BANYUMASEKSPRES.ID, BEIJING – Ajang World Humanoid Robot (WHR) Games 2026 kembali digelar di Beijing, China, dengan skala yang jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan perdananya pada 2025.
Kompetisi robot humanoid edisi kedua tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Sabtu hingga Rabu, 22-26 Agustus 2026.
Sebanyak 666 tim dan 2.056 robot dari 16 negara telah terdaftar untuk mengikuti berbagai pertandingan dan tantangan teknologi dalam ajang tersebut.
Jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan WHR Games 2025.
Pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, kompetisi tersebut diikuti 280 tim dengan lebih dari 500 robot humanoid yang berasal dari 16 negara.
Peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap perkembangan teknologi robot humanoid, khususnya kemampuan robot untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya membutuhkan keterlibatan manusia.
Peserta WHR Games 2026 berasal dari sejumlah negara yang dikenal memiliki perkembangan teknologi robotika cukup maju, termasuk Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.
China menjadi negara dengan jumlah peserta terbesar. Sebanyak 641 tim dengan 1.975 robot berasal dari berbagai perusahaan, universitas, dan lembaga penelitian di China.
Peserta asal China tersebut terdiri atas tim dari 157 perusahaan serta sekitar 200 universitas dan lembaga penelitian.
Keterlibatan berbagai institusi menunjukkan bahwa kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperlihatkan perkembangan riset dan industri robotika.
Besarnya jumlah robot yang berpartisipasi juga membuat WHR Games 2026 menjadi salah satu ajang yang menarik perhatian dalam perkembangan teknologi robot humanoid global.
Pada penyelenggaraan tahun ini, robot humanoid akan menghadapi lebih dari 30 cabang kompetisi.
Beberapa di antaranya merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan koordinasi, keseimbangan, kekuatan, serta ketepatan gerakan.
Cabang yang dipertandingkan antara lain lompat jauh, angkat besi, tarik tambang, dan tenis meja.
Kompetisi tersebut dirancang untuk menguji kemampuan robot dalam melakukan berbagai gerakan secara terkoordinasi.
Robot harus mampu mengendalikan tubuh, menjaga keseimbangan, merespons kondisi lingkungan, serta menjalankan instruksi yang diberikan.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena robot humanoid dikembangkan bukan sekadar untuk bergerak menyerupai manusia, tetapi juga untuk melakukan pekerjaan yang memiliki manfaat praktis.
Selain kompetisi olahraga, WHR Games 2026 juga menghadirkan tantangan yang mensimulasikan skenario dunia nyata.
Robot akan diuji dalam berbagai lingkungan, termasuk pabrik, hotel, rumah, dan fasilitas logistik.
Pengujian tersebut bertujuan melihat sejauh mana robot dapat melakukan pekerjaan yang membutuhkan kemampuan mobilitas dan manipulasi objek.
Beberapa tugas yang diberikan mencakup perakitan, pekerjaan rumah tangga, tanggap darurat, hingga penyortiran buku perpustakaan.
Dengan adanya simulasi tersebut, kemampuan robot tidak hanya dinilai berdasarkan kecepatan atau kekuatan, tetapi juga berdasarkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara praktis.
Pengujian dalam berbagai skenario juga dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan teknologi robot humanoid untuk digunakan dalam industri maupun kehidupan sehari-hari.
Direktur Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing, Jiang Guangzhi, mengatakan sejumlah aturan yang digunakan dalam kompetisi berpotensi berkembang menjadi standar teknis untuk kebutuhan industri.
Menurutnya, kemampuan robot menyelesaikan tugas praktis di lingkungan dunia nyata menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penerapan teknologi robot humanoid.
“Kemampuan robot menyelesaikan tugas praktis di dunia nyata, diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi robot humanoid tidak hanya ditujukan untuk hiburan atau pertandingan.
Data dan pengalaman yang diperoleh dari kompetisi dapat menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi robotika yang lebih matang.
Kemampuan robot dalam menghadapi tugas nyata juga menjadi salah satu indikator penting sebelum teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas di berbagai sektor.
Meningkatnya jumlah peserta dari 280 tim pada 2025 menjadi 666 tim pada 2026 menunjukkan bahwa industri dan penelitian robot humanoid berkembang dengan cepat.
Keterlibatan perusahaan, universitas, dan lembaga penelitian juga memperlihatkan semakin kuatnya hubungan antara riset teknologi dan kebutuhan industri.
Melalui WHR Games, kemampuan robot dapat diuji dalam kondisi kompetitif sekaligus dibandingkan dengan robot dari berbagai pengembang.
Hasil kompetisi dapat memberikan informasi mengenai keunggulan maupun aspek yang masih perlu dikembangkan.
Dengan jumlah peserta mencapai ribuan robot dari 16 negara, WHR Games 2026 di Beijing menjadi salah satu ajang penting untuk melihat arah perkembangan kecerdasan buatan, robotika, dan otomatisasi.
Kompetisi tersebut juga memberikan gambaran mengenai masa depan robot humanoid yang tidak hanya dituntut mampu berjalan atau melakukan gerakan dasar, tetapi juga menyelesaikan pekerjaan kompleks di lingkungan manusia.
Jika perkembangan teknologi terus berlanjut, kemampuan robot untuk melakukan tugas di sektor manufaktur, logistik, layanan, rumah tangga, hingga kondisi darurat berpotensi semakin meningkat.
WHR Games 2026 menjadi salah satu panggung untuk menguji seberapa jauh kemampuan tersebut telah berkembang. (*/stch/dda)














