BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktor senior Teuku Zacky kembali menjadi sorotan publik setelah memperkenalkan identitas barunya sebagai Teuku Jordan Zacky Azura.
Penambahan nama Jordan tersebut memunculkan beragam spekulasi di media sosial, termasuk isu mengenai perubahan keyakinan yang dikaitkan dengan identitas barunya.
Namun, Teuku Zacky menegaskan bahwa keputusan menambahkan nama Jordan bukan sekadar mengikuti tren atau keinginan untuk mengubah nama panggung.
Menurutnya, nama tersebut merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang telah dijalaninya selama beberapa tahun terakhir.
Pria yang kini berusia 43 tahun itu mengatakan, keputusan menggunakan nama Jordan sebenarnya sudah diambil sekitar tiga tahun lalu.
Baginya, nama tersebut memiliki makna personal dan menjadi semacam doa dalam menjalani kehidupannya.
“Sebetulnya bukan ganti, tapi ada penambahan aja, jadi Jordan. Saya merasa seperti lahir kembali ketika saya punya panggilan untuk diri saya sendiri dan mempublikasikannya sebagai doa,” ujar Jordan.
Penambahan nama Jordan ternyata memiliki alasan tersendiri bagi Teuku Zacky. Ia mengatakan nama tersebut memiliki filosofi yang menurutnya sangat indah.
Jordan merujuk pada nama sebuah sungai yang memiliki makna penting dalam sejarah dan kehidupan manusia. Filosofi tersebut kemudian membuatnya merasa cocok dengan nama Jordan.
“Kalau kita baca-baca mengenai nama Jordan, artinya itu kan nama sungai yang memberkati banyak orang. Jadi menebarkan kebaikan ke banyak orang, dan saya suka dengan nama itu, tiba-tiba datang aja,” tuturnya.
Bagi Jordan, nama tersebut bukan hanya sekadar identitas baru yang digunakan di depan publik.
Ia memaknainya sebagai doa sekaligus pengingat agar kehidupannya dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain.
Keputusan tersebut kemudian diwujudkan dengan mulai menggunakan nama Jordan dalam berbagai aktivitas, termasuk media sosial dan lingkungan profesional.
Penggunaan nama Jordan kemudian menimbulkan berbagai spekulasi dari warganet.
Salah satu isu yang ramai diperbincangkan adalah dugaan bahwa Teuku Zacky telah berpindah keyakinan atau agama.
Menanggapi isu tersebut, Jordan memilih tidak memperpanjang perdebatan.
Ia mengatakan perjalanan spiritual merupakan sesuatu yang bersifat pribadi dan tidak perlu dijelaskan kepada publik secara mendetail.
“Ada yang bilang pindah agama atau apa segala macam, udahlah terserah. Cuma kalau untuk saya pribadi sih, perjalanan spiritual saya cukup saya aja yang tahu,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa publik tidak perlu membuat kesimpulan hanya berdasarkan perubahan nama yang digunakannya.
Jordan tampaknya ingin menempatkan perubahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan personal.
Ia juga tidak mempermasalahkan berbagai komentar yang muncul di media sosial selama keputusan tersebut membuat dirinya merasa nyaman.
Meskipun secara publik telah memperkenalkan diri menggunakan nama Teuku Jordan Zacky Azura, perubahan tersebut belum dilakukan secara administratif.
Jordan menjelaskan bahwa nama yang tercantum dalam dokumen kependudukan, termasuk KTP, masih menggunakan nama sebelumnya.
“Kalau di KTP belum (berubah). Tapi di media sosial dan lingkungan kerja, saya sudah menggunakan nama Jordan. Saya merasa lebih percaya diri dan bahagia dengan identitas ini,” pungkasnya.
Dengan demikian, penggunaan nama Jordan saat ini lebih berkaitan dengan identitas yang ia pilih untuk digunakan dalam kehidupan publik dan profesional, bukan perubahan nama secara hukum.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perubahan identitas seseorang tidak selalu dapat dikaitkan dengan isu tertentu.
Bagi Jordan, nama baru tersebut memiliki makna personal yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan spiritualitasnya.
Di tengah perhatian publik, ia memilih tetap menggunakan nama Jordan dalam berbagai aktivitasnya.
Sementara mengenai kehidupan spiritual dan keyakinannya, Jordan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah pribadi yang hanya dirinya dan Tuhan yang mengetahui. (*/stch/dda)














