BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Rehabilitasi jembatan amblas di Kelurahan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, akhirnya mulai dilaksanakan setelah bertahun-tahun dinantikan warga.
Sebagai tahap awal pembangunan, masyarakat RW 2 menggelar kerja bakti membongkar konstruksi jembatan yang rusak pada Minggu (19/7/2026).
Selama proses perbaikan berlangsung, akses utama di wilayah tersebut ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan warga dari RT 2, RT 3, RT 5, dan RT 6.
Dengan menggunakan peralatan sederhana, masyarakat bersama-sama membongkar bagian jembatan yang telah mengalami kerusakan cukup parah agar proses rehabilitasi dapat segera dimulai.
Ketua RW 2 Kelurahan Sumpiuh, Muhammad Ilmi, mengatakan antusiasme warga sangat tinggi karena jembatan tersebut merupakan akses penting yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Menurutnya, bentuk dukungan warga tidak hanya diwujudkan melalui tenaga saat pembongkaran, tetapi juga dengan menyiapkan konsumsi bagi para pekerja yang terlibat selama proses pembangunan berlangsung.
“Warga juga nanti membantu konsumsi untuk yang bekerja pembangunan jembatan, sudah diprogram untuk masing-masing RT,” ujar Ilmi.
Ia menjelaskan, setiap RT telah mendapat pembagian tugas sehingga seluruh proses gotong royong dapat berjalan lebih terorganisasi.
Kebersamaan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan rehabilitasi sekaligus mempererat semangat kebersamaan antarwarga.
Selama pembongkaran berlangsung, warga membagi pekerjaan mulai dari membongkar badan jembatan, mengangkat material lama, hingga membersihkan area sekitar lokasi proyek agar memudahkan tahapan pembangunan berikutnya.
Ketua RT 2, Fatahudin Budiantoro, mengatakan akses jalan yang melintasi jembatan tersebut untuk sementara ditutup demi menjaga keselamatan masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
Seluruh kendaraan diarahkan menggunakan jalur alternatif hingga proses rehabilitasi selesai.
“Target pembongkaran jembatan amblas hari ini selesai, meski menggunakan alat sederhana kita maksimalkan,” kata Fatahudin.
Keberadaan jembatan ini memiliki peran penting sebagai penghubung aktivitas warga di lingkungan RW 2.
Karena itu, penutupan sementara diharapkan dapat dipahami masyarakat demi kelancaran pembangunan serta keselamatan pengguna jalan.
Jembatan tersebut diketahui telah mengalami kondisi amblas sejak beberapa tahun lalu.
Kerusakan terus bertambah parah selama kurang lebih enam tahun, sehingga warga berulang kali mengusulkan perbaikan kepada pemerintah.
Akibat kondisi konstruksi yang semakin membahayakan, kendaraan bertonase berat bahkan sudah lama dilarang melintas karena dikhawatirkan dapat menyebabkan jembatan ambruk sepenuhnya.
Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.
Setelah melalui proses pengajuan yang cukup panjang, harapan warga akhirnya terwujud pada pertengahan Juli 2026.
Pemerintah Kelurahan Sumpiuh mengalokasikan anggaran dari Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2026 untuk merehabilitasi jembatan tersebut.
Program rehabilitasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi jembatan sebagai jalur penghubung utama warga sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas.
Warga berharap pembangunan dapat selesai sesuai jadwal sehingga akses transportasi kembali normal dalam waktu dekat.
Mereka juga optimistis hasil rehabilitasi akan menghadirkan jembatan yang lebih kuat, aman, dan mampu menunjang mobilitas masyarakat untuk jangka panjang.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga RW 2 menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi contoh positif dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas umum di Kabupaten Banyumas. (*/stch/dda)
















