Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BGN Tegaskan MBG Bukan Penyebab Pemangkasan Anggaran Program Lain

Evaluasi Program MBGEvaluasi Program MBG
BGN mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis dengan fokus pada validasi data penerima, insentif SPPG, serta transformasi digital.

BANYUMASEKSPRES.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan penyebab berkurangnya anggaran pemerintah untuk membiayai program-program lain.

Penegasan ini disampaikan untuk menjawab berbagai anggapan yang berkembang di tengah masyarakat, terutama di media sosial, yang mengaitkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan keterbatasan anggaran di sejumlah sektor.

Menurut BGN, narasi yang menyebut MBG menghabiskan anggaran negara hingga menyebabkan program lain kekurangan dana tidak menggambarkan kondisi pengelolaan anggaran secara menyeluruh.

Karena itu, masyarakat diminta melihat persoalan anggaran negara secara lebih utuh dan tidak menarik kesimpulan hanya dari satu program pemerintah.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan bahwa belakangan muncul berbagai pandangan yang menempatkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai penyebab berkurangnya alokasi anggaran untuk sektor-sektor lain.

Padahal, menurutnya, persoalan yang selama ini dihadapi berbagai bidang pembangunan telah ada jauh sebelum program tersebut dijalankan.

“Terkait MBG, seolah-olah menghabiskan anggaran negara. Kalau kita lihat di perkembangan media sosial, seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berkembangnya diskusi publik yang menghubungkan Program Makan Bergizi Gratis dengan berbagai persoalan pembiayaan negara.

Dalam pandangannya, anggapan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa MBG menjadi penyebab utama munculnya keterbatasan anggaran di sektor lain.

Sudaryono menjelaskan bahwa sejumlah masalah yang sering dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Berbagai tantangan pembangunan yang kini masih dihadapi pemerintah, menurutnya, tidak muncul setelah MBG dijalankan, melainkan sudah ada sebelum program tersebut hadir.

“Dulu tidak ada MBG, pupuknya juga kurang volumenya. Bahkan sekarang sudah ada MBG, pupuk disubsidi. Dulu tidak ada MBG, jaringan irigasi juga banyak yang rusak. Sekarang ada revitalisasi irigasi. Dulu tidak ada MBG, sekolah juga ada yang rusak. Jadi jangan kemudian semuanya dikaitkan dengan MBG,” katanya.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa persoalan di sektor pertanian, infrastruktur irigasi, maupun pendidikan memiliki akar masalah yang lebih kompleks.

Karena itu, menurut BGN, tidak tepat jika seluruh tantangan pembangunan yang masih terjadi saat ini langsung dikaitkan dengan keberadaan Program Makan Bergizi Gratis.

Berbagai Program Pemerintah Tetap Berjalan Bersamaan

BGN menilai pemerintah tetap menjalankan berbagai agenda pembangunan dan pelayanan publik secara paralel.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program yang berjalan berdampingan dengan berbagai kebijakan lain yang juga terus mendapatkan perhatian pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah tetap melakukan upaya pembenahan di sejumlah bidang.

Berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga dukungan terhadap sektor-sektor strategis tetap berjalan sesuai prioritas masing-masing.

Sudaryono juga menyoroti adanya anggapan yang menghubungkan kesejahteraan guru honorer dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan keberadaan MBG karena pemerintah tetap menjalankan berbagai program pembangunan dan perbaikan layanan publik secara bersamaan.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk melihat kebijakan pemerintah secara lebih komprehensif.

Setiap program memiliki tujuan, mekanisme, dan alokasi yang berbeda sehingga tidak dapat disimpulkan secara sederhana bahwa satu program menjadi penyebab berkurangnya dukungan terhadap program lainnya.

BGN Fokus Menjalankan Tugas Program MBG

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, BGN menegaskan akan tetap fokus menjalankan tugas yang telah diberikan pemerintah.

Program tersebut terus dilaksanakan sesuai mandat yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, pemerintah juga disebut terus melakukan berbagai upaya perbaikan di sejumlah sektor.

Dengan demikian, pelaksanaan MBG tidak menghalangi langkah pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

BGN berharap diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis dapat dilakukan secara objektif dengan melihat fakta dan kondisi yang ada.

Menurut lembaga tersebut, penting bagi publik untuk memahami bahwa tantangan pembangunan yang terjadi saat ini tidak bisa disederhanakan hanya dengan mengaitkannya pada satu program tertentu.

“Mari kita sama-sama pakai akal sehat. Sekarang ini sedang kita perbaiki semua,” tutupnya.(taa)

Berita Sebelumnya
Rumah Subsidi

Seperti Apa Rumah Subsidi dari Akad KPR Massal 62.000 Unit? Intip Penampakannya

Berita Selanjutnya
Wisata Arenan Kalikesek

Dari Wisata Bertiket Rp2.000, BUMDes Sriwulan Kendal Kini Raup Rp5,96 Miliar