BANYUMASEKSPRES.ID, BUMDes Sriwulan Makmur di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi contoh keberhasilan pengelolaan potensi desa berbasis pariwisata. Berawal dari objek wisata dengan tiket masuk hanya Rp2.000, badan usaha milik desa ini telah membukukan pendapatan kumulatif sekitar Rp5,96 miliar hingga Agustus 2026.
Kesuksesan tersebut dicapai melalui pengembangan wisata yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dukungan masyarakat serta pengelolaan yang profesional menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Destinasi utama yang dikelola adalah Wisata Arenan Kalikesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan. Tempat ini menawarkan suasana alam yang asri dengan aliran sungai, area bermain air, serta berbagai wahana rekreasi keluarga.
Selain menjadi tempat wisata, kawasan tersebut berkembang sebagai penggerak ekonomi desa. Pendapatan yang diperoleh BUMDes dimanfaatkan kembali untuk memperbaiki fasilitas sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Pada awal operasional, harga tiket sengaja dipatok sangat murah agar mudah dijangkau semua kalangan. Strategi tersebut terbukti mampu menarik perhatian wisatawan dan memperkenalkan destinasi baru kepada masyarakat luas.
Meningkatnya jumlah pengunjung membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Pedagang, pelaku UMKM, penyedia jasa parkir, hingga pengelola wisata ikut merasakan manfaat dari berkembangnya destinasi tersebut.
BUMDes terus menambah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Berbagai wahana seperti kolam keceh, terapi ikan, area memancing, camping ground, jalur trekking, dan wisata edukasi kini melengkapi kawasan tersebut.
Perbaikan fasilitas berdampak pada meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung. Kondisi ini membuat pendapatan BUMDes terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.
Hingga Agustus 2026, total pendapatan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp5,96 miliar. Sebagian besar pemasukan berasal dari sektor wisata yang menjadi unit usaha unggulan desa.
Selain mengelola wisata, BUMDes Sriwulan Makmur juga mengembangkan sejumlah usaha lainnya. Unit usaha tersebut meliputi koperasi simpan pinjam, jasa persewaan, hingga layanan ekonomi desa yang mendukung pemasukan.
Keuntungan usaha tidak hanya menjadi aset desa semata. Sebagian besar hasilnya dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan pembangunan.
Salah satu program yang mendapat perhatian luas adalah pemberian Tunjangan Hari Raya kepada warga. Pada 2026, pemerintah desa menyalurkan THR sebesar Rp1 juta kepada kepala keluarga yang memenuhi ketentuan.
Program tersebut dibiayai dari Pendapatan Asli Desa yang bersumber dari keuntungan BUMDes. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hasil pengelolaan usaha desa dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain THR, keuntungan juga digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum dan mendukung kegiatan sosial. Pemerintah desa juga mengalokasikan dana bagi pendidikan serta merencanakan bantuan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi warga.
Keberhasilan BUMDes Sriwulan tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM, kelompok seni, dan masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaan wisata.
Kolaborasi tersebut membuat manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Bertambahnya jumlah wisatawan juga menciptakan peluang usaha baru bagi warga desa.
Pemerintah desa terus mengembangkan potensi wisata dengan menghadirkan berbagai inovasi. Paket wisata edukasi, aktivitas budaya, hingga pengalaman hidup di desa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Keindahan alam berupa persawahan, sungai, dan udara sejuk menjadi keunggulan utama kawasan wisata ini. Fasilitas penunjang seperti area parkir, gazebo, toilet, dan tempat ibadah juga terus ditingkatkan agar wisatawan semakin nyaman.
Keberhasilan BUMDes Sriwulan membuktikan bahwa potensi desa mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan baik. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan wisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan. (mdr)
















