BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah capaian membanggakan diraih oleh Kak Jubaedah, pembina Pramuka dari Pangkalan SMAN 1 Sumpiuh.
Dalam ajang Pembina Pramuka Berprestasi tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas yang digelar Sabtu (24/5), Kak Jubaedah berhasil meraih juara satu untuk kategori pembina gugus depan golongan penegak.
Penganugerahan ini berlangsung di Sanggar Bakti Pramuka Banyumas dan dihadiri oleh sejumlah tokoh kepramukaan dan pendidikan setempat.
Kemenangan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi terhadap dedikasi Kak Jubaedah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pembina Pramuka lainnya di wilayah Banyumas.
“Alhamdulillah sangat senang, bangga dan tertantang,” ucap Kak Jubaedah usai menerima piala kemenangan.
Ungkapan tersebut menggambarkan rasa syukur dan semangatnya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan karakter melalui gerakan Pramuka.
Sebagai bagian dari Korps Pelatih Pusdiklatcab Banyumas, Kak Jubaedah tidak hanya aktif dalam pelatihan pembina, tetapi juga secara konsisten mendampingi peserta didik di satuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa semangat untuk membina generasi muda tidak pernah surut, bahkan semakin kuat seiring tantangan zaman.
Ia berharap prestasi ini mampu menjadi motivasi, tidak hanya untuk dirinya pribadi, tetapi juga bagi dewan ambalan dan seluruh pramuka aktif di sekolah yang ia bina.
Menurutnya, pembinaan kepramukaan di tingkat penegak memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki akhlak mulia.
Pada kesempatan yang sama, Kak Jubaedah juga meluncurkan sebuah buku berjudul Gobi di Perkemahan Rimba.
Buku ini merupakan kumpulan fabel bertema pendidikan karakter yang dikemas dalam suasana perkemahan, lengkap dengan nilai-nilai kepramukaan. Karya ini memperkaya literasi kepramukaan di tingkat lokal dan menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
“Semoga nilai karakter pramuka dapat diterapkan sehari-hari, sehingga aktif di pramuka bisa mengurangi hal negatif khususnya bagi usia penggalang dan penegak,” tutur Kak Jubaedah.
Ia menegaskan bahwa fabel adalah medium efektif untuk menyampaikan pesan moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini.
Ketua Kwartir Cabang Banyumas, Kak Agus Nur Hadie, turut memberikan sambutan dalam peluncuran buku tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas karya yang dinilainya menggunakan bahasa yang sederhana namun sarat makna.
Menurutnya, buku ini cocok dijadikan referensi oleh para pembina gugus depan dalam menyampaikan materi pendidikan karakter secara menyenangkan dan imajinatif.
Kak Agus juga menyampaikan harapannya agar peluncuran buku ini menjadi pemicu lahirnya karya-karya lain dari para pembina.
Baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi, setiap upaya mendokumentasikan materi kepramukaan dinilai sangat penting untuk pengembangan metode pembelajaran yang adaptif dan kontekstual.
Dukungan terhadap Kak Jubaedah juga datang dari berbagai pihak. Kak Joko Wiyono, Wakil Ketua Bina Satuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang luar biasa.
Menurutnya, kombinasi antara pembinaan lapangan dan kontribusi literasi adalah model ideal pembina masa kini.
Hal serupa disampaikan oleh Kak Fuad, Kepala Perpustakaan Kwarcab Banyumas, yang melihat potensi besar dari buku ini dalam memperkaya koleksi literasi kepramukaan yang relevan dan inspiratif.
Mabigus SMAN 1 Sumpiuh, Kak Agung, juga memberikan dukungan penuh atas inisiatif pembina di sekolahnya yang telah memberikan teladan luar biasa.
Kak Jubaedah menunjukkan bahwa menjadi pembina Pramuka bukan sekadar tugas tambahan dalam dunia pendidikan, tetapi panggilan untuk membentuk generasi tangguh dengan nilai karakter yang kuat. (fij/adv/*stch)
















