Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Jepang Siapkan Misi MMX ke Phobos, Ungkap Asal-usul Tata Surya
Nasib Purbalingga Islamic Centre Masih Tidak Jelas, Proyek Puluhan Miliar Mangkrak Sejak 2018

Nasib Purbalingga Islamic Centre Masih Tidak Jelas, Proyek Puluhan Miliar Mangkrak Sejak 2018

Pembangunan PIC Dipastikan Kembali MangkrakPembangunan PIC Dipastikan Kembali Mangkrak
MANGKRAK: Kondisi bangunan Purbalingga Islamic Centre (PIC) di Kelurahan Karangmanyar, Kecamatan Kalimanah, yang hingga kini belum dilanjutkan pembangunannya

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Nasib pembangunan Purbalingga Islamic Centre (PIC) di Kelurahan Karangmanyar, Kecamatan Kalimanah, kembali menjadi sorotan.

Proyek yang telah mangkrak sejak 2018 tersebut dipastikan belum akan dilanjutkan dalam waktu dekat karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga belum mengalokasikan anggaran untuk meneruskan pembangunannya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, mengatakan tidak terdapat anggaran dalam APBD Kabupaten Purbalingga yang disiapkan untuk melanjutkan pembangunan PIC pada saat ini.

“Tidak ada (anggaran dalam APBD Kabupaten Purbalingga, untuk meneruskan pembangunan PIC),” ungkap Drajat kepada Radarmas, Rabu (19/8/2026).

Kondisi tersebut membuat proyek Islamic Centre yang telah lama terbengkalai kembali menghadapi ketidakpastian.

Pemkab Purbalingga belum memiliki kepastian kapan pembangunan kompleks tersebut dapat dilanjutkan.

Selain persoalan biaya pembangunan, Pemkab Purbalingga juga harus memperhitungkan kebutuhan operasional apabila kompleks PIC nantinya selesai dibangun dan mulai digunakan.

Drajat mengatakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut tidak sedikit.

Pemerintah daerah harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah agar pembangunan yang dilakukan tidak justru menimbulkan beban baru pada APBD.

“Kelihatannya berat di anggaran dan operasionalnya,” jelasnya.

Pertimbangan tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan Purbalingga Islamic Centre belum menjadi prioritas pemerintah daerah dalam waktu dekat.

Saat ini, Pemkab Purbalingga memilih mengarahkan anggaran pembangunan untuk kebutuhan infrastruktur lain yang dinilai lebih mendesak.

Salah satunya adalah pembangunan dan peningkatan kualitas jalan melalui program Alus Dalane.

Dengan kondisi tersebut, penyelesaian proyek PIC belum masuk dalam agenda pembangunan yang mendapatkan alokasi anggaran.

Padahal, pembangunan Purbalingga Islamic Centre sebelumnya sempat mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Pada 2023, Pemkab Purbalingga pernah menyatakan komitmen untuk melanjutkan proyek yang telah berhenti sejak 2018 tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan saat itu adalah melaksanakan kajian desain untuk menentukan konsep penyelesaian pembangunan Islamic Centre.

Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kebutuhan pembangunan serta anggaran yang diperlukan.

Namun, hingga 2026, pembangunan fisik PIC belum juga dilanjutkan. Tidak adanya alokasi anggaran dalam APBD membuat proyek tersebut kembali berada dalam kondisi terbengkalai.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena pembangunan kompleks PIC sebelumnya telah menyerap anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Ketidakpastian pemanfaatan kompleks PIC juga terlihat dari adanya rencana lain terhadap lahan tersebut.

Pemkab Purbalingga sempat mengajukan lahan Purbalingga Islamic Centre kepada Kementerian Sosial RI untuk pembangunan sekolah rakyat.

Pengajuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih mempertimbangkan berbagai alternatif pemanfaatan kawasan PIC di tengah belum adanya anggaran untuk meneruskan pembangunan sesuai konsep awal.

Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kelanjutan pemanfaatan kompleks tersebut.

Kondisi ini membuat bangunan yang telah berdiri sebagian masih belum memiliki kejelasan kapan akan diselesaikan maupun digunakan secara optimal.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan Purbalingga Islamic Centre yang belum selesai tersebut mulai terlihat tidak terawat.

Rumput dan ilalang tumbuh di sejumlah area kompleks. Beberapa bagian bangunan yang telah dibangun juga mulai mengalami kerusakan akibat tidak digunakan dan tidak mendapatkan penyelesaian pembangunan.

Besi cor yang belum dirapikan terlihat mulai berkarat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bangunan yang telah lama berhenti pembangunannya membutuhkan perhatian agar kerusakan tidak semakin meluas.

Di sekitar kompleks PIC juga mulai bermunculan sejumlah bangunan liar yang digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL) RSUD Panti Nugroho.

Keberadaan bangunan liar dan kondisi lingkungan yang mulai dipenuhi rumput serta ilalang semakin memperlihatkan belum optimalnya pemanfaatan kawasan tersebut.

Pembangunan Purbalingga Islamic Centre yang awalnya diharapkan menjadi salah satu kompleks fasilitas penting di daerah tersebut kini masih menghadapi persoalan anggaran.

Tanpa adanya alokasi APBD, pembangunan dipastikan belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat.

Di sisi lain, semakin lama bangunan dibiarkan tanpa penyelesaian, semakin besar pula risiko kerusakan pada bagian-bagian yang sudah terbangun.

Pemkab Purbalingga kini harus mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menentukan masa depan PIC, mulai dari kemampuan keuangan daerah, biaya penyelesaian konstruksi, kebutuhan operasional, hingga konsep pemanfaatan bangunan.

Sementara itu, masyarakat masih harus menunggu kepastian apakah pembangunan PIC akan kembali dilanjutkan sesuai rencana awal atau kompleks tersebut nantinya akan dialihfungsikan untuk kebutuhan lain.

Dengan belum adanya anggaran dalam APBD 2026, Purbalingga Islamic Centre untuk sementara masih berada dalam kondisi mangkrak, sementara bangunan yang telah berdiri terus menghadapi risiko kerusakan akibat belum adanya aktivitas pembangunan lanjutan. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Misi MMX Segera Meluncur ke Bulan Mars

Jepang Siapkan Misi MMX ke Phobos, Ungkap Asal-usul Tata Surya