BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tahun 2025 ini, pemerintah pusat tidak mengalokasikan anggaran revitalisasi untuk pasar-pasar di Kabupaten Banyumas. Pemangkasan anggaran tersebut membuat sejumlah usulan revitalisasi yang sudah diajukan selama bertahun-tahun terpaksa belum dapat direalisasikan.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas, Gesang Tri Joko, menjelaskan bahwa meskipun banyak pasar yang telah mengajukan usulan revitalisasi, hingga Jumat (16/5) belum ada satupun pasar yang mendapat persetujuan untuk mendapat dana dari pemerintah pusat.
Menurut Gesang, pasar yang menjadi prioritas revitalisasi adalah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan, terutama yang bangunannya terancam roboh, bukan yang hanya mengalami penurunan jumlah pengunjung.
“Pasar yang jadi prioritas adalah yang bangunannya terancam roboh, bukan karena sepi pengunjung,” ujarnya, menambahkan bahwa meskipun ada pasar yang membutuhkan perbaikan, tidak semua mendapat perhatian yang sama dari pemerintah pusat.
Salah satu pasar yang sudah diajukan untuk revitalisasi sejak 2023 adalah Pasar Ajibarang. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai pencairan dana untuk proyek tersebut. Bahkan, di sisi lain, sejumlah pedagang masih menolak rencana perluasan pasar melalui skema Bangun Guna Serah (BGS) oleh pihak ketiga.
“Hampir dua tahun perluasan Pasar Ajibarang belum bisa berjalan. Audiensi lanjutan juga belum ada kepastian,” ungkap Gesang, merujuk pada ketidakpastian yang ada meskipun perencanaan untuk perluasan sudah cukup lama digulirkan.
Gesang juga menegaskan bahwa meskipun ada penundaan, perjanjian kerja sama terkait perluasan pasar dengan model BGS masih tetap berlaku.
Hal ini berarti pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban untuk membongkar kios-kios yang terletak di dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sebagai bagian dari kesepakatan yang ada.
“Perjanjian masih berjalan. Kalau dikatakan menggantung, saya sepakat,” tambahnya, mengakui bahwa perjanjian yang belum terealisasi ini menjadi salah satu kendala dalam melanjutkan proyek.
Dengan tidak adanya anggaran revitalisasi dari pusat tahun ini, nasib pasar-pasar di Banyumas yang membutuhkan renovasi dan perbaikan terpaksa tertunda. P
emerintah daerah berharap agar di tahun mendatang, anggaran tersebut bisa kembali dialokasikan agar pasar-pasar yang sudah tua dan butuh perbaikan dapat segera ditangani demi kenyamanan pedagang dan pengunjung. (yda/*stch)
















