Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Minat Baca Meningkat, Perpusda Banyumas Ramai Pengunjung

Perpusda kian ramai pengunjungPerpusda kian ramai pengunjung
Pengunjung tengah memanfaatkan fasilitas ruang baca di Perpustakaan Daerah Banyumas yang nyaman dan tenang, Senin (7/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Banyumas semakin populer, ditandai dengan lonjakan jumlah pengunjung.

Dalam enam bulan terakhir, rata-rata kunjungan harian mencapai 100 orang, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sutiarto, seorang pustakawan dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Banyumas, menjelaskan bahwa peningkatan ini adalah hasil dari berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam tiga tahun terakhir.

“Kami terus meningkatkan pelayanan, tidak hanya menyediakan ruang baca yang nyaman tetapi juga fasilitas digital seperti e-book dan iPusda. Selain itu, kami memanfaatkan media sosial untuk promosi,” ujar Sutiarto pada Senin (7/7).

Hingga pertengahan 2025, data menunjukkan bahwa Perpusda telah memenuhi lebih dari 50 persen target kunjungan tahunan.

Mayoritas pengunjung terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang datang terutama untuk membaca dan menyelesaikan tugas.

Bumi, seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman berusia 22 tahun, mengungkapkan bahwa ia rutin mengunjungi Perpusda Banyumas. Dia merasa tempat ini sangat mendukung aktivitas belajarnya dan penyelesaian tugas akhir.

“Saya sudah langganan ke sini. Nyaman banget buat nugas, dan buku yang saya cari selalu ada,” ungkap Bumi.

Menurut Bumi, keberadaan Perpusda sangat membantu proses akademiknya berkat fasilitas lengkap dan suasana yang kondusif untuk belajar.

Buku fiksi masih menjadi kategori dengan peminjaman terbanyak. Namun, sistem peminjaman buku tetap dijalankan dengan ketat. Peminjam harus terdaftar sebagai anggota dan memiliki KTP Banyumas untuk mencegah penyalahgunaan.

“Peminjam wajib menjadi anggota dan harus ber-KTP Banyumas; kebijakan ini bersifat preventif agar lebih terkontrol,” jelas Sutiarto.

Jumlah buku yang bisa dipinjam dibatasi maksimal dua buku selama tujuh hari. Jika terlambat mengembalikan satu hari saja, peminjam akan dikenai sanksi berupa larangan meminjam selama tujuh hari berikutnya.

Untuk menjangkau pembaca di daerah terpencil, Perpusda juga menjalankan layanan perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah.

Layanan ini telah mendapat respons positif terutama dari anak-anak yang antusias membaca meski fasilitas di daerah belum maksimal.

“Anak-anak sangat antusias. Minat bacanya tinggi, hanya memang fasilitas di daerah belum maksimal,” tambah Sutiarto.

Selain menyediakan koleksi buku yang beragam, Perpusda aktif mengadakan berbagai kegiatan literasi seperti pelatihan, lomba membaca, dan promosi budaya membaca kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak.

Sutiarto berharap agar masyarakat semakin akrab dengan perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Sering-seringlah ke perpustakaan. Mari kembali membiasakan diri membaca karena buku tetap menjadi jendela dunia,” pungkasnya dengan penuh semangat. (zet/stch)

Berita Sebelumnya
16 pejabat ikuti uji kompetensi

Proses Seleksi Sekda dan Sekwan di Cilacap Berlanjut, 16 Pejabat Ikuti Uji Kompetensi

Berita Selanjutnya
Saham coin

Saham COIN Meledak! Investor Antre Hingga 70 Kali Oversubscribe