Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sekaten 2025 Digelar di Keraton Surakarta Hadiningrat Selama Sebulan

Sekaten 2025 digelar di keraton surakarta hadiningrat selama sebulanSekaten 2025 digelar di keraton surakarta hadiningrat selama sebulan
Sekaten 2025 Digelar di Keraton Surakarta Hadiningrat Selama Sebulan.

BANYUMASEKSPRES.ID, Sekaten 2025 digelar kembali di Keraton Surakarta Hadiningrat selama sebulan penuh. Acara yang dimulai dari dari 9 Agustus hingga 9 September mendatang ini menghadirkan beragam hiburan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut akan tersaji beragam wahana, permainan tradisional dan modern, stan kuliner, fashion, hingga aksesori.

Seluruh hiburan tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat umum di Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat dan sekitaran halaman Masjid Ageng Surakarta.

Perlu diketahui bahwa pembukaan tradisi sekaten ini sudah eksis sejak abad ke-15. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara wilujengan sederhana di kawasan Pagelaran, Kota Solo, Jawa Tengah.

Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara pemotongan pita rangkaian bunga secara simbolis pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Event Sekaten 2025 ini cocok dikunjungi bersama keluarga. Sebab, dalam event ini tersaji beberapa wahana hiburan yang asyik untuk dicoba bersama keluarga.

Mulai dari komedi putar, bianglala, ombak banyu, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya wahana hiburan saja, tetapi dalam event ini juga disediakan berbagai jenis barang tradisional zaman dahulu seperti lepek-lepek gerabah, gangsingan, kapal otok-otok, dan wayang.

Selain permainan tradisional, ada juga permainan modern yang tersedia di event ini.

Dilansir dari Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo GKR, Wandasari atau yang kerap disapa Gusti Moeng menjelaskan bahwa alun-alun kini hanya boleh digunakan untuk kegiatan ringan saja sesuai dengan kesepakatan bersama.

Atas kesepakatan tersebut, kegiatan yang banyak menggunakan alat berat seperti milik pedagang Sekaten 2025 ini tidak boleh digelar di alun-alun.

Gusti Moeng juga mengatakan bahwa saat revitalisasi, lahan alun-alun akan dikembalikan seperti semula yaitu dengan ditanami rumput.

Tradisi sekaten 2025 untuk memperingati kelahiran nabi muhammad saw
Tradisi Sekaten 2025 untuk Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Ini sudah menjadi komitmen dari pihak Keraton dan pemerintah untuk tidak menggunakan alun-alun lagi untuk acara Sekaten. Dengan tujuan agar rumput tidak rusak,” jelasnya.

Dengan begitu, pelaksanaan tradisi Sekaten 2025 ini tidak lagi digelar di alun-alun meskipun revitalisasinya sudah selesai.

Rangkaian acara dari Sekaten 2025 ini telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu. Tradisi dimulai dengan acara mengambil tanah dan air untuk kebutuhan membuat pawon guna nantinya menanak nasi.

“Ini juga yang baru kita cari adalah beras rojo lele yang harus diambil dengan cara tradisional yaitu diani-ani. Nantinya dikuku juga dengan menggunakan lesung. Setelah itu nantinya diambil yang utuh-utuh dari beras padinya. Nantinya akan ditanak pada tanggal 7 malam, pas malam Senin Pon dalam hitungan Jawa hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Tradisi Sekaten 2025 ini digelar di tiga tempat yaitu Pagelaran Keraton, Masjid Agung, dan Pasar Klewer Timur.

Seperti yang telah diketahui bahwa tradisi sekaten ini merupakan serangkaian dari upacara tradisional Jawa. Tradisi ini telah rutin diselenggarakan setiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pelaksanaan tradisi Sekaten 2025 ini juga bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 5 September 2025 mendatang dalam kalender masehi.

Selain di Keraton Surakarta, tradisi ini juga digelar di Kasultanan Yogyakarta pada awal bulan Maulud dalam kalender Jawa.

Dalam tradisi ini akan digelar berbagai acara sebagai rangkaian puncak dari Sekaten 2025. Mulai dari turunnya gamelan pusaka untuk dimainkan di halaman Masjid Agung pada 29 Agustus hingga 5 September 2025 mendatang.

Kemudian ada juga grebeg maulid yang akan diramaikan dengan acara tumpengan dari keraton. Acara tersebut nantinya akan diperebutkan masyarakat sebagai lambang dari rasa syukur.

Tradisi Sekaten 2025 ini nantinya akan ditutup dengan acara Kembul Bujono pada 8 September 2025 mendatang. Adapun tradisi kembul bujono ini merupakan acara makan bersama dengan sentono dalem dan abdi dalem. (mwp)

Berita Sebelumnya
22.094 anak tidak sekolah

22.094 Anak Tidak Sekolah di Cilacap, Baru 2.439 yang Terverifikasi

Berita Selanjutnya
Pernah pacaran dengan igun

Rossa Cerita Nostalgia Pernah Pacaran dengan Igun