BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Demonstrasi flying fox dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Mahasiswa Baru 2026 di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berujung kecelakaan, Rabu (19/8/2026).
Seorang mahasiswi berinisial UNM alias Umi (20) mengalami benturan setelah meluncur menggunakan wahana flying fox.
Insiden tersebut diduga terjadi karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Akibatnya, laju korban tidak dapat dihentikan sesuai dengan titik pendaratan.
Korban kemudian menabrak gedung lain sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Kepala UPT Damkar Banyumas Andaru Budilaksono mengatakan laporan kecelakaan flying fox tersebut diterima sekitar pukul 12.19 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan proses penyelamatan korban yang berada di ketinggian.
“Laporan awal masuk ke Damkar, kemudian kami melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan unsur lainnya,” kata Andaru.
Insiden terjadi ketika UKM Faktapala UIN Saizu menggelar demonstrasi flying fox sebagai bagian dari rangkaian kegiatan PBAK mahasiswa baru.
Saat korban meluncur, sistem pengereman diduga tidak berfungsi sehingga laju korban tidak dapat dihentikan pada titik pendaratan yang telah ditentukan.
Korban akhirnya mengalami benturan dengan gedung lain. Setelah kejadian, korban mengeluhkan rasa nyeri pada bagian pinggul kanan bawah yang menjalar hingga ke sisi kiri.
Mengingat korban berada di lokasi yang membutuhkan penanganan dari ketinggian, tim penyelamat melakukan evakuasi menggunakan peralatan vertical rescue.
Proses penyelamatan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah unsur.
Damkar Banyumas berkoordinasi dengan Unit Siaga SAR Banyumas, Baznas, Faktapala, PMI Banyumas, SERI Banyumas, IOF, dan MDMC Banyumas.
Tim gabungan memastikan proses evakuasi berlangsung dengan aman sebelum korban diturunkan dari lokasi kejadian.
Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Menurut Andaru, proses penanganan medis terhadap korban berjalan lancar.
Pihak UIN Saizu Purwokerto kemudian memberikan informasi terbaru mengenai kondisi mahasiswi yang mengalami kecelakaan tersebut.
SC PBAK UIN Saizu Purwokerto Dr. Turhamun, MSi mengatakan kondisi korban saat ini sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
“Alhamdulillah anaknya sudah pulang dan bisa dikatakan baik-baik saja, hanya lebam efek benturan,” ujar Turhamun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Dengan kondisi tersebut, korban tidak perlu menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit dan dapat kembali pulang.
Sementara itu, seluruh personel yang terlibat dalam proses penyelamatan juga dilaporkan dalam kondisi aman.
Tidak ada petugas maupun personel penyelamat yang mengalami cedera selama proses evakuasi berlangsung.
Kecelakaan flying fox dalam kegiatan PBAK UIN Saizu Purwokerto ini menjadi perhatian karena wahana tersebut digunakan dalam kegiatan yang melibatkan mahasiswa baru.
Sistem pengereman merupakan salah satu bagian penting dalam pengoperasian flying fox karena berfungsi mengendalikan kecepatan peserta ketika mendekati titik pendaratan.
Gangguan pada sistem tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak terdeteksi sebelum wahana digunakan.
Meski korban dilaporkan telah pulang dalam kondisi baik, evaluasi terhadap wahana dan prosedur keselamatan penting dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Pemeriksaan terhadap perangkat flying fox, prosedur operasional, serta kesiapan petugas dapat menjadi bagian dari evaluasi setelah insiden tersebut.
Hingga kini, informasi mengenai dugaan tidak berfungsinya sistem pengereman masih menjadi bagian dari kronologi kejadian.
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan pada wahana tersebut.
Kecelakaan flying fox ini menjadi pengingat penting bahwa setiap kegiatan yang menggunakan wahana ketinggian harus memperhatikan aspek keselamatan, mulai dari pemeriksaan peralatan, prosedur penggunaan, hingga kesiapan tim penyelamat.
Dengan kondisi korban yang telah membaik dan seluruh personel penyelamat dalam keadaan aman, penanganan insiden di lokasi UIN Saizu Purwokerto telah selesai dilakukan. (zet/stch/dda)
















