Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Masa Tunggu Haji Banjarnegara Turun Jadi 28 Tahun, Kemenhaj Imbau Masyarakat Daftar Sejak Dini
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas Siap Beroperasi, MPLS Dimulai 29 Juli 2026

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas Siap Beroperasi, MPLS Dimulai 29 Juli 2026

MPLS Sekolah Rakyat DimajukanMPLS Sekolah Rakyat Dimajukan
MENINJAU: Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama jajaran Forkopimda meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas di Desa Karangcegak menjelang dimulainya MPLS pada 29 Juli 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas dipastikan siap memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 29 Juli 2026.

Jadwal tersebut dimajukan sehari dari rencana sebelumnya setelah seluruh fasilitas pendidikan, asrama, hingga sarana pendukung dinyatakan siap digunakan.

Kesiapan tersebut dipastikan usai Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan langsung ke kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas yang berada di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Senin (27/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur pendidikan telah memenuhi standar sebelum para siswa mulai mengikuti kegiatan MPLS dan proses belajar mengajar.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi kualitas bangunan serta kelengkapan fasilitas yang dimiliki Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas.

Menurutnya, sekolah tersebut memiliki sarana yang sangat representatif untuk menunjang pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ini sekolah rakyat, tapi luar biasa gedungnya megah sekali. Tadi sudah dicek semua fasilitasnya, untuk listrik dan air sudah siap, kemudian dapur untuk sementara menggunakan layanan catering,” kata Sadewo.

Ia menjelaskan, Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Karena itu, Sadewo mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama bagi anak-anak yang hingga kini belum memperoleh sekolah dan selama kuota penerimaan masih tersedia.

“Untuk orang tua yang masuk desil 1 dan 2 dan anak-anaknya belum mendapatkan sekolah, silakan memanfaatkan kesempatan ini. Jangan ragu karena fasilitas sekolahnya sangat baik dan tenaga pendidiknya juga berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Siti Isbandiyah, mengatakan percepatan jadwal pembukaan MPLS dilakukan setelah seluruh persiapan dinilai telah selesai.

Menurutnya, seluruh sarana pembelajaran, asrama, hingga kebutuhan operasional sekolah telah siap sehingga tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan kegiatan.

“Percepatan opening dimajukan ke tanggal 29 Juli karena secara sarana dan kesiapan kita sudah dinilai matang. Setelah opening akan dilanjutkan dengan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga proses pembelajaran diharapkan mulai efektif pada 1 Agustus,” jelasnya.

Saat ini jumlah peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas mencapai 299 siswa, yang terdiri atas 50 siswa existing dan 249 siswa baru.

Namun demikian, data tersebut masih bersifat dinamis karena proses pemenuhan kuota peserta didik dari jenjang SD menuju SMP maupun SMA masih terus berlangsung.

“Kami masih melakukan penjangkauan untuk memenuhi alokasi siswa pada jenjang berikutnya. Hal itu juga sudah kami koordinasikan bersama Bupati agar prosesnya dapat dipercepat,” tambah Siti.

Sebagai sekolah berkonsep terintegrasi, Sekolah Rakyat Banyumas dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk menunjang kegiatan belajar sekaligus pembinaan karakter peserta didik.

Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas yang nyaman, asrama putra dan putri, asrama guru, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gedung serbaguna, dapur, tempat ibadah, hingga sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer.

Keberadaan asrama memungkinkan peserta didik memperoleh pembinaan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemandirian.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan.

Dengan kesiapan fasilitas, tenaga pendidik, serta dukungan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas diharapkan mampu mencetak generasi yang berprestasi sekaligus menjadi model pengembangan pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Masa Tunggu Haji Turun Jadi 28 Tahun

Masa Tunggu Haji Banjarnegara Turun Jadi 28 Tahun, Kemenhaj Imbau Masyarakat Daftar Sejak Dini