Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Nasib Purbalingga Islamic Centre Masih Tidak Jelas, Proyek Puluhan Miliar Mangkrak Sejak 2018
Pawai Kemerdekaan Desa Pohkumbang Kebumen Meriah, Warga Tampilkan Ogoh-ogoh Raksasa dari Limbah

Pawai Kemerdekaan Desa Pohkumbang Kebumen Meriah, Warga Tampilkan Ogoh-ogoh Raksasa dari Limbah

Limbah Disulap Jadi Ogoh ogohLimbah Disulap Jadi Ogoh ogoh
KREATIF: Warga Desa Pohkumbang Kecamatan Karanganyar menampilkan ogoh-ogoh berbahan limbah dalam rangka memeriahkan Pawai Kemerdekaan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

Ribuan warga mengikuti Pawai Kemerdekaan dengan menampilkan beragam kesenian lokal, kreativitas warga, hingga ogoh-ogoh raksasa yang dibuat dari bambu dan limbah barang bekas.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI.

Tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, pawai juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus mempertahankan budaya dan kreativitas lokal.

Panitia Karnaval Desa Pohkumbang, Feri, mengatakan pawai tahun ini mengangkat tema budaya lokal.

Warga diberikan kebebasan untuk mengekspresikan semangat kemerdekaan melalui berbagai karya dan pertunjukan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan ogoh-ogoh raksasa berbahan bambu dan limbah barang bekas.

Berbagai bentuk ditampilkan dalam pawai, di antaranya burung hantu dan heyna.

“Ogoh-ogoh raksasa yang ditampilkan mulai dari burung hantu, heyna semua terbuat dari bahan alami seperti bambu dan limbah barang bekas,” kata Feri, Rabu (19/8/2026).

Penggunaan bahan bekas dalam pembuatan ogoh-ogoh menunjukkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika.

Proses pembuatannya juga membutuhkan persiapan dan gotong royong warga sejak jauh-jauh hari.

Selain ogoh-ogoh, masyarakat juga membawa miniatur Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rombongan pawai.

Miniatur tersebut turut diarak sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap program nasional.

Pawai Kemerdekaan Desa Pohkumbang diikuti sekitar 1.000 peserta. Mereka menempuh rute kurang lebih tujuh kilometer dengan mengelilingi kawasan Gunung Grenggeng.

Rute pawai tidak hanya berada di satu desa. Peserta melewati sejumlah wilayah, yakni Desa Grenggeng, Desa Klopogodo dan Desa Kedungjati.

Perjalanan tersebut juga melintasi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Gombong dan Kecamatan Sempor.

“Peserta kurang lebih sekitar 1.000 orang yang akan menempuh kurang lebih sampai tujuh kilometer. Ini melewati tiga desa yakni Desa Grenggeng, Desa Klopogodo dan Desa Kedungjati,” jelas Feri.

Rute tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat dapat menyaksikan berbagai kreativitas warga sepanjang perjalanan.

Warga dari berbagai kelompok ikut ambil bagian dengan membawa karya, mengenakan kostum, serta menampilkan kesenian yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Pawai Kemerdekaan di Desa Pohkumbang bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati HUT ke-81 RI.

Kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin masyarakat setiap tahun. Persiapan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan.

Warga bergotong royong membuat berbagai jenis ogoh-ogoh dan berlatih menampilkan kesenian lokal yang akan dipertontonkan selama karnaval.

Keterlibatan masyarakat dalam proses persiapan juga memperlihatkan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat desa.

Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membawa pesan tertentu dalam perayaan kemerdekaan.

Penggunaan bambu dan limbah barang bekas sebagai bahan utama ogoh-ogoh juga menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat menghasilkan karya menarik tanpa harus menggunakan material mahal.

Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya lokal dan terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat.

Panitia berharap Pawai Kemerdekaan Desa Pohkumbang dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan diharapkan terus terjaga setelah perayaan kemerdekaan berakhir.

Feri mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat persatuan masyarakat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan ribuan warga yang terlibat, pawai kemerdekaan menjadi gambaran antusiasme masyarakat Desa Pohkumbang dalam mengisi kemerdekaan.

Kreativitas melalui seni, budaya, dan kegiatan bersama menjadi cara masyarakat merayakan perjuangan bangsa sekaligus menjaga nilai kebersamaan.

Kehadiran ogoh-ogoh raksasa berbahan bambu dan limbah menjadi salah satu ikon menarik dalam pawai tahun ini.

Karya tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga memperlihatkan bahwa barang bekas dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan menarik perhatian masyarakat.

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pohkumbang akhirnya tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membawa pesan tentang persatuan, gotong royong, pelestarian budaya, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. (mam/cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pembangunan PIC Dipastikan Kembali Mangkrak

Nasib Purbalingga Islamic Centre Masih Tidak Jelas, Proyek Puluhan Miliar Mangkrak Sejak 2018