BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen membawa pesan moderasi beragama dan kerukunan dalam Karnaval Pembangunan Kabupaten Kebumen yang digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen, Selasa (18/8).
Pesan tersebut diwujudkan melalui penampilan sejumlah perwakilan pemeluk agama yang duduk berdampingan dalam satu kendaraan hias.
Mereka tampil dengan identitas keagamaan masing-masing, tetapi berada dalam satu barisan sebagai simbol kehidupan masyarakat yang beragam namun tetap hidup rukun.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, mengatakan kehadiran perwakilan berbagai pemeluk agama tersebut merupakan bentuk nyata dari tema “Moderasi Beragama: Merawat Kerukunan, Menguatkan Persatuan” yang diusung Kemenag Kebumen.
Menurutnya, keberagaman agama dan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun hubungan yang harmonis.
“Perbedaan agama dan keyakinan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta bersama-sama membangun Kebumen,” ujarnya, Rabu (19/8).
Anif berharap pesan kerukunan yang disampaikan melalui Karnaval Pembangunan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya toleransi.
Moderasi beragama, kata dia, tidak hanya menjadi slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap masyarakat dapat menjalankan keyakinannya masing-masing sekaligus menghormati hak orang lain.
“Moderasi beragama mengajarkan kita agar mampu menjalankan keyakinan masing-masing dengan baik, sekaligus menghormati hak dan keyakinan orang lain. Jika kerukunan terus terjaga, pembangunan dapat berjalan dalam suasana aman dan damai,” imbuhnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat Kebumen yang memiliki keberagaman latar belakang agama dan keyakinan.
Melalui kegiatan karnaval, Kemenag berupaya menyampaikan pesan toleransi dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kendaraan hias yang menampilkan perwakilan pemeluk agama menjadi simbol bahwa perbedaan dapat berjalan beriringan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
Selain mengangkat tema moderasi beragama, rombongan Kemenag Kebumen juga membawa sejumlah pesan pembangunan dalam Karnaval Pembangunan.
Beberapa di antaranya meliputi penguatan kehidupan beragama, pendidikan generasi muda, pemberdayaan pesantren, hingga kemandirian ekonomi umat.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan beragama tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan generasi muda menjadi salah satu perhatian karena generasi penerus memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman sekaligus melanjutkan pembangunan daerah.
Sementara pemberdayaan pesantren dan penguatan ekonomi umat diharapkan dapat mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara sosial dan ekonomi.
Rombongan Kemenag Kebumen juga menarik perhatian penonton sepanjang rute karnaval.
Selain menampilkan pesan keberagaman, peserta menyapa masyarakat menggunakan gaya khas Kebumen.
Sapaan tersebut terdengar akrab dan mengajak masyarakat ikut larut dalam suasana perayaan kemerdekaan serta Hari Jadi Kabupaten Kebumen.
“Bapake… biyunge… Pak De… Bu De… Pak Lik… Bu Lik… Kamas… Makyu… sedulur kabeh!” menjadi salah satu sapaan yang disampaikan rombongan.
Cara tersebut membuat penyampaian pesan moderasi beragama terasa lebih dekat dengan masyarakat.
Karnaval pun tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan, tetapi juga menjadi media menyampaikan pesan tentang toleransi, persatuan, dan pembangunan.
Kemenag Kebumen berharap semangat kerukunan yang ditampilkan dalam karnaval dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan masyarakat yang mampu menghormati perbedaan, persatuan diharapkan semakin kuat dan pembangunan daerah dapat berlangsung dalam suasana aman serta damai. (cah/stch/dda)














