BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Najib Abdul Rohman, seorang pelajar difabel asal Kabupaten Banyumas. Ia berhasil meraih dua medali emas dalam ajang Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2025, yang diselenggarakan di wilayah Solo Raya pada 19–21 Agustus 2025.
Najib tampil gemilang di tengah kompetisi yang diikuti ratusan atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kemenangan ini tidak hanya mengharumkan nama Banyumas, tetapi juga menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Najib Abdul Rohman bukanlah atlet instan. Di balik medali emas yang kini membanggakan keluarga dan sekolahnya, terdapat kisah panjang perjuangan, rasa minder, tekanan mental, hingga titik balik yang membentuk mental juaranya hari ini.
Remaja dengan tinggi badan sekitar 140 sentimeter ini mengawali kiprahnya dalam dunia olahraga difabel sejak tahun 2022, ketika pertama kali mengikuti ajang Peparpeda. Namun debutnya kala itu tidak berjalan mulus.
“Waktu itu gugup luar biasa. Lawan-lawan terlihat lebih besar dan tinggi. Rasanya sempat tidak percaya diri,” kenang Najib saat ditemui seusai kepulangannya dari Solo Raya.
Pengalaman awal tersebut menjadi titik kritis dalam perjalanan kariernya sebagai atlet. Meskipun gagal naik podium pada tahun 2022, Najib tidak patah semangat. Justru kegagalan itu menjadi pemantik semangatnya untuk berlatih lebih keras dan membuktikan diri.
“Tahun 2022 belum bisa juara, tapi itu jadi motivasi. Tahun 2024 saya dapat emas pertama, dan sekarang di Peparpeda 2025 bisa pertahankan medali emas,” ujarnya penuh optimisme.
Kesuksesan Najib tidak lepas dari konsistensi dalam latihan. Selama hampir satu tahun terakhir, ia menjalani rutinitas latihan intensif. Setiap hari sepulang sekolah, Najib langsung menuju tempat latihan dan berlatih hingga menjelang waktu Magrib.
“Latihan dilakukan hampir setiap hari, hanya libur Sabtu dan Minggu. Semua disiapkan dari jauh-jauh hari karena saya ingin menebus kegagalan sebelumnya,” jelasnya.
Dengan dukungan pelatih dan keluarga, Najib terus mengasah kemampuan fisik dan mentalnya. Ketekunannya pun membuahkan hasil nyata. Ia berhasil meraih dua medali emas berturut-turut di ajang yang sama, yakni tahun 2024 dan 2025.
Keberhasilan ini menjadikannya sebagai salah satu atlet difabel berprestasi asal Banyumas yang patut dibanggakan.
Meski sudah mengoleksi dua medali emas dari ajang provinsi, Najib Abdul Rohman tidak ingin berhenti sampai di situ. Ia telah menatap panggung yang lebih besar, yakni Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2025, yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.
“Target saya selanjutnya adalah bisa juara di Peparpenas. Kompetisi akan lebih berat, jadi saya harus latihan lebih keras lagi,” ujarnya tegas.
Ajang tingkat nasional tersebut menjadi peluang bagi Najib untuk membuktikan dirinya di level yang lebih tinggi dan sekaligus membuka jalan untuk potensi karier atletik di masa depan.
Kisah Najib Abdul Rohman bukan sekadar kisah kemenangan di arena olahraga. Ia menjadi simbol semangat juang, keberanian, dan ketekunan. Di tengah keterbatasan fisik, ia menunjukkan bahwa dengan latihan, dedikasi, dan mental yang kuat, segala impian bisa diraih.
Keberhasilannya di Peparpeda Jawa Tengah 2025 diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pelajar-pelajar difabel lainnya di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah seperti Banyumas. Dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas sangat penting untuk terus mendorong lahirnya lebih banyak atlet muda potensial dari kalangan penyandang disabilitas.
Dengan prestasi cemerlangnya, Najib Abdul Rohman telah membuktikan bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas. Kemenangan di ajang olahraga difabel tingkat provinsi ini hanyalah awal dari perjalanan panjang seorang atlet muda Banyumas yang kini tengah menapaki tangga menuju kejayaan di tingkat nasional. (res/stch)
















