BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Masyarakat Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, kini semakin mudah mengakses layanan transportasi umum.
Halte Kalibenda Lesmana resmi menjadi titik pemberhentian baru Trans Banyumas Koridor 1 dan mulai diaktivasi sejak 8 Agustus 2026.
Penambahan halte tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi publik agar semakin dekat dengan permukiman warga.
Dengan adanya titik pemberhentian baru, masyarakat Desa Lesmana dan sekitarnya tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mendapatkan layanan Trans Banyumas.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengatakan keberadaan Halte Kalibenda Lesmana diharapkan dapat meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
“Halte Kalibenda Lesmana merupakan halte baru di Koridor 1 yang mulai diaktivasi sejak 8 Agustus,” kata Ipoeng, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, penambahan halte dilakukan untuk semakin mendekatkan layanan Trans Banyumas kepada masyarakat.
Lokasi pemberhentian yang lebih dekat dengan kawasan permukiman diharapkan membuat warga memiliki akses transportasi yang lebih praktis untuk menunjang berbagai aktivitas.
“Harapannya tentu masyarakat bisa semakin mudah menggunakan layanan Trans Banyumas, khususnya warga di sekitar Desa Lesmana,” ujarnya.
Kehadiran halte baru tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya Alfina, mahasiswa yang rutin menggunakan Trans Banyumas untuk bepergian menuju Purwokerto.
Sebelum Halte Kalibenda Lesmana diaktifkan, Alfina harus berjalan cukup jauh menuju titik pemberhentian di depan SMAN.
Dalam kondisi tertentu, ia bahkan harus meminta bantuan ayahnya untuk mengantarkan hingga lokasi tersebut agar bisa melanjutkan perjalanan menggunakan bus.
Kini, kondisi tersebut berubah. Dengan adanya halte yang lebih dekat dari rumah, Alfina dapat mengakses Trans Banyumas dengan lebih mudah.
“Senang akhirnya ada halte dekat rumah. Biasanya jalan sampai depan SMAN dan diantar ayah untuk naik Trans Banyumas, sekarang tidak perlu lagi,” ungkap Alfina.
Bagi mahasiswa tersebut, kemudahan akses menjadi salah satu alasan dirinya tetap memilih Trans Banyumas sebagai moda transportasi untuk bepergian ke Purwokerto.
Keberadaan halte yang lebih dekat membuat perjalanan menuju lokasi pemberhentian menjadi lebih singkat.
Hal ini sekaligus memberikan pilihan transportasi yang lebih praktis bagi warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau ingin mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Penambahan Halte Kalibenda Lesmana menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas transportasi publik di Banyumas.
Layanan bus Trans Banyumas tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga warga di kawasan yang berada di sepanjang jalur pelayanan.
Kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat bersedia menggunakan transportasi umum secara rutin.
Semakin dekat halte dengan tempat tinggal atau aktivitas masyarakat, semakin kecil pula hambatan warga untuk memilih bus sebagai sarana mobilitas.
Bagi pelajar dan mahasiswa, misalnya, akses halte yang dekat dapat membantu perjalanan menuju sekolah atau kampus.
Sementara bagi masyarakat umum, layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk bekerja, berbelanja maupun melakukan aktivitas lainnya.
Halte Kalibenda Lesmana juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Purwokerto.
Dengan adanya titik pemberhentian yang lebih dekat, warga Desa Lesmana memiliki akses yang lebih praktis menuju jaringan transportasi umum.
Pengembangan layanan transportasi publik seperti ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari.
Selain memberikan kemudahan mobilitas, penggunaan transportasi umum juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien.
Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan bus, kebutuhan perjalanan dengan kendaraan pribadi dapat ditekan.
Bagi warga Desa Lesmana, kehadiran halte baru kini membuat layanan Trans Banyumas terasa lebih dekat.
Tidak lagi harus berjalan jauh menuju titik pemberhentian sebelumnya, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas transportasi umum dari lokasi yang lebih mudah dijangkau.
Dengan demikian, aktivasi Halte Kalibenda Lesmana bukan sekadar penambahan satu titik pemberhentian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi umum yang lebih dekat, mudah diakses dan mendukung mobilitas masyarakat Banyumas. (zet/stch/dda)














