BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap terus berupaya menarik minat investor untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui ajang KUNCI BERSAMA Summit 2026 yang digelar di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (27/7/2026), Pemkab Cilacap mempromosikan empat proyek investasi strategis dengan total nilai lebih dari Rp695 miliar kepada sekitar 200 investor nasional dan internasional.
Keempat proyek tersebut dipilih karena dinilai memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, didukung ketersediaan sumber daya alam, serta sejalan dengan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain mendorong hilirisasi sektor unggulan, proyek-proyek ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cilacap.
Paparan peluang investasi disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Cilacap, Ferry Adi Dharma, yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap.
Menurut Ferry, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menawarkan berbagai sektor potensial yang siap dikembangkan bersama mitra usaha.
“Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, kami ingin memperkenalkan peluang investasi yang siap dikembangkan bersama para mitra usaha,” katanya.
Empat proyek investasi yang dipromosikan meliputi Industri Udang Terpadu di Kecamatan Binangun, Industri Kelapa Terpadu di Kecamatan Kesugihan, Kawasan Khusus Perikanan Terpadu di Karangkandri, serta Integrasi Kaliandra di Kecamatan Bantarsari yang dikembangkan dengan konsep berbasis energi hijau.
Dari seluruh proyek tersebut, Industri Udang Terpadu menjadi investasi dengan nilai terbesar, yakni sekitar Rp550 miliar.
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan industri perikanan modern yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas udang sekaligus memperkuat sektor ekspor daerah.
Sementara itu, Industri Kelapa Terpadu membutuhkan investasi sekitar Rp66,6 miliar.
Proyek ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi komoditas kelapa melalui proses hilirisasi sehingga menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.
Selanjutnya, Kawasan Khusus Perikanan Terpadu di Karangkandri diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp66,76 miliar.
Kawasan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan perikanan yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil perikanan.
Adapun proyek Integrasi Kaliandra di Kecamatan Bantarsari diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp12 miliar.
Program ini dikembangkan dengan pendekatan energi hijau sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan di Kabupaten Cilacap.
Selain menawarkan berbagai peluang investasi baru, Pemkab Cilacap juga membawa capaian positif dalam realisasi investasi daerah sebagai modal untuk meningkatkan kepercayaan calon investor.
Berdasarkan data hingga Triwulan II Tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Cilacap telah mencapai Rp3,104 triliun.
Nilai investasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, termasuk penyerapan 219.467 tenaga kerja serta keterlibatan 3.338 pelaku usaha yang telah menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Menurut Ferry, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Cilacap memiliki daya tarik investasi yang kuat dan didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, infrastruktur yang terus berkembang, serta komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan kepada para investor.
“Keempat proyek tersebut dipilih karena memiliki prospek pasar yang baik, didukung ketersediaan sumber daya, dan sejalan dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandasnya.
Forum KUNCI BERSAMA Summit 2026 sendiri menjadi wadah strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor dari berbagai wilayah.
Melalui forum tersebut, diharapkan terjalin kerja sama investasi yang mampu memperkuat kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pemkab Cilacap berharap promosi investasi ini dapat menarik lebih banyak investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor unggulan.
Dengan meningkatnya investasi, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat, lapangan kerja bertambah, daya saing industri meningkat, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cilacap dapat terus mengalami peningkatan. (jul/stch/dda)














