BANYUMASEKSPRES.ID, MALAGA – Laga pramusim Málaga vs Fulham berakhir dengan kejadian tak biasa.
Pertandingan yang seharusnya dilanjutkan dengan adu penalti setelah skor 2-2 justru berakhir ketika pemain dan ofisial Fulham meninggalkan lapangan.
Málaga kemudian melakukan eksekusi penalti ke gawang kosong dan mengklaim diri sebagai juara Trofeo Costa del Sol.
Pertandingan Málaga vs Fulham berlangsung di Estadio La Rosaleda, Rabu (12/8) malam waktu setempat.
Duel tersebut awalnya berjalan seperti pertandingan pramusim pada umumnya. Kedua tim saling menyerang dan menghasilkan empat gol sepanjang waktu normal.
Fulham lebih dulu membuka keunggulan melalui Ryan Sessegnon. Málaga kemudian mampu menyamakan kedudukan lewat Chupete.
Tim asal Inggris itu kembali memimpin setelah Alex Iwobi mencetak gol. Namun, Málaga berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 melalui eksekusi penalti Eneko Jauregi.
Hasil imbang tersebut kemudian memunculkan persoalan. Laga ini merupakan pertandingan untuk memperebutkan Trofeo Costa del Sol.
Dengan skor tetap 2-2 setelah waktu normal, Málaga bersiap menjalani adu penalti untuk menentukan pemenang.
Drama justru terjadi sebelum adu penalti dimulai. Pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, sebelumnya mendapat kartu merah karena melakukan protes terhadap keputusan wasit.
Setelah pertandingan berakhir, Arbeloa kemudian menuju ruang ganti dan diikuti para pemain serta rombongan Fulham.
Situasi tersebut membuat pemain Málaga kebingungan. Mereka tetap berada di lapangan dan menunggu Fulham kembali untuk menjalani adu penalti. Namun, rombongan tim tamu ternyata tidak kembali ke lapangan.
Málaga akhirnya tetap melakukan eksekusi penalti meski tidak ada pemain Fulham yang berdiri di bawah mistar. Eneko Jauregi menjadi pemain yang mengambil penalti tersebut.
Pemain bernomor punggung 17 itu melepaskan tendangan ke arah gawang kosong dan bola masuk tanpa kesulitan.
Gol tersebut langsung disambut sorakan suporter Málaga di Stadion La Rosaleda. Dengan eksekusi tersebut, Málaga kemudian merayakan keberhasilan mereka sebagai pemenang Trofeo Costa del Sol dalam laga yang berlangsung penuh drama.
Namun, kemenangan Málaga tidak lepas dari kontroversi. Fulham memiliki versi berbeda mengenai kesepakatan terkait adu penalti.
Klub asal London tersebut menyatakan bahwa kedua tim telah sepakat sebelum pertandingan bahwa tidak akan ada adu penalti jika laga berakhir imbang.
Melalui pernyataan di media sosial X, Fulham menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah menjadi bagian dari kesepakatan sebelum pertandingan.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa sebelum pertandingan, kedua tim sepakat bahwa tidak akan ada adu penalti jika pertandingan berakhir imbang,” tulis Fulham.
Klaim tersebut kemudian dibantah Málaga. Klub berjuluk Los Boquerones itu menyatakan bahwa adu penalti sudah masuk dalam kesepakatan ketika dilakukan managers meeting sebelum pertandingan.
Perbedaan versi antara kedua klub tersebut membuat pertandingan yang seharusnya menjadi bagian dari persiapan pramusim justru berubah menjadi kontroversi.
Bukan hanya hasil imbang 2-2 yang menjadi perhatian, tetapi juga keputusan Fulham meninggalkan lapangan sebelum proses penentuan pemenang selesai.
Bagi Málaga, kejadian tersebut tetap berakhir dengan perayaan. Eneko Jauregi menjadi sosok yang mencetak gol penentu melalui eksekusi penalti ke gawang tanpa penjaga.
Momen tersebut sekaligus membuat pertandingan Málaga vs Fulham menjadi salah satu laga pramusim paling unik.
Pertandingan ini juga menjadi salah satu laga awal Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Fulham. Ia baru ditunjuk menggantikan Marco Silva untuk menangani klub tersebut.
Namun, debut pramusimnya justru diwarnai kartu merah dan kontroversi yang membuat perhatian tertuju pada akhir pertandingan.
Pada akhirnya, Málaga mengklaim gelar Trofeo Costa del Sol setelah pertandingan berakhir dengan cara yang tidak biasa.
Bukannya adu penalti dengan penjaga gawang di antara kedua tim, penentuan dilakukan melalui tendangan ke gawang kosong setelah rombongan Fulham meninggalkan lapangan. (*/stch/dda)














