Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Warga Jakarta Mulai Borong Masker Imbas Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga Kesulitan Padamkan Kebakaran Rumah di Kutabanjarnegara

Air PDAM Mati Berhari-hari, Warga Kesulitan Padamkan Kebakaran Rumah di Kutabanjarnegara

Warga Padamkan Api di Tengah Krisis AirWarga Padamkan Api di Tengah Krisis Air
GOTONG ROYONG: Warga mencoba meminimalisir api merambat lebih luas dengan peralatan seadanya

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kebakaran rumah terjadi di tengah permukiman padat RT 03 RW 05, Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (6/9/2026) pagi.

Kobaran api yang muncul sekitar pukul 08.00 WIB sempat membuat warga panik karena rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk.

Warga langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan dan air seadanya.

Namun, proses pemadaman awal menghadapi kendala karena ketersediaan air di lingkungan tersebut sedang terbatas.

Aliran PDAM disebut telah mati selama beberapa hari. Di sisi lain, sejumlah sumur milik warga juga mengalami kekeringan sehingga persediaan air untuk memadamkan api sangat terbatas.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Api kemudian membesar dan menjalar ke bagian atap rumah.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergotong royong berusaha mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

Lokasi rumah yang berada di tengah permukiman padat membuat warga harus bergerak cepat.

Jarak antarrumah yang relatif berdekatan meningkatkan risiko api menjalar apabila tidak segera dikendalikan.

“Saat itu kebetulan aliran PDAM sudah mati dalam beberapa hari terakhir, selain itu banyak sumur warga yang kering sehingga semakin menyulitkan warga untuk memadamkan api,” kata Rez, warga setempat.

Dengan kondisi tersebut, warga berusaha meminimalisir penjalaran api sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Situasi mulai terkendali setelah dua unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.

Petugas langsung melakukan penanganan pada sejumlah titik api yang masih menyala.

Pemadaman kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Petugas bersama warga juga berupaya menjaga agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah korban.

Upaya tersebut akhirnya berhasil menghentikan penjalaran api. Sekitar pukul 09.00 WIB, atau satu jam setelah kebakaran diketahui, api dinyatakan berhasil dipadamkan seluruhnya.

Setelah proses pemadaman selesai, petugas memastikan kondisi di lokasi aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.

Rumah yang terbakar diketahui milik Syiam Jadi Suwito, 88 tahun. Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang berada di luar sehingga rumah dalam keadaan kosong.

Tidak adanya penghuni di dalam rumah saat kejadian membuat kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Salah satu anggota keluarga korban, Masrifan (38), membenarkan bahwa rumah dalam kondisi kosong ketika api mulai muncul.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari tungku yang masih menyala, namun untuk kepastiannya saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” ujar Masrifan.

Dugaan sementara, api kemungkinan berasal dari percikan tungku tradisional yang berada di dekat tumpukan kayu dan material yang mudah terbakar di dalam rumah.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan kronologi lengkap kejadian.

Kebakaran menyebabkan sejumlah bagian rumah hangus terbakar. Hingga berita ini dibuat, nilai kerugian material akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga bersama pihak kelurahan mulai melakukan pembersihan di sekitar lokasi. Puing-puing bangunan yang terbakar dibersihkan secara gotong royong.

Penanganan pascakebakaran dilakukan untuk membersihkan material sisa kebakaran sekaligus memastikan lingkungan sekitar kembali aman.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian warga karena kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat dengan kondisi ketersediaan air yang sedang terbatas.

Warga harus menggunakan sumber air yang tersedia untuk mencegah api meluas sebelum armada pemadam kebakaran tiba.

Kondisi tersebut membuat upaya penanganan awal menjadi lebih sulit. Kebakaran akhirnya dapat dikendalikan dalam waktu sekitar satu jam.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab pasti dan total kerugian masih menunggu hasil penyelidikan serta pendataan lebih lanjut. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Jakarta Mulai Borong Masker

Warga Jakarta Mulai Borong Masker Imbas Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau