Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kisah Aida Saskia Melawan Kanker Payudara Selama 5 Tahun, Anak Jadi Sumber Kekuatan

Lima Tahun Jadi Penyintas KankerLima Tahun Jadi Penyintas Kanker
Aida Saskia

BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi Aida Saskia membagikan kisah perjuangannya sebagai penyintas kanker payudara stadium 3 grade 3.

Selama kurang lebih lima tahun menjalani kehidupan bersama penyakit tersebut, Aida mengaku berusaha menjaga kondisi fisik sekaligus kesehatan mental agar tetap kuat menghadapi berbagai tantangan.

Perjalanan Aida sebagai penyintas kanker payudara bukan sesuatu yang mudah.

Kondisi kesehatannya sempat mengalami penurunan hingga membuatnya beberapa kali harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Penyakit yang dialaminya bahkan tidak hanya berdampak pada bagian payudara, tetapi juga sempat mengancam kondisi rahim.

Situasi tersebut kemudian semakin berat ketika Aida mengalami stroke saraf yang menurut pengakuannya berkaitan dengan kelelahan.

Berbagai kondisi kesehatan yang datang silih berganti membuatnya menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan tubuh dan kondisi psikologis.

Bagi Aida Saskia, menjaga kesehatan mental menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangannya sebagai penyintas kanker.

Ia berusaha untuk tetap menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan mencari berbagai hal yang dapat membuat dirinya bahagia.

Aida mengatakan, kebahagiaan menjadi salah satu hal yang berusaha selalu diprioritaskannya.

Ia tidak ingin terlalu larut dalam pikiran negatif karena hal tersebut dapat membuat kondisi tubuhnya ikut menurun.

“Harus semangat, karena menurut aku yang menjalankan selama 5 tahun ini sebagai penyintas cancer stadium 3 grade 3, eh mental itu hal yang terpenting ya. Kebahagiaan itu, happy itu harus nomor pertama,” ujar Aida Saskia.

Menurut Aida, tekanan pikiran dan stres dapat memengaruhi kondisi tubuhnya.

Karena itu, ia berusaha menghindari berbagai persoalan yang berpotensi membuat dirinya terus-menerus merasa tertekan.

Ia juga memilih kembali aktif di dunia hiburan.

Bagi Aida, aktivitas tersebut bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga suasana hati agar tetap positif.

“Karena kalau misalkan kita galau, kalau kita memikirkan sesuatu hal yang tidak sebaiknya dipikirkan, itu mempengaruhi imun juga, jadi cepat drop,” kata Aida.

Selain menjaga kesehatan mental, pola makan juga menjadi perhatian Aida selama menjalani kehidupannya sebagai penyintas kanker. Namun, ia mengaku tidak menerapkan pola makan yang terlalu ketat.

Aida memilih tetap mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan prinsip tidak berlebihan.

Menurutnya, pembatasan makanan secara ekstrem justru berpotensi membuat dirinya merasa terbebani dan mengalami stres.

Ia menyadari terdapat sejumlah makanan yang kerap dikaitkan dengan pola hidup pasien kanker, termasuk pembatasan konsumsi gula, nasi, maupun daging merah.

Meski demikian, Aida mengatakan dirinya tetap mengonsumsi makanan tersebut dengan memperhatikan jumlah atau porsinya.

“Sebetulnya kalau untuk cancer ada ya, seperti gula, nasi gitu ya, harus dibatasi kan. Terus enggak daging merah biasanya gitu kan. Tapi kalau aku sih enggak ya, kalau aku semua aku makan. Tapi yang penting enggak berlebihan, itu aja,” tuturnya.

Kisah Aida Saskia menjadi gambaran mengenai panjangnya perjalanan yang harus dijalani seseorang setelah mendapatkan diagnosis kanker.

Selama sekitar lima tahun, ia tidak hanya menghadapi tantangan kesehatan secara fisik, tetapi juga harus menjaga kekuatan mental untuk menjalani berbagai proses pengobatan dan pemulihan.

Di tengah perjalanan tersebut, Aida memiliki alasan kuat untuk terus bertahan. Kedua anaknya menjadi salah satu sumber semangat terbesar bagi penyanyi tersebut.

Keberadaan anak-anak membuat Aida memiliki motivasi untuk terus menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai kondisi yang datang.

Baginya, perjuangan melawan kanker bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang keinginan untuk tetap hadir dan mendampingi kedua anaknya.

Kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan menjadi penyintas kanker dapat melibatkan berbagai aspek kehidupan.

Selain mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing pasien, dukungan keluarga dan kemampuan menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian yang dirasakan penting oleh Aida.

Meski demikian, pengalaman setiap pasien kanker tentu berbeda.

Pola makan, aktivitas, maupun langkah menjaga kondisi tubuh sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan dikonsultasikan dengan tenaga medis yang menangani.

Aida kini berusaha menjalani kehidupannya dengan tetap aktif dan mempertahankan semangat positif.

Setelah melewati berbagai tantangan selama bertahun-tahun, ia memilih untuk terus menikmati aktivitas yang membuatnya bahagia sekaligus menjadikan kedua anaknya sebagai alasan untuk terus berjuang.

Perjalanan Aida Saskia sebagai penyintas kanker payudara stadium 3 grade 3 menjadi pengingat bahwa proses menghadapi penyakit serius membutuhkan ketahanan fisik dan mental.

Semangat untuk menjalani hidup, dukungan orang-orang terdekat, serta penanganan medis yang tepat menjadi bagian penting dalam perjalanan setiap penyintas. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Penyuluh KUA Kenalkan Jurus Tiga On

KUA Tambak Beri Bimbingan Perkawinan dengan Konsep Tiga On, Apa Saja?

Berita Selanjutnya
Pengajuan ELKIAPOS Meningkat Tapi Belum Optimal

Layanan ELKIAPOS Purbalingga Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan Tanpa Datang ke Kantor