Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebumen Genjot Ekonomi Desa Lewat KDMP, Targetkan 7 Titik Pembangunan Gerai

Wabup: kdmp jangan berubah jadi "kdrt"Wabup: kdmp jangan berubah jadi "kdrt"
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah meletakkan batu pertama pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat desa, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menekankan pentingnya pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara serius dan profesional.

Pada acara peletakan batu pertama untuk pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Jumat (17/10), Zaeni memberikan pesan yang tegas kepada para pengelola koperasi agar tidak mengubah KDMP menjadi “Koperasi Dengan Rencana Tidak Jelas” atau disingkat KDRT.

Dalam acara tersebut yang dilakukan serentak dengan groundbreaking pembangunan 80 ribu gerai, fasilitas pergudangan, dan perlengkapan KDMP di seluruh Indonesia, Kabupaten Kebumen sendiri menargetkan tujuh titik pembangunan yang direncanakan selesai pada akhir Januari 2026.

Ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di wilayah ini. Berdasarkan data terbaru, Kebumen berada di posisi kedua sebagai daerah termiskin di Jawa Tengah.

Zaeni menyatakan harapannya agar KDMP bisa menjadi pilar utama ekonomi desa dan kelurahan.

Dari total 460 desa dan kelurahan di Kebumen yang telah membentuk koperasi ini, baru sebagian kecil yang telah memulai pembangunan gerai dan fasilitas pendukungnya.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat menurutnya harus difokuskan melalui sistem perekonomian yang kuat dengan melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi lokal melalui wadah koperasi.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya melakukan pemetaan bisnis yang baik, pengelolaan dana secara transparan, dan adanya pengawasan yang akuntabel dalam menjalankan KDMP.

“Saya berpesan kepada seluruh kepala desa, KDMP ini jangan sampai berubah istilahnya menjadi KDRT — Koperasi Dengan Rencana Tidak Jelas,” tegas Zaeni dalam sambutannya.

Di sisi lain, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majelistiyawan Prihantono turut hadir dalam acara tersebut.

Ia mengapresiasi langkah pembangunan gerai KDMP sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap penguatan fondasi ekonomi masyarakat setempat khususnya di tingkat desa.

Menurut Letkol Eko, konsep pertahanan negara seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek militer saja tetapi juga mencakup ketahanan nasional termasuk ketahanan ekonomi.

“Keberadaan koperasi (KDMP) memiliki nilai strategis terkait ketahanan wilayah,” ujarnya.

Keberadaan koperasi semacam KDMP dinilai memiliki nilai strategis dalam konteks ketahanan wilayah karena dapat mendukung stabilitas ekonomi lokal.

Model ekonomi kerakyatan ini diharapkan mampu menjadikan perekonomian desa lebih kuat inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kebumen secara keseluruhan.

Dari perspektif pemerintahan daerah Kebumen keberadaan KDMP tidak hanya sekadar soal membangun fasilitas fisik tetapi juga membangun semangat kolektif untuk saling mendukung dalam mencapai kesejahteraan bersama.

Semangat kolektif inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh seiring dengan perkembangan koperasi-koperasi di desa-desa dan kelurahan.

Sejalan dengan itu Zaeni berharap semua pihak terlibat aktif baik dari jajaran pemerintah daerah hingga setiap individu anggota koperasi untuk bersama-sama menjaga visi misi KDMP tetap pada jalurnya.

Hal ini penting agar koperasi dapat benar-benar menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang ada serta mampu berdiri kokoh sebagai soko guru perekonomian lokal.

Sementara itu implementasi dari rencana besar pembangunan ini tentunya membutuhkan sinergi dari berbagai pihak termasuk dukungan regulasi pemerintah pusat koordinasi lintas sektor serta partisipasi aktif dari masyarakat sendiri.

Semua unsur tersebut harus bersatu padu agar tujuan mulia dari pembentukan KDMP bisa tercapai dengan baik.

Lebih lanjut pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memberikan fasilitasi pelatihan serta pendampingan bagi para pengelola koperasi agar mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan serta dinamika perkembangan ekonomi modern.

Selain itu perlu adanya inisiatif inovatif dalam pengembangan produk layanan serta pemasaran agar daya saing koperasi semakin meningkat.

Dengan segala upaya ini pemerintah daerah optimis bahwa keberadaan KDMP akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal terutama dalam pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Harapan ini bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai asalkan semua pihak memiliki komitmen dan kerja sama yang kuat demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Momentum peletakan batu pertama ini hendaknya dijadikan titik awal perubahan positif bagi seluruh pihak terkait agar KDMP bisa berkembang sesuai harapan dan berkontribusi secara nyata bagi pembangunan ekonomi desa maupun kelurahan di Kebumen.(mam/dda)

Berita Sebelumnya
Basis data pelatihan digital nasional disiapkan

Komdigi Bangun Basis Data Nasional Pelatihan Digital untuk Genjot Talenta Lokal

Berita Selanjutnya
Redmi watch 6 bawa peningkatan desain dan fitur

Redmi Watch 6 Siap Meluncur, Bawa Layar AMOLED dan Baterai Awet hingga 24 Hari