Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Polres Purbalingga Luncurkan Warkop Ojol Kamtibmas, Jadi Ruang Komunikasi Pengemudi dan Polisi
Petani Karanggintung Cilacap Gunakan Metode Tabela untuk Tekan Biaya Produksi Padi

Petani Karanggintung Cilacap Gunakan Metode Tabela untuk Tekan Biaya Produksi Padi

Petani Karanggintung Gunakan Metode TabelaPetani Karanggintung Gunakan Metode Tabela
INOVASI : Petani di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, menggunakan metode tanam benih langsung (tabela)

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Petani di Desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, mulai menerapkan metode tanam benih langsung atau Tabela sebagai upaya menekan biaya produksi padi.

Metode tersebut diterapkan Kelompok Tani (Poktan) Karya Mantep pada Musim Tanam (MT) III.

Penerapan metode Tabela dilakukan di lahan sawah seluas sekitar 5 hektare.

Petani memanfaatkan alat sederhana berupa drum seeder untuk menanam benih padi secara langsung di lahan yang telah dipersiapkan.

Lahan terlebih dahulu dibajak, digaru, kemudian diratakan sebelum benih ditanam.

Dengan metode tersebut, petani tidak perlu melakukan proses pemindahan atau penanaman bibit secara manual seperti pada metode tanam konvensional.

Ketua Poktan Karya Mantep, Afif Irfai, mengatakan metode Tabela menjadi salah satu alternatif bagi petani untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses penanaman padi.

“Metode Tabela lebih menghemat biaya tenaga kerja,” katanya, Minggu (30/8).

Menurut Afif, penghematan biaya tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan utama kelompok tani dalam menerapkan metode tersebut.

Dengan proses tanam yang lebih cepat, kebutuhan tenaga kerja dapat ditekan sehingga diharapkan berdampak terhadap efisiensi biaya produksi.

Metode tanam benih langsung dilakukan dengan memasukkan benih padi ke dalam alat drum seeder. Alat tersebut kemudian ditarik mengikuti jalur tanam di lahan persawahan.

Drum seeder yang digunakan petani memiliki bentuk sederhana. Alat tersebut menyerupai paralon yang diberi sejumlah lubang dan dilengkapi dua roda serta pegangan untuk memudahkan penggunaannya.

Ketika drum seeder ditarik, benih akan keluar melalui lubang yang telah dibuat dan langsung jatuh ke permukaan tanah sesuai jalur tanam.

Cara tersebut memungkinkan proses penanaman dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan penanaman yang mengandalkan tenaga manusia secara manual.

Penggunaan alat sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi yang dilakukan petani untuk meningkatkan efisiensi dalam kegiatan budidaya tanaman padi.

Selain menghemat tenaga kerja, penerapan Tabela juga diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan proses produksi.

Namun, metode tersebut membutuhkan perhatian lebih setelah benih ditanam.

Afif menjelaskan, penerapan metode Tabela bukan berarti petani dapat mengabaikan perawatan tanaman.

Justru, pertumbuhan tanaman harus mendapatkan perhatian khusus sejak benih mulai tumbuh.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah keberadaan gulma di sekitar tanaman padi.

Gulma dapat menjadi pesaing tanaman dalam mendapatkan unsur hara, air, maupun ruang tumbuh.

“Perlu diperhatikan khusus untuk menyiangi gulma serta mengantisipasi hama dan penyakit,” ujarnya.

Pengendalian gulma, hama, dan penyakit menjadi bagian penting agar penerapan metode tanam benih langsung dapat memberikan hasil yang optimal.

Petani perlu melakukan pemantauan secara rutin terhadap perkembangan tanaman di lahan.

Dengan perawatan yang tepat, metode Tabela diharapkan tidak hanya memberikan penghematan biaya tenaga kerja, tetapi juga mampu mendukung produktivitas tanaman padi.

Dalam penerapan metode baru, petani juga membuka ruang koordinasi dengan penyuluh pertanian.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila muncul kendala selama tanaman padi tumbuh.

Afif mengatakan Kelompok Tani Karya Mantep akan terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) apabila menemukan persoalan dalam penerapan Tabela.

“Ketika kita menemui kendala pada tanaman padi dengan metode Tabela, kami bisa berkoordinasi dengan PPL,” katanya.

Koordinasi dengan penyuluh dinilai penting karena penerapan metode tanam benih langsung memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pola tanam konvensional.

Petani perlu mendapatkan pendampingan terutama terkait pengelolaan gulma, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta perawatan tanaman.

Pendampingan juga diharapkan membantu petani mengevaluasi hasil penerapan Tabela setelah memasuki masa panen.

Dari evaluasi tersebut, petani dapat mengetahui sejauh mana metode tersebut memberikan keuntungan dibandingkan cara tanam sebelumnya.

Selain inovasi dalam metode penanaman, Poktan Karya Mantep juga mengusulkan dukungan sarana pertanian untuk menunjang kegiatan budidaya padi.

Salah satu kebutuhan yang diusulkan adalah bantuan pompa air. Petani juga mengusulkan bantuan berupa paralon atau selang untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan sawah.

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya tanaman padi.

Karena itu, dukungan sarana pengairan diharapkan dapat membantu petani menjaga kebutuhan air selama masa pertumbuhan tanaman.

Dengan adanya metode Tabela dan dukungan sarana pertanian, petani berharap kegiatan produksi padi dapat dilakukan secara lebih efisien.

Penerapan metode tanam benih langsung di lahan sekitar 5 hektare tersebut menjadi langkah awal bagi Kelompok Tani Karya Mantep untuk mencoba pola budidaya yang lebih hemat tenaga kerja.

Metode Tabela juga menunjukkan upaya petani di Desa Karanggintung dalam beradaptasi dengan kebutuhan efisiensi biaya produksi.

Penggunaan drum seeder memungkinkan proses penanaman dilakukan secara lebih praktis, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Meski demikian, keberhasilan metode tersebut tetap bergantung pada perawatan tanaman setelah proses tanam.

Pengendalian gulma, hama, dan penyakit harus dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Jika hasil penerapan pada MT III memberikan hasil sesuai harapan, metode Tabela berpotensi menjadi salah satu alternatif yang dapat terus dikembangkan oleh petani di wilayah Gandrungmangu.

Bagi petani, efisiensi biaya produksi menjadi semakin penting untuk menjaga keuntungan dari usaha pertanian.

Dengan mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengabaikan produktivitas, penerapan teknologi sederhana seperti drum seeder dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung usaha tani padi yang lebih efisien. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Polres Resmikan Warkop Ojol Kamtibmas

Polres Purbalingga Luncurkan Warkop Ojol Kamtibmas, Jadi Ruang Komunikasi Pengemudi dan Polisi