Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Disnaker Banjarnegara Tingkatkan Kompetensi SDM Lewat 17 Program Pelatihan Kerja
Festival Film Dokumenter Pelajar Kebumen 2026 Cetak Talenta Muda Perfilman

Festival Film Dokumenter Pelajar Kebumen 2026 Cetak Talenta Muda Perfilman

Pelajar Ikuti Lomba Film DokumenterPelajar Ikuti Lomba Film Dokumenter

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kreativitas pelajar di Kabupaten Kebumen kembali mendapat panggung melalui MD Docu Fest 2026, festival film dokumenter tingkat SMA/SMK sederajat yang diselenggarakan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan karya dokumenter yang mengangkat berbagai isu sosial, budaya, hingga potensi daerah dengan pendekatan visual yang kreatif dan inspiratif.

Dalam ajang tersebut, SMK Negeri 1 Kebumen berhasil meraih predikat juara pertama setelah tampil memukau di hadapan dewan juri.

Posisi juara kedua diraih MA Padureso, sedangkan MAN 2 Kebumen menempati peringkat ketiga.

Sementara itu, SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen berhasil membawa pulang penghargaan Juara Favorit.

Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia, Ari Waluyo SST MM MOs, menjelaskan bahwa MD Docu Fest 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Dies Natalis ke-24 kampus tersebut.

Festival ini diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MD sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas pelajar di bidang perfilman, khususnya film dokumenter.

Menurut Ari, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan di masyarakat melalui karya visual yang informatif dan memiliki nilai edukasi.

“Kegiatan yang diinisiasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MD menjadi ajang bagi para pelajar untuk menampilkan karya dokumenter yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu mengangkat berbagai isu sosial, budaya, dan potensi daerah,” ujarnya, Senin (27/7).

Ia menambahkan, melalui MD Docu Fest, pihak kampus ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar untuk mengekspresikan gagasan mereka melalui film dokumenter.

Para peserta didorong mengangkat realitas sosial, budaya lokal, maupun potensi daerah dengan sudut pandang yang objektif, kreatif, serta memiliki pesan yang kuat bagi masyarakat.

Selama kompetisi berlangsung, setiap tim mempresentasikan karya film dokumenter di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan profesional di industri perfilman.

Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas penyajian cerita, teknik pengambilan gambar, kreativitas, penyuntingan video, hingga kekuatan pesan yang disampaikan dalam film.

Beragam tema diangkat oleh para peserta. Mulai dari pelestarian budaya lokal, kehidupan masyarakat, potensi wisata, hingga berbagai isu sosial yang dikemas dalam bentuk dokumenter yang menarik dan mudah dipahami.

Keberagaman tema tersebut menunjukkan tingginya kepedulian pelajar terhadap lingkungan sekitar sekaligus kemampuan mereka dalam mengolah informasi menjadi karya visual yang berkualitas.

Ari berharap MD Docu Fest dapat terus diselenggarakan sebagai agenda tahunan yang mampu melahirkan lebih banyak talenta muda di bidang perfilman.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi kreatif bagi pelajar di Kebumen dan daerah sekitarnya.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang produksi film dokumenter.

Dengan pengalaman yang diperoleh melalui kompetisi seperti ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang semakin berkualitas dan berpeluang bersaing pada tingkat regional maupun nasional.

Melalui penyelenggaraan MD Docu Fest 2026, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman di kalangan generasi muda.

Festival ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya sineas-sineas muda berbakat yang mampu mengangkat kekayaan budaya, potensi daerah, dan berbagai persoalan sosial melalui karya dokumenter yang inspiratif serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pelatihan Kerja Bantu Warga Buka Usaha

Disnaker Banjarnegara Tingkatkan Kompetensi SDM Lewat 17 Program Pelatihan Kerja