan adalah menjaga keistiqomahan dalam kebaikan tersebut,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang diharapkan dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kebaikan tidak cukup hanya dilakukan sesekali, tetapi membutuhkan konsistensi dan keistiqamahan.
Pagelaran wayang dalam peringatan Maulid Nabi di MAN 1 Kebumen menjadi contoh bagaimana seni dan budaya tradisional dapat digunakan sebagai media pendidikan karakter.
Wayang kulit dan wayang golek yang dipadukan dengan tembang Jawa membuat suasana kegiatan lebih menarik.
Para siswa dan guru dapat mengikuti pesan-pesan keagamaan sekaligus menikmati pertunjukan seni yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Jawa.
Kolaborasi tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, seni tradisional tetap dapat menjadi media penyampaian nilai moral apabila dikemas dengan pendekatan yang sesuai.
Melalui pertunjukan tersebut, pesan mengenai akhlakul karimah, keteladanan Rasulullah SAW, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air disampaikan secara lebih hangat.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema Maulid Nabi yang diangkat MAN 1 Kebumen.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah SWT, tetapi juga mencakup bagaimana seseorang berinteraksi dengan sesama dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Kebumen juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.
Pembentukan karakter, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Pesan tentang keistiqamahan dalam berbuat baik menjadi salah satu nilai yang relevan bagi para pelajar.
Siswa tidak hanya diharapkan mampu memahami nilai kebaikan, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan kesenian tradisional sebagai media penyampaian pesan juga memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik.
Mereka dapat belajar mengenai sejarah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenal budaya Jawa.
Antusiasme siswa dan guru menunjukkan bahwa pendekatan seni budaya dapat menjadi media alternatif untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan.
Pertunjukan wayang membuat materi yang disampaikan lebih hidup dan memberikan suasana berbeda dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi.
Tema yang diangkat MAN 1 Kebumen juga menempatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memiliki sikap jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan.
Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Para siswa diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga mempunyai rasa nasionalisme dan kepedulian terhadap Indonesia.
Perpaduan antara nilai Islam dan budaya Jawa dalam kegiatan Maulid Nabi juga memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.
Bagi MAN 1 Kebumen, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Pagelaran wayang yang dibawakan Ki Dalang Ahmad Hanafi menjadi salah satu bagian yang membuat peringatan Maulid Nabi tahun ini berbeda.
Kisah Nabi Muhammad SAW disampaikan melalui seni tradisional yang akrab dengan budaya masyarakat Jawa.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Kebumen bukan sekadar acara tahunan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh warga madrasah untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah SAW, memperkuat akhlak, menjaga konsistensi dalam kebaikan, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.
Melalui pendekatan budaya yang kreatif, pesan-pesan tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.(mam/stch/dda)
















