BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Desa Wisata Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, berhasil masuk 10 besar nominasi Wonderful Indonesia Award (WIA) Provinsi Jawa Tengah 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Wisata Pagak untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat.
Masuknya Pagak dalam jajaran 10 besar juga menjadi motivasi bagi pengelola dan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan penilaian berikutnya menuju tingkat nasional.
Pengelola BUMDes Astagina sekaligus Desa Wisata Pagak, Widi Prasetyo, mengatakan pihaknya kini mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menghadapi tahapan kurasi selanjutnya.
Persiapan terutama dilakukan dengan melengkapi administrasi dan dokumen yang menjadi persyaratan penilaian.
“Di pemberkasan kita siapkan, kita lengkapi lagi yang belum. Kalau kegiatan wisata tetap berjalan seperti biasa,” katanya.
Desa Wisata Pagak telah mengikuti sejumlah kompetisi sejak 2020. Dari berbagai ajang tersebut, pengelola mendapatkan prestasi sekaligus masukan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, pelaku industri pariwisata, hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan tata kelola dan kualitas destinasi wisata di Pagak.
Selain memperbaiki pengelolaan destinasi, pengelola juga terus melakukan penataan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha lokal siap menghadapi potensi peningkatan jumlah wisatawan.
Dengan demikian, aktivitas pariwisata di desa diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat.
Desa Wisata Pagak memiliki sejumlah potensi yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah Objek Wisata Rawalutung.
Selain destinasi wisata, Pagak juga menyediakan fasilitas homestay dan berbagai paket wisata yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana pedesaan sekaligus mengenal kehidupan masyarakat setempat.
Pengelola menawarkan paket one day tour dan one day one night tour. Paket tersebut dirancang agar wisatawan tidak hanya mengunjungi objek wisata, tetapi juga mengenal aktivitas, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Pagak.
Konsep wisata berbasis masyarakat menjadi salah satu kekuatan yang terus dikembangkan.
Wisatawan diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat desa.
Di sisi lain, keterlibatan warga dalam aktivitas wisata juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui UMKM, jasa homestay, kuliner, kerajinan, serta berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Widi Prasetyo menargetkan Desa Wisata Pagak dapat meraih prestasi terbaik dalam ajang WIA 2026.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi sarana memperluas pengenalan terhadap Desa Wisata Pagak.
Dengan semakin dikenal, Pagak diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Target kami tentu bisa meraih juara WIA 2026. Mudah-mudahan keikutsertaan ini juga bisa semakin mengenalkan Desa Wisata Pagak dan meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Kepala Desa Pagak, Sudarwo, mengaku bangga atas pencapaian BUMDes Astagina dalam mengelola desa wisata.
Menurutnya, keberhasilan masuk 10 besar WIA Jawa Tengah merupakan bukti semangat masyarakat bersama BUMDes dalam mengembangkan potensi desa.
“Kami sangat bangga. Ini menjadi bagian dari semangat warga kami dan BUMDes yang selama ini terus berupaya membangun desa,” ujarnya.
Meski demikian, Sudarwo menegaskan bahwa pengembangan Desa Wisata Pagak tidak boleh berhenti hanya karena mengejar prestasi dalam sebuah kompetisi.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan tata kelola wisata terus berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat serta lingkungan secara berkelanjutan.
“Yang lebih penting adalah semangat untuk mengejar desa wisata menjadi lebih baik, tata kelola maupun kemanfaatan lingkungan atau sustainable itu harus terus berlanjut. Karena ketika wisata dikelola dengan baik, insyaallah dampaknya juga bisa bagus,” katanya.
Sudarwo berharap pengembangan pariwisata Pagak mampu menciptakan efek domino ekonomi bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik, desa wisata tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan, tetapi juga dapat membuka lapangan usaha dan meningkatkan pendapatan warga.
Masuknya Desa Wisata Pagak dalam 10 besar nominasi WIA Jawa Tengah 2026 menjadi momentum untuk terus memperkuat pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus membawa nama Pagak semakin dikenal di tingkat nasional.(far/stch/dda)














