BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Tumpukan limbah serbuk kayu di sebuah pabrik milik Lutfi Rizal (44) di Desa Dawuhan Wetan RT 01/RW 01, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, terbakar pada Rabu (19/8/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut sempat membuat api merambat ke bagian atap bangunan pabrik.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat sehingga api berhasil dijinakkan dan tidak sampai meluas ke seluruh bangunan.
Kepala UPT Damkar Banyumas Andaru Budilaksono mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 00.20 WIB.
Setelah menerima laporan, Regu 1 Pos Damkar Tan Induk langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 00.34 WIB.
“Diduga penyebabnya puntung rokok yang dibuang ke serbuk kayu,” kata Andaru.
Menurut Andaru, kebakaran diduga bermula setelah aktivitas karyawan pabrik yang melakukan proses memuat kayu hingga Selasa (18/8) petang.
Diduga salah seorang karyawan membuang puntung rokok ke area tumpukan serbuk kayu.
Material serbuk kayu yang mudah terbakar kemudian diduga menjadi pemicu munculnya api.
Sekitar pukul 22.30 WIB, api mulai terlihat membesar. Karyawan yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Upaya tersebut sempat berhasil meredam api. Namun, kondisi tersebut ternyata belum sepenuhnya membuat kebakaran padam.
“Namun, sekitar pukul 00.10 WIB, api kembali membesar sehingga saksi bernama I’un menghubungi Pos Damkar,” ujar Andaru.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung berupaya mengendalikan kobaran api yang membakar tumpukan limbah serbuk kayu.
Dalam proses penanganan, kobaran api sempat merambat ke bagian atap bangunan pabrik.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Petugas melakukan pemadaman hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sekitar pukul 02.00 WIB.
Andaru mengatakan upaya pemadaman berhasil mencegah api meluas dan menghanguskan bagian bangunan lainnya.
“Syukur berhasil dijinakkan, sehingga api tidak sampai merembet lebih luas,” ujarnya.
Penanganan kebakaran dilakukan dengan dukungan sejumlah pihak. Selain personel Damkar Banyumas, proses pemadaman juga dibantu Ambulans Kitty Group, relawan, serta warga sekitar.
Kerja sama tersebut membantu petugas mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang ke tumpukan serbuk kayu.
Material serbuk kayu memiliki karakter mudah terbakar sehingga keberadaan sumber api kecil dapat menimbulkan risiko kebakaran.
Meski demikian, penyebab tersebut masih berdasarkan dugaan awal sebagaimana disampaikan pihak pemadam kebakaran.
Penelusuran lebih lanjut dapat dilakukan untuk memastikan kronologi dan sumber api secara lebih jelas.
Kejadian ini juga menunjukkan risiko kebakaran yang dapat muncul dari limbah produksi apabila tidak dikelola dan ditempatkan dengan baik, terutama ketika berada di dekat sumber panas atau api.
Dalam kebakaran pabrik di Desa Dawuhan Wetan tersebut, tidak ada korban jiwa.
Petugas dan pihak yang berada di lokasi berhasil menangani kejadian hingga api dinyatakan berhasil dijinakkan.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses perhitungan.
Kerugian diperkirakan akan dihitung berdasarkan kerusakan pada tumpukan limbah maupun bagian bangunan yang terdampak api.
Keberhasilan petugas mencegah api meluas menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran.
Sebab, apabila kobaran api terus merambat ke bagian lain bangunan, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan berpotensi menjadi lebih besar.
Kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi pengelola pabrik dan pekerja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api, termasuk puntung rokok, terutama di area yang terdapat material mudah terbakar seperti serbuk kayu.
Pengelolaan limbah produksi, larangan merokok di area tertentu, serta kesiapan alat pemadam juga penting untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan industri.
Hingga api berhasil dipadamkan, seluruh proses penanganan berjalan dengan aman dan tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian kebakaran pabrik tersebut. (zet/stch/dda)
















