Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

MIN 3 Banyumas Perkuat Pendidikan Karakter, Hadirkan Edukasi Anti Bullying dalam MATAMUDA 2026

MIN 3 Pelopori Lingkungan AmanMIN 3 Pelopori Lingkungan Aman
SAMPAIKAN MATERI: Babinsa Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Eko Handoko pekan ini mengisi kegiatan Matamuda di MIN 3 Banyumas dengan materi anti bullying

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Banyumas terus memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik baru melalui kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah edukasi anti bullying sebagai upaya membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, MIN 3 Banyumas menghadirkan Babinsa Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Eko Handoko, sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, jenis-jenis bullying, dampaknya terhadap korban, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh para siswa.

Kepala MIN 3 Banyumas, H. Sabar Munanto, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan bahwa materi anti bullying menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa tanpa adanya rasa takut akibat tindakan perundungan.

“Harapannya murid kami memahami pentingnya saling menghargai dan bersama-sama mewujudkan madrasah ramah anak dan bebas bullying,” ujarnya.

Melalui slogan “Prestasi Yes, Bullying No!”, MIN 3 Banyumas mengajak seluruh siswa baru membiasakan perilaku saling menghormati, menghargai teman, serta membangun budaya sekolah yang positif dan penuh kepedulian.

Dalam penyampaian materinya, Eko Handoko menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku yang tidak menyenangkan dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital.

Ia mengingatkan bahwa tindakan sederhana yang sering dianggap bercanda pun dapat berubah menjadi perundungan apabila dilakukan berulang kali dan menimbulkan penderitaan bagi orang lain.

Menurutnya, bentuk bullying yang masih sering ditemukan di lingkungan sekolah antara lain mengejek teman, menghina, mengucilkan, memfitnah, hingga melakukan kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong.

“Bullying yang masih sering ditemukan seperti mengucilkan teman, mengejek, menghina, memfitnah, hingga tindakan fisik yaitu memukul atau mendorong,” jelasnya.

Selain membahas perundungan secara langsung, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cyber bullying atau perundungan di dunia maya.

Materi ini dinilai semakin penting mengingat penggunaan media sosial dan perangkat digital di kalangan anak-anak terus meningkat.

Eko menjelaskan bahwa cyber bullying dapat berupa penyebaran berita bohong, unggahan yang mempermalukan seseorang, hingga pengiriman pesan bernada kasar atau mengandung ancaman melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Ia mengingatkan para siswa agar menggunakan teknologi secara bijak dan tidak memanfaatkan media digital untuk menyakiti atau merendahkan orang lain.

Tak hanya menjelaskan dampak psikologis maupun sosial dari tindakan bullying, Eko juga mengingatkan bahwa setiap bentuk perundungan memiliki konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik menjadi bagian dari solusi dengan menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan.

“Oleh karena itu jauhilah perilaku-perilaku tersebut. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Kegiatan edukasi anti bullying dalam MATAMUDA menjadi salah satu bentuk komitmen MIN 3 Banyumas dalam membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Melalui pembekalan sejak awal tahun ajaran, madrasah berharap setiap siswa mampu memahami pentingnya empati, toleransi, serta menghormati perbedaan sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Dengan sinergi antara pihak madrasah, tenaga pendidik, aparat, orang tua, dan para siswa, MIN 3 Banyumas optimistis dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Polda Metro Pastikan Barang Bukti Asli

Polda Metro Jaya Pastikan Uang dan Emas Barang Bukti Kasus Korupsi Jampidsus Asli

Berita Selanjutnya
Kylian Mbappe Lampaui Rekor Lionel Messi

Berhasil Cetak 22 Gol, Kylian Mbappe Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia