BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Musim kemarau yang mulai mencapai puncaknya berdampak pada kondisi ruang terbuka hijau di Kabupaten Purbalingga.
Hamparan rumput di Alun-alun Purbalingga kini tampak menguning akibat minimnya curah hujan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Perubahan kondisi rumput tersebut menjadi perhatian masyarakat karena alun-alun merupakan salah satu ruang publik yang setiap hari digunakan untuk berolahraga, bersantai, maupun berbagai kegiatan masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga, Bambang Triono, menjelaskan bahwa menguningnya rumput merupakan dampak dari musim kemarau yang sedang berlangsung.
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain yang mengalami penurunan curah hujan.
“Seperti terjadi di beberapa daerah lainnya, rumput alun-alun juga mulai menguning karena musim kemarau,” katanya, Jumat (24/7).
Bambang mengatakan, pihaknya tetap melakukan perawatan terhadap rumput dan tanaman di kawasan alun-alun.
Namun, keterbatasan anggaran membuat intensitas penyiraman belum dapat dilakukan setiap hari sebagaimana kebutuhan ideal selama musim kemarau.
Saat ini, penyiraman hanya dilakukan dua hari sekali dengan menyesuaikan kemampuan anggaran operasional yang tersedia.
“Karena keterbatasan anggaran, kami hanya bisa menyirami tanaman dan rumput alun-alun dua hari sekali,” jelasnya.
Dalam satu kali penyiraman, DLH membutuhkan sekitar 20 ribu liter air.
Air tersebut diangkut menggunakan empat unit mobil tangki untuk menjangkau seluruh area rumput dan tanaman di kawasan Alun-alun Purbalingga.
Selain penyiraman rutin, petugas juga menambah penyiraman menjelang alun-alun digunakan untuk kegiatan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kawasan tetap nyaman saat menjadi lokasi berbagai aktivitas publik.
Meski demikian, Bambang mengakui frekuensi penyiraman yang hanya dilakukan dua hari sekali belum mampu mempertahankan warna hijau rumput secara optimal selama musim kemarau.
“Kalau ideal memang setiap hari disiram. Tapi kami menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, upaya menjaga kondisi rumput tidak hanya dilakukan oleh DLH.
Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Purbalingga juga turut membantu proses penyiraman.
Pada Kamis (23/7) sore, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyiram rumput dan tanaman di kawasan Alun-alun Purbalingga.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan sekaligus membantu mempertahankan kondisi ruang terbuka hijau di tengah musim kemarau.
Musim kemarau memang menjadi tantangan bagi pengelolaan taman kota dan ruang terbuka hijau.
Selain membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar, perawatan juga memerlukan dukungan anggaran yang memadai agar penyiraman dapat dilakukan secara rutin.
DLH berharap masyarakat turut menjaga fasilitas umum yang ada di kawasan alun-alun, termasuk tidak merusak rumput dan tanaman yang sedang mengalami tekanan akibat cuaca kering.
Dengan perawatan yang terus dilakukan dan dukungan berbagai pihak, kondisi ruang terbuka hijau tersebut diharapkan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. (tya/stch/dda)
















