BANYUMASEKSPRES.ID, Seorang warga Desa Sokawera Kidul, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, ditemukan tewas setelah tercebur ke dalam sumur. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah tersebut.
Evakuasi dilakukan pada Kamis siang, 7 Agustus 2025, setelah menerima laporan dari warga setempat. Hingga akhirnya pada pukul 15.50 WIB, jenazah berhasil diangkat dari dalam sumur.
Korban diketahui bernama Sartiwen, berusia sekitar 54 tahun, warga Desa Sokawera Kidul. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, kepada media.
Seorang warga yang mengetahui kejadian, Sugeng, mencurigai ada yang tidak beres saat menemukan kursi tergeletak dekat sumur. Setelah dilihat lebih dekat, Sugeng menemukan korban di dasar sumur dan segera melapor ke Polsek Patikraja serta Unit Siaga SAR Banyumas.
Setelah jenazah dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
“Kejadian berawal ketika saksi bernama Sugeng mencari keberadaan korban di rumahnya. Saat diperiksa, Sugeng melihat tubuh korban berada di dasar sumur. Ia lalu memanggil saksi kedua, Murtini, dan bersama-sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patikraja dan Unit Siaga SAR Banyumas,” Menurut M. Abdullah, Kepala SAR Cilacap.
Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam mengingat kedalaman sumur yang cukup dalam dan membatasi ruang gerak. Tim menggunakan peralatan khusus untuk menarik jenazah secara hati-hati agar tidak merusak struktur sumur maupun membahayakan petugas.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemulasaraan. Kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga peristiwa ini murni kecelakaan.
Latar Belakang Kejadian dan Respon Cepat Tim SAR
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.45 WIB saat korban tercebur ke sumur miliknya. Informasi awal diterima oleh Unit Siaga SAR Banyumas dan Polsek Patikraja, yang kemudian berkoordinasi dengan SAR Cilacap.
Evakuasi berjalan tertib di bawah cuaca siang yang cukup panas. Medan sempit dan kedalaman sumur menjadi tantangan utama, namun koordinasi lintas instansi berjalan efektif. Lebih dari 15 personel dikerahkan, termasuk dari BPBD Banyumas, PMI, dan perangkat desa setempat.
Implikasi dan Harapan Masyarakat
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan, terutama di rumah-rumah dengan sumur terbuka. Masyarakat setempat berharap ke depan perlu ada upaya preventif, seperti penutup sumur permanen, rambu peringatan, dan kampanye keselamatan lingkungan di tingkat RT/RW.
Bagi keluarga korban, proses evakuasi yang cepat menjadi bentuk empati dan profesionalisme dari aparat SAR serta warga sekitar. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penanganan insiden darurat dan memberikan edukasi keselamatan secara berkelanjutan. (sgsa)
















