Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
iQOO Z11 Lite Resmi Rilis, Andalkan Layar 120 Hz dan Baterai 6.500 mAh
Dosen Merapat! Beasiswa BPDDI 2026 Buka Kesempatan Kuliah S3 Gratis

Dosen Merapat! Beasiswa BPDDI 2026 Buka Kesempatan Kuliah S3 Gratis

Beasiswa BPDDIBeasiswa BPDDI
Beasiswa BPDDI 2026 menawarkan program doktor bagi dosen Indonesia melalui skema kemitraan pendanaan. Simak komponen dana, syarat penerima, cara pengajuan, dan jadwal seleksinya.

BANYUMASEKSPRES.ID, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menawarkan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI).

Program Beasiswa BPDDI 2026 tersebut menggunakan skema kemitraan pendanaan atau co-funding bersama perguruan tinggi mitra yang ditunjuk.

Beasiswa ini ditujukan bagi dosen pada perguruan tinggi mitra di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang ingin melanjutkan pendidikan doktor.

Studi doktor atau S3 dapat ditempuh penerima Beasiswa BPDDI 2026 pada perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri sesuai ketentuan.

Sasaran BPDDI Kemitraan mencakup dosen perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek, baik PTN maupun PTS.

Program ini ditujukan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan doktor dan memperoleh dukungan pembiayaan bersama dari perguruan tinggi asal.

Skema co-funding tersebut membuat pembiayaan studi dibagi antara BPDDI dengan perguruan tinggi mitra sesuai komponen pendanaan.

Mengutip booklet sosialisasi Beasiswa BPDDI, terdapat beberapa komponen dana yang akan diterima langsung oleh awardee selama menjalani pendidikan.

Awardee Beasiswa BPDDI 2026 mendapatkan dana hidup bulanan sebagai salah satu komponen pendanaan selama masa studi berlangsung.

Selain dana hidup, penerima juga memperoleh dana transportasi kedatangan dan kepulangan yang diberikan satu kali selama masa studi.

Komponen berikutnya adalah dana kedatangan atau settlement allowance yang diberikan untuk membantu kebutuhan penerima ketika memulai masa pendidikan.

Awardee juga memperoleh dana insentif publikasi sebagai bagian dari dukungan pembiayaan selama menjalani studi doktor melalui program tersebut.

Sementara itu, sejumlah komponen biaya lainnya menjadi tanggungan perguruan tinggi mitra dalam skema kemitraan pendanaan BPDDI 2026.

Biaya yang ditanggung perguruan tinggi mitra mencakup SPP atau tuition fee sesuai ketentuan program pendidikan yang ditempuh awardee.

Perguruan tinggi mitra juga menanggung biaya pendaftaran, penelitian atau disertasi, serta komponen pendanaan lainnya sesuai skema.

Untuk skema joint atau dual degree, perguruan tinggi mitra turut menanggung dana asuransi kesehatan selama masa studi penerima.

Biaya visa juga menjadi tanggungan perguruan tinggi mitra khusus untuk penerima yang mengikuti skema joint atau dual degree tersebut.

Di samping mengetahui komponen dana, calon peserta juga perlu memperhatikan persyaratan Beasiswa BPDDI 2026 sebelum mengajukan program.

Kandidat wajib merupakan Warga Negara Indonesia atau WNI yang memenuhi seluruh ketentuan sebagai calon penerima beasiswa.

Pendaftar harus berstatus dosen tetap atau tidak tetap di bawah koordinasi Kemdiktisaintek dan memiliki NIDN atau NUPTK.

Nomor identitas dosen tersebut harus terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDDikti sebagai bagian persyaratan administrasi.

Khusus dosen tidak tetap, perguruan tinggi diwajibkan membuat surat perjanjian mengenai kesediaan dosen bekerja sesuai minimal waktu ikatan dinas.

Bagi dosen yang melaksanakan jabatan fungsional, batas usia maksimal calon penerima adalah 57 tahun per 31 Desember 2026.

Sementara dosen yang meninggalkan jabatan fungsional memiliki batas usia maksimal 53 tahun untuk mengikuti program Beasiswa BPDDI tersebut.

Kandidat juga tidak diperbolehkan sedang menjalani pendidikan pada satuan pendidikan lain ketika mengajukan Beasiswa BPDDI 2026.

Selain itu, pendaftar tidak boleh sedang menempuh jenjang pendidikan yang sama dengan program pendidikan yang telah diselesaikan.

Calon penerima juga tidak boleh mendapatkan beasiswa dari sumber lain yang menyebabkan pendanaan ganda pada komponen sama.

Persyaratan lainnya, kandidat harus diterima pada perguruan tinggi dalam negeri untuk mengikuti studi pada semester Gasal 2026/2027.

Bukti penerimaan tersebut berupa Surat Keterangan Diterima Tanpa Syarat atau Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi.

Pengajuan Beasiswa BPDDI 2026 dilakukan melalui email PPAPT dengan mengirimkan proposal sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Proposal dapat dikirim melalui email ppapt-bpi@kemdiktisaintek.go.id menggunakan subject “Pengajuan Proposal BPDDI Kemitraan Pendanaan 2026_Nama PT”.

Setelah proposal diterima, PPAPT akan melakukan seleksi administrasi terhadap dokumen yang diajukan oleh perguruan tinggi mitra.

Perguruan tinggi mitra yang lolos tahap review administrasi kemudian akan mendapatkan undangan untuk mengikuti proses seleksi berikutnya.

Tahapan tersebut dilanjutkan dengan proses penetapan perguruan tinggi yang dinyatakan lolos dan berhak memperoleh Beasiswa BPDDI 2026.

Rangkaian seleksi Beasiswa BPDDI 2026 dimulai dengan penawaran program yang dijadwalkan pada 23 Juli 2026.

Selanjutnya, sosialisasi dan penyamaan persepsi dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026 sebelum proposal mulai disusun.

Tahap penyusunan dan pengiriman proposal berlangsung pada 24 hingga 31 Juli 2026 sesuai jadwal seleksi yang ditetapkan.

Setelah itu, review administrasi proposal dijadwalkan berlangsung pada 1 sampai 6 Agustus 2026 sebagai tahapan seleksi berikutnya.

Seleksi substansi proposal kemudian dilaksanakan pada 10 hingga 11 Agustus 2026 sebelum masuk tahap akhir penetapan penerima.

Penetapan hasil seleksi Beasiswa BPDDI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026 sesuai rangkaian program tersebut.

Dengan skema co-funding, Beasiswa BPDDI 2026 menjadi kesempatan bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan doktor dengan dukungan pembiayaan bersama.

Calon peserta perlu memastikan persyaratan, dokumen, dan jadwal pengajuan dipenuhi agar proposal dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi. (vip)

Berita Sebelumnya
IQOO Z11

iQOO Z11 Lite Resmi Rilis, Andalkan Layar 120 Hz dan Baterai 6.500 mAh