Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Elena Rybakina Berpeluang Geser Aryna Sabalenka dari No. 1 WTA di US Open 2026
59 Atlet Madrasah Purbalingga Siap Berlaga di POPDA Jawa Tengah 2026

59 Atlet Madrasah Purbalingga Siap Berlaga di POPDA Jawa Tengah 2026

59 Atlet Madrasah Dilepas ke POPDA Jateng59 Atlet Madrasah Dilepas ke POPDA Jateng
POPDA: Kemenag Purbalingga melepas 59 atlet madrasah mengikuti POPDA Jateng dan satu siswa mengikuti OSN tingkat nasional, Senin (31/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga melepas 59 atlet madrasah untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.

Selain mengirim kontingen olahraga, Kemenag Purbalingga juga memberangkatkan satu siswa MAN Purbalingga untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang Kimia.

Pelepasan kontingen tersebut dilakukan dalam apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga, Senin (31/8/2026).

Para atlet berasal dari berbagai jenjang madrasah yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Purbalingga Sudiono mengatakan, dari total 59 atlet yang dilepas, sebanyak 23 atlet berasal dari MAN Purbalingga.

Sementara 36 atlet lainnya merupakan siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Selain kontingen POPDA, terdapat pula satu siswa MAN Purbalingga yang berhasil mewakili daerah dalam OSN tingkat nasional bidang Kimia.

Keikutsertaan siswa dalam dua ajang tersebut menjadi salah satu bukti bahwa prestasi madrasah tidak hanya berkembang dalam bidang akademik dan keagamaan.

Para siswa juga mampu menunjukkan kemampuan di bidang olahraga serta kompetisi sains tingkat nasional.

Sudiono mengapresiasi capaian para siswa yang berhasil lolos hingga kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.

Menurutnya, kesempatan mengikuti ajang tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan siswa, guru, orang tua, serta madrasah.

Ia meminta para atlet yang akan berlaga di POPDA Jawa Tengah 2026 menjaga kesehatan dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan.

“Kesempatan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin latihan, dan dukungan para guru maupun orang tua. Berikan penampilan terbaik dan semoga mampu meraih prestasi yang mengharumkan nama daerah,” ujar Sudiono.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat para atlet akan menghadapi persaingan dengan siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Persiapan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemampuan teknis menjadi faktor yang akan menentukan penampilan masing-masing atlet.

Kemenag Purbalingga berharap para siswa tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dari kompetisi tingkat provinsi.

Ajang POPDA dapat menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan olahraga yang dilakukan di lingkungan madrasah.

Keikutsertaan 59 atlet dalam POPDA Jateng 2026 juga menunjukkan besarnya potensi siswa madrasah di Kabupaten Purbalingga dalam bidang olahraga.

Selama ini, madrasah kerap identik dengan pendidikan akademik dan pembelajaran keagamaan.

Namun, prestasi para siswa dalam berbagai bidang menunjukkan bahwa pengembangan potensi peserta didik dapat dilakukan secara lebih luas.

Sudiono menilai capaian tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan beragam.

Siswa tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga maupun sains.

Menurutnya, keberhasilan siswa menembus kompetisi tingkat provinsi dan nasional harus menjadi motivasi bagi madrasah lainnya.

Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat melahirkan semakin banyak siswa berprestasi dari Kabupaten Purbalingga.

Selain mengirim atlet ke POPDA Jateng, Kemenag Purbalingga juga memberikan perhatian terhadap prestasi akademik.

Satu siswa MAN Purbalingga berhasil lolos untuk mengikuti OSN tingkat nasional bidang Kimia.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena kompetisi tingkat nasional mempertemukan siswa-siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan siswa di madrasah dapat berjalan secara seimbang.

Prestasi olahraga dan sains sama-sama mendapatkan ruang untuk berkembang.

Kemenag Purbalingga pun mendorong seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

Para atlet diharapkan tampil maksimal di POPDA Jawa Tengah, sedangkan peserta OSN diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tingkat nasional.

Dengan dikirimnya 59 atlet madrasah ke POPDA Jateng 2026 dan satu siswa ke OSN nasional, Purbalingga memiliki peluang untuk kembali menambah daftar prestasi siswa di tingkat yang lebih tinggi.

Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus memperkuat pembinaan olahraga, sains, dan berbagai potensi siswa lainnya. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rybakina Kejar Takhta WTA

Elena Rybakina Berpeluang Geser Aryna Sabalenka dari No. 1 WTA di US Open 2026