BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Liburan di Indonesia dimanfaatkan seorang siswi asal Perancis untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara.
Saat mengunjungi Kabupaten Cilacap, siswi tersebut mengikuti kelas membatik yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan edukasi budaya ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Indonesia kepada wisatawan mancanegara.
Melalui pengalaman langsung membuat batik, peserta tidak hanya mempelajari teknik membatik, tetapi juga memahami filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan bahwa siswi asal Perancis tersebut menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti kelas membatik selama menghabiskan masa liburannya di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan asing sekaligus memperluas promosi Kabupaten Cilacap di tingkat internasional.
“Harapannya, budaya yang didapat selama berada di Cilacap bisa diceritakan kepada teman-temannya saat kembali bersekolah di Perancis. Dengan begitu, budaya Kabupaten Cilacap semakin dikenal,” ujar Achmad Fauzi.
Selain belajar teknik membatik, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah batik, makna berbagai motif, hingga nilai-nilai budaya yang menjadikan batik diakui sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia.
Melalui pendekatan edukatif tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih mendalam dibanding sekadar membeli produk batik sebagai oleh-oleh.
Program kelas membatik ini juga menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi di Kabupaten Cilacap yang memadukan unsur budaya, kreativitas, dan pembelajaran bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pelaksanaan kelas membatik turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap.
Keterlibatan organisasi tersebut dilakukan untuk membantu kelancaran kegiatan edukasi, mengingat keterbatasan jumlah personel di Perpustakaan Daerah.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, kegiatan dapat berjalan lebih optimal sekaligus memperluas pelayanan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung dari luar daerah maupun luar negeri.
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak wisatawan mancanegara yang tertarik mengenal budaya lokal.
Selain memberikan pengalaman berkesan selama berkunjung ke Indonesia, para wisatawan diharapkan dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan batik dan kekayaan budaya Kabupaten Cilacap kepada masyarakat di negara asal mereka.
Melalui promosi budaya yang dilakukan secara langsung kepada wisatawan asing, Pemerintah Kabupaten Cilacap optimistis potensi wisata budaya daerah akan semakin dikenal di tingkat internasional sekaligus mendukung pelestarian batik sebagai identitas budaya bangsa Indonesia. (jul/stch/dda)














