BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Mahasiswa IAINU Kebumen yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa menggelar Sharing Session bersama akademisi asal Pakistan.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat internasional.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa IAINU Kebumen berdiskusi langsung dengan Atiya Shad, praktisi pendidikan asal Pakistan yang juga merupakan seorang Hafidz Qur’an.
Saat ini, Atiya sedang menempuh Program Doktor Studi Islam di UIN Saizu Purwokerto.
Kehadiran akademisi dari Pakistan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa.
Mereka tidak hanya memperoleh materi melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dapat berkomunikasi secara langsung dengan seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan dan budaya berbeda.
Salah satu fokus utama kegiatan Sharing Session tersebut adalah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mempraktikkan kemampuan Bahasa Inggris secara langsung.
Melalui dialog dan diskusi bersama Atiya Shad, mahasiswa dapat mencoba menggunakan Bahasa Inggris dalam suasana yang lebih santai dan interaktif.
Metode seperti ini dinilai dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri ketika berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan Pakistan maupun pengalaman akademik pemateri.
Diskusi berlangsung dengan antusias karena topik yang dibahas cukup beragam.
Mahasiswa tidak hanya membicarakan persoalan akademik, tetapi juga mengangkat tema kehidupan sehari-hari dan perbedaan budaya antarnegara.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa IAINU Kebumen membahas sejumlah topik menarik, mulai dari praktik keislaman di Pakistan, budaya masyarakat Pakistan, sistem pendidikan, hingga culture shock.
Pembahasan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat di negara lain secara lebih dekat.
Pertukaran pengalaman juga membuat peserta memahami bahwa perbedaan budaya tidak harus menjadi penghalang dalam membangun komunikasi.
Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman baru.
Mahasiswa memperoleh berbagai informasi yang mungkin tidak mereka dapatkan hanya melalui buku atau materi perkuliahan.
Kegiatan tersebut juga mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai persoalan dari perspektif yang lebih luas.
Perbedaan latar belakang sosial dan budaya menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Selain meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, Sharing Session bersama akademisi Pakistan tersebut juga memberikan manfaat dalam membangun karakter mahasiswa.
Interaksi langsung dengan akademisi dari luar negeri dapat mendorong berkembangnya sikap toleransi, keterbukaan, serta rasa ingin tahu terhadap keberagaman budaya dan sosial.
Mahasiswa diajak untuk memahami perbedaan perspektif tanpa kehilangan identitas dan nilai yang dimiliki.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global.
Wakil Rektor I IAINU Kebumen, Faisal MAg, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digelar UKM Bahasa tersebut.
Menurut Faisal, kegiatan semacam ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus belajar langsung dari pengalaman akademisi internasional.
“Melalui kegiatan ini, pihak institut berharap mahasiswa semakin terbuka terhadap keberagaman budaya dan memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman akademisi internasional,” ujar Faisal dalam keterangan persnya, Selasa (18/8/2026).
Ketua Lembaga Bahasa IAINU Kebumen, Nadia Raifah Nawa Kartika, MPd, menambahkan bahwa manfaat kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bahasa dan komunikasi.
Menurutnya, interaksi dengan akademisi dari berbagai latar belakang juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik internasional.
Kegiatan seperti Sharing Session dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang pendidikan, pengalaman akademik, serta lingkungan global yang lebih luas.
“Selain memperkuat kemampuan bahasa dan komunikasi, kegiatan semacam ini juga menjadi langkah untuk membangun jejaring akademik dan memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, UKM Bahasa IAINU Kebumen turut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih terbuka dan interaktif.
Pengalaman berdialog langsung dengan akademisi asal Pakistan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan.
Mahasiswa dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, memperluas wawasan internasional, serta membangun kesiapan menghadapi dunia akademik dan profesional yang semakin global. (cah/stch/dda)














