Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Teknis Penjemputan Kloter 93 Banyumas Belum Dibahas, Ini Jadwal Kepulangan Kloter Lainnya

Teknis penjemputan jemaah haji belum dibahasTeknis penjemputan jemaah haji belum dibahas

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Banyumas tahun ini berjalan secara bertahap, namun hingga Selasa (10/6), belum seluruh kloter dibahas secara teknis.

Khusus untuk kloter 93 atau kloter sapu jagad, mekanisme penjemputannya masih belum difinalisasi dalam rapat lintas sektor yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas bersama Pemerintah Kabupaten, TNI, dan Polri.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan masih terfokus pada teknis penjemputan jemaah dari kloter 4 hingga 8, serta kloter 12 dan 13 yang jumlahnya relatif lebih banyak dibanding kloter sapu jagad.

Pelaksana Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Banyumas, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kloter 4 akan menjadi rombongan pertama dari Banyumas yang tiba kembali di tanah air.

“Kloter 4 dijadwalkan pulang pada Sabtu, 14 Juni. Mereka akan terbang dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Jumat, 13 Juni pukul 14.55 Waktu Arab Saudi (WAS) dan diperkirakan mendarat di Indonesia pukul 07.50 WIB keesokan harinya,” ujar Malik saat ditemui, Selasa (10/6).

Ia menambahkan bahwa kloter-kloter berikutnya yakni kloter 5, 6, dan 7 juga sudah memiliki jadwal kepulangan yang berdekatan, meski masih bersifat tentatif mengikuti jadwal kloter 1 sebagai acuan utama. Jadwal ini bisa berubah tergantung perkembangan operasional penerbangan dari Jeddah.

“Untuk kloter 8, jemaah diperkirakan mendarat di tanah air pada Minggu, 15 Juni pukul 09.25 WIB. Insya Allah tidak ada perubahan besar. Kalau pun ada, sudah kami antisipasi,” jelas Malik.

Sementara itu, jemaah haji asal Banyumas yang tergabung dalam kloter 12 dan 13 akan menyusul kepulangannya setelah gelombang pertama ini selesai.

Kloter 12 yang membawa empat orang jemaah dari Banyumas dijadwalkan terbang pada Minggu, 15 Juni pukul 16.35 WAS, dan akan mendarat di Indonesia pada Senin, 16 Juni pukul 09.50 WIB.

Sedangkan kloter 13 yang terdiri dari satu orang jemaah asal Banyumas dijadwalkan tiba sekitar tujuh jam setelah kloter 12.

Dengan sistem pemulangan berlapis seperti ini, pemerintah daerah dan Kemenag Banyumas mengoordinasikan dengan cermat teknis penjemputan di titik-titik kedatangan untuk memastikan kenyamanan jemaah.

Namun, berbeda dengan kloter-kloter sebelumnya, teknis penjemputan untuk jemaah haji di kloter 93 belum dibahas secara rinci.

Kloter ini dikenal sebagai kloter sapu jagad karena berisi gabungan jemaah dari berbagai daerah yang belum masuk kloter sebelumnya.

Abdul Malik menegaskan bahwa kloter 93 baru akan pulang paling akhir, yakni sekitar pertengahan bulan depan, sehingga ada waktu cukup panjang untuk menyiapkan semua kebutuhan penjemputannya secara matang.

“Teknis untuk kloter 93 akan kami rapatkan tersendiri,” ujarnya.

Meski jumlah jemaahnya tidak sebanyak kloter awal, koordinasi penjemputan untuk kloter sapu jagad tetap menjadi prioritas agar tidak ada jemaah yang tertinggal atau kesulitan saat proses kepulangan.

Seluruh proses pemulangan jemaah haji tahun ini menjadi perhatian serius Pemkab dan lintas sektor di Banyumas.

Selain untuk menjamin kelancaran dan keamanan, penjemputan yang tertata rapi juga menjadi bagian dari pelayanan publik terhadap ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental seperti haji. (yda/stch)

Berita Sebelumnya
Nantikan kelahiran anak pertama

Hamil Anak Pertama, Anggika Bolsterli Rayakan Mitoni Penuh Cinta dan Nuansa Tradisional

Berita Selanjutnya
Koperasi merah putih disarankan tak hanya di desa

Model Koperasi Digital Jadi Jawaban Ketimpangan Bisnis Online, Kata Ekonom INDEF