Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
UMKM BISA Ekspor Cetak Transaksi 4,49 Triliun pada Semester I 2026
SDN Pagedongan Banyumas Direvitalisasi, 156 Siswa Belajar di Rumah Warga hingga Masjid

SDN Pagedongan Banyumas Direvitalisasi, 156 Siswa Belajar di Rumah Warga hingga Masjid

SDN Pagedongan Direvitalisasi, Siswa "Mengungsi"SDN Pagedongan Direvitalisasi, Siswa "Mengungsi"
BELAJAR: Siswa SDN Pagedongan mengikuti kegiatan kerajinan tangan bersama mahasiswa KKN di masjid karena gedung sekolah sedang pekerjaan revitalisasi, Jum'at (14/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebanyak 156 siswa SDN Pagedongan, Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, untuk sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di sejumlah lokasi alternatif.

Kondisi tersebut terjadi karena gedung sekolah sedang menjalani revitalisasi sekolah yang ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender.

Selama pekerjaan berlangsung, pihak sekolah tidak menghentikan kegiatan pembelajaran.

Proses belajar siswa tetap berjalan dengan memanfaatkan sejumlah tempat yang dinilai aman dan memungkinkan digunakan sebagai ruang kelas sementara.

Kepala SDN Pagedongan, Andri Setiawan, mengatakan pembelajaran selama masa revitalisasi dibagi ke enam titik.

Lokasi tersebut terdiri atas tiga rumah warga, dua TPQ, dan satu serambi masjid.

“Pembelajaran siswa berada di tiga rumah warga, dua di TPQ dan satu di serambi masjid,” papar Andri, Jumat (14/8).

Penggunaan lokasi alternatif tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak sekolah, wali murid, dan masyarakat sekitar.

Langkah itu dilakukan agar proses kegiatan belajar mengajar siswa tetap berlangsung meskipun gedung utama sekolah sedang dalam tahap pembangunan.

Revitalisasi dilakukan setelah kondisi bangunan SDN Pagedongan dinilai mengalami kerusakan berat.

Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian bangunan sekolah dan dinilai berpotensi mengganggu keamanan siswa maupun tenaga pendidik apabila tidak segera ditangani.

Salah satu kerusakan terjadi pada konstruksi dua ruangan di lokal A. Bagian rangka atap bangunan mengalami pelapukan sehingga membuat posisi genteng turun.

Kondisi tersebut bahkan membuat pihak sekolah harus menyangga bagian atap menggunakan bambu sebagai langkah darurat untuk mencegah risiko ambruk.

Kerusakan juga ditemukan pada bangunan lokal B. Salah satu ruangan mengalami kerusakan cukup berat, terutama pada bagian bangunan yang berkaitan dengan konstruksi atap.

Selain bagian atap, sejumlah kusen pintu berbahan kayu juga mengalami keropos. Kondisi tersebut diduga akibat serangan rayap yang telah berlangsung hingga bagian atas konstruksi bangunan.

“Lapuk keropos karena rayap, rayapnya naik sampai ke atas atap. Saat dicek dalamnya kayu ada rayap,” ujar Andri.

Melihat kondisi tersebut, SDN Pagedongan kemudian mendapatkan program revitalisasi sekolah melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan revitalisasi mencapai Rp1,322 miliar.

Revitalisasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangunan sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.

Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 150 hari kalender. Hingga Jumat (14/8), progres revitalisasi SDN Pagedongan telah mencapai 43 persen.

Pekerjaan tersebut juga mencatat deviasi positif sebesar enam persen dibandingkan target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, proses pembelajaran di lokasi sementara sejauh ini disebut tidak mengalami kendala berarti.

Sekolah berupaya menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi tempat yang digunakan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara efektif.

Salah satu penyesuaian dilakukan terhadap kelas yang sebelumnya menggunakan sistem lesehan.

Setelah mendapatkan masukan dari wali murid mengenai kenyamanan siswa, pihak sekolah kemudian menindaklanjutinya dengan menambah meja untuk mendukung kegiatan belajar.

Langkah tersebut dilakukan agar perpindahan lokasi belajar tidak terlalu mengganggu aktivitas akademik siswa.

Guru juga tetap menjalankan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing kelas.

Penggunaan fasilitas masyarakat selama proses revitalisasi sekaligus menunjukkan adanya dukungan lingkungan sekitar terhadap keberlangsungan pendidikan.

Rumah warga, TPQ, hingga serambi masjid untuk sementara dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi siswa SDN Pagedongan.

Andri menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi yang diterima sekolahnya.

Menurutnya, kondisi bangunan yang mengalami kerusakan berat memang membutuhkan penanganan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan lebih aman.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo, sekolah kami yang rusak berat tahun ini direvitalisasi,” tandas Andri.

Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 43 persen, pihak sekolah berharap revitalisasi SDN Pagedongan Banyumas dapat berjalan sesuai target.

Setelah pembangunan selesai, 156 siswa diharapkan dapat kembali belajar di gedung sekolah dengan fasilitas yang lebih aman, layak, dan nyaman. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Transaksi UMKM BISA Ekspor Tembus Rp 4,49 T

UMKM BISA Ekspor Cetak Transaksi 4,49 Triliun pada Semester I 2026