Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Program Sekolah Rakyat Sasar Anak Putus Sekolah dari Keluarga Miskin Ekstrem di Banjarnegara

113 calon siswa terdaftar sekolah rakyat113 calon siswa terdaftar sekolah rakyat

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 113 calon siswa telah resmi terdaftar dalam Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjarnegara.

Program ini menjadi terobosan besar dalam bidang pendidikan sosial karena secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat didesain menjadi lembaga pendidikan gratis berasrama penuh 24 jam, dari jenjang SD hingga SMA, tanpa seleksi akademik.

Calon peserta didik hanya melalui proses verifikasi berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem pendataan sosial yang kini digunakan untuk memetakan intervensi program pengentasan kemiskinan secara tepat sasaran.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mendukung realisasi Sekolah Rakyat.

Program ini, menurutnya, bukan hanya menjawab tantangan akses pendidikan bagi masyarakat miskin, tapi juga bentuk nyata kehadiran negara di tengah keterbatasan warga.

“Sudah terdaftar 113 calon siswa. Kami akan siapkan rombongan belajar dari dua menjadi empat kelas. Lahan 7 hektare juga kami sediakan di Kelurahan Wangon untuk SMP Sekolah Rakyat,” ujar Amalia.

Untuk tahap awal, fasilitas belajar akan menggunakan gedung sementara di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tengah direnovasi ringan oleh Kementerian PUPR. Renovasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun solusi konkret atas ketimpangan pendidikan yang selama ini membelit keluarga miskin ekstrem.

Sekolah ini dirancang tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah penguatan karakter, keterampilan hidup, dan jaminan pengasuhan anak-anak yang selama ini tercecer dari sistem pendidikan formal.

Pada Minggu (25/5), Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul meninjau langsung proses penjaringan siswa di Banjarnegara.

Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk intervensi serius negara untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural yang diwariskan lintas generasi.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyambangi rumah Rizky (17) di Kelurahan Krandegan.

Rizky adalah satu dari ratusan calon siswa Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga dalam kategori miskin ekstrem.

Ia sempat putus sekolah karena kondisi ekonomi, dan kini mendapat kesempatan kembali belajar lewat program pendidikan gratis ini.

“Saya tadi bertemu Ibu Rustini. Penghasilannya Rp50 ribu sehari untuk menghidupi tiga anak. Rumahnya hanya 2×3 meter, beratap seng, tanpa listrik dan MCK. Inilah keluarga yang mendapat perhatian penuh dari Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Rustini, ibu dari Rizky, adalah penyandang disabilitas dan satu-satunya tulang punggung keluarga. Dalam sistem DTSEN, keluarga mereka masuk dalam desil 1 atau indikator termiskin.

Intervensi terhadap keluarga seperti inilah yang menjadi fokus utama program, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga dalam aspek sosial-ekonomi.

“Setelah lulus dari Sekolah Rakyat saya ingin jadi orang yang lebih baik, mewujudkan cita-cita punya bengkel otomotif sendiri. Terima kasih Pak Prabowo dan Pak Menteri,” ucap Rizky dengan suara lirih.

Tak berhenti di sekolah, program ini juga menyasar rumah tangga siswa. Pemerintah menjanjikan akan merenovasi rumah mereka dan memberikan akses pada program pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.

“Orang tuanya juga kami bantu. Rumahnya insya Allah akan diperbaiki lewat program pemerintah. Orang tuanya diberdayakan, anaknya bersekolah di Sekolah Rakyat,” tambah Gus Ipul.

Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk revolusi pendidikan sosial yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang selama ini berada di luar jangkauan sistem formal.

Ketika kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar, pendekatan holistik seperti ini bisa menjadi pintu masuk menuju kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Lumba lumba ditemukan mati di cilacap

Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pantai Pagubugan Binangun, Cilacap

Berita Selanjutnya
Tiga mobil kecelakaan, tiga korban luka luka

Kecelakaan Beruntun Libatkan Tiga Mobil di Kaligondang Purbalingga, Tiga Orang Luka-Luka