Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rumah Tangga Bunga Zainal dan Sukhdev Singh Nyaris Retak Gegara Kasus Penipuan 2 Miliar

Rumah Tangga Nyaris RetakRumah Tangga Nyaris Retak
Bunga Zainal

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Rumah tangga aktris Bunga Zainal dan suaminya, Sukhdev Singh, sempat mengalami masa sulit akibat persoalan hukum yang melibatkan sahabat dekat mereka berinisial DH.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut bahkan disebut sempat memicu perdebatan sengit di antara pasangan tersebut.

Persoalan bermula ketika DH diperkenalkan Bunga Zainal kepada Sukhdev Singh untuk menjalin kerja sama bisnis.

Namun, hubungan yang awalnya dibangun atas dasar kepercayaan tersebut kemudian berujung pada dugaan penipuan dan penggelapan dana dengan nilai kerugian mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Masalah bisnis itu kemudian berkembang menjadi persoalan hukum. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap kehidupan rumah tangga Bunga dan Sukhdev.

Sukhdev Singh mengakui bahwa persoalan hukum yang berlangsung cukup panjang tersebut memberikan dampak terhadap hubungan rumah tangganya dengan Bunga Zainal.

Pasalnya, DH merupakan orang yang sebelumnya dikenalkan oleh Bunga kepada Sukhdev.

Ketika masalah tersebut berkembang menjadi perkara hukum, situasi antara pasangan suami istri itu menjadi tidak nyaman.

“Oke, jadi persoalan hubungan suami istri awalnya ya pasti kena (dampaknya), karena dia (Bunga) mengenalkan saudari DH ini ke saya. Ya bagaimanapun hubungan tuh jadi tidak enak, apalagi ini sampai kasus ini dibawa ke ranah hukum,” ujar Sukhdev Singh.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kerugian finansial. Proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun juga disebut memberikan tekanan mental kepada Sukhdev.

Kuasa hukum Sukhdev, Rayvindo Sinuraya, mengatakan persoalan tersebut sempat menjadi sumber perdebatan dalam rumah tangga kliennya.

Menurutnya, kondisi itu tidak terlepas dari hubungan awal antara DH dan Bunga.

“Bahkan dalam rumah tangga bisa dibilang menjadi perdebatan ini, karena mengingat DH ini kan kawannya Bunga awalnya,” ujar Rayvindo.

Menurut pihak Sukhdev, nilai kerugian dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Rayvindo menyebut Sukhdev selama lebih dari dua tahun harus berkonsentrasi menghadapi persoalan hukum tersebut.

Situasi itu tentu memberikan beban tersendiri bagi Sukhdev maupun keluarganya.

“Kerugian kita dalam hal ini Rp2 miliar lebih. Bahkan kalau dicerita yang dirugikan di sini, 2 tahun lebih terfokusnya Pak Sukhdev ini terganggu,” kata Rayvindo.

Kasus tersebut kemudian memasuki proses hukum yang cukup panjang. Pihak Sukhdev berharap perkara pidana yang sempat dihentikan dapat kembali dibuka sehingga persoalan tersebut bisa mendapatkan penyelesaian sesuai ketentuan hukum.

Sukhdev Singh datang ke Bareskrim untuk menjalani gelar perkara khusus. Kedatangannya dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperjuangkan kembali laporan polisi yang sebelumnya dihentikan pada Juni 2026.

Sukhdev berharap proses tersebut dapat membuka kembali perkara pidana yang dilaporkannya.

Ia juga ingin persoalan tersebut diproses secara transparan sehingga memberikan kepastian hukum.

Menurutnya, fakta-fakta dan bukti yang telah diserahkan kepada pihak berwenang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, persoalan perdata yang berkaitan dengan perkara tersebut justru telah mendapatkan putusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Sukhdev mengungkapkan bahwa pihaknya telah memenangkan gugatan perdata terhadap DH hingga tingkat kasasi.

Dengan demikian, proses hukum perdata tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Secara perdata sebenarnya kasus ini sudah inkracht yang dilaporkan kita. Sudah inkracht dari gugatan banding, kasasi, ya, itu sudah dimenangkan oleh kita semua. Dan dia wajib untuk membayar senilai Rp5 miliar 500 sekian juta,” kata Sukhdev.

Putusan tersebut menjadi perkembangan positif bagi Sukhdev dari sisi hukum perdata.

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses eksekusi terhadap putusan tersebut.

Di sisi lain, untuk perkara pidana, Sukhdev masih menunggu langkah selanjutnya dari pihak kepolisian.

Ia menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum dengan harapan perkara dapat ditangani secara profesional dan berdasarkan fakta serta bukti yang tersedia.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana persoalan bisnis dapat berdampak jauh lebih luas, termasuk terhadap hubungan pribadi dan keluarga.

Bagi Sukhdev dan Bunga Zainal, proses hukum yang berjalan selama bertahun-tahun menjadi ujian tersendiri bagi kehidupan rumah tangga mereka.

Meski sempat mengalami ketegangan dan perdebatan, persoalan tersebut kini terus diperjuangkan melalui jalur hukum.

Sementara putusan perdata telah dimenangkan hingga kasasi, pihak Sukhdev masih berharap perkara pidana dapat kembali dibuka dan memberikan penyelesaian yang dianggap adil. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jadi Nama Jalan untuk Mengenang Perjuangan

Herman Fernandez Diabadikan Jadi Nama Jalan di Sidobunder Kebumen

Berita Selanjutnya
Misi MMX Segera Meluncur ke Bulan Mars

Jepang Siapkan Misi MMX ke Phobos, Ungkap Asal-usul Tata Surya