Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kolam Retensi Purwokerto Siap Dibuka Juli 2025, Diproyeksi Raup Rp 977 Juta per Tahun

Diproyeksi raup rp 977 jutaDiproyeksi raup rp 977 juta

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kolam Retensi Purwokerto yang saat ini dalam tahap akhir persiapan pembukaan, diperkirakan akan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang juga berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Banyumas.

Berdasarkan estimasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, potensi laba dari pengelolaan kawasan tersebut bisa mencapai sekitar Rp 977 juta per tahun.

Kabid Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Wardoyo, menyebutkan angka tersebut cukup realistis jika melihat potensi kawasan secara keseluruhan.

“Dari sudut kita itu angka yang realistis. Tetapi masih mungkin di atas itu,” kata Wardoyo, Selasa (10/6).

Optimisme itu tak lepas dari strategi pemanfaatan kawasan yang akan terus dimonitor secara rutin. Pihaknya telah menyiapkan evaluasi berkala empat kali setahun untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal dan efisien.

“Kita belajar dari pengalaman, satu tahun kita evaluasi empat kali,” jelasnya.

Sumber pendapatan utama dari Kolam Retensi Purwokerto diproyeksikan berasal dari dua sektor utama, yaitu parkir dan sewa lahan.

Untuk parkir, sistem tarif yang diberlakukan akan serupa dengan yang diterapkan di kawasan Menara Teratai, yakni Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

“Karena lainnya tidak dikenakan tiket. Parkir tarifnya sama dengan Menara Teratai,” ujar Wardoyo.

Sementara itu, sewa lahan akan difokuskan pada penyediaan tempat bagi pelaku usaha kuliner berbasis kendaraan, seperti food truck, yang kini makin diminati masyarakat urban.

Dinporabudpar memperkirakan, area Kolam Retensi dapat menampung hingga 40 unit food truck secara optimal.

“Kalau menurut kami angka itu adalah angka yang ideal. Kalau nambah malah bisa menjadikan kurang menarik,” ucapnya.

Wardoyo menekankan bahwa konsep utama dari pengembangan Kolam Retensi adalah menciptakan ruang terbuka publik yang fungsional tanpa banyak bangunan permanen.

Oleh karena itu, food truck dipilih sebagai solusi dinamis untuk menghadirkan kuliner tanpa mengganggu estetika dan fleksibilitas kawasan.

“Kami ingin di kolam retensi ini minim bangunan permanen. Mekanismenya mungkin lebih ke beberapa komunitas dulu,” tambahnya.

Terkait waktu pembukaan, Dinporabudpar menargetkan Kolam Retensi Purwokerto bisa dibuka untuk umum pada Juli 2025.

Namun, hal ini masih menunggu rampungnya Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini berada di bagian hukum untuk asistensi akhir dari biro hukum provinsi.

“Rencana kita buka Juli karena sedang menunggu perbup. Sudah di bagian hukum, menunggu asistensi dari biro hukum provinsi. Target kita Juli, hanya kembali lagi ada kemungkinan bisa dibuka bersamaan dengan HUT RI,” tuturnya.

Dengan konsep kawasan wisata yang menggabungkan unsur rekreasi air, kuliner, dan estetika ruang terbuka hijau, Kolam Retensi Purwokerto diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Selain sebagai ruang publik yang sehat, kehadiran area food truck yang terorganisir, serta sistem parkir berbayar yang tertata, menjadi strategi konkret untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang mandiri dan menguntungkan. (res/stch)

Berita Sebelumnya
Enam pelaku kejahatan diamankan

6 Pelaku Kriminal Diamankan Polresta Cilacap dalam Operasi Aman Candi 2025

Berita Selanjutnya
Cara daftar lowongan guru sekolah rakyat dari kemensos 2025 (1)

Cara Daftar Lowongan Guru Sekolah Rakyat dari Kemensos 2025