Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
DPU Banyumas Keruk Sedimen Bendung Julang, Irigasi 26 Hektare Sawah Kembali Optimal
Musim Panen MT 2 Bawa Berkah, Permintaan Karung Padi dan Terpal di Kebumen Meningkat

Musim Panen MT 2 Bawa Berkah, Permintaan Karung Padi dan Terpal di Kebumen Meningkat

Panen Raya Dongkrak Penjualan Peralatan PertanianPanen Raya Dongkrak Penjualan Peralatan Pertanian
LARIS: Faozi, pedagang peralatan pertanian di Pasar Dorowati, Kecamatan Klirong mengaku mengalami peningkatan penjualan saat musim panen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Musim panen padi di Kabupaten Kebumen tidak hanya membawa kebahagiaan bagi para petani, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha yang menjual kebutuhan pertanian.

Memasuki masa panen Musim Tanam 2 (MT 2), permintaan berbagai peralatan pascapanen seperti karung, terpal, hingga caping mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Salah satu pedagang yang merasakan peningkatan penjualan adalah Faozi (50), pemilik lapak peralatan pertanian di Pasar Dorowati, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.

Sejak dimulainya musim panen, lapaknya ramai didatangi petani yang membutuhkan perlengkapan untuk mendukung proses panen dan penanganan hasil pertanian.

Menurut Faozi, barang yang paling banyak dicari pembeli adalah karung padi yang digunakan sebagai wadah gabah hasil panen.

Tingginya aktivitas panen membuat kebutuhan karung meningkat karena menjadi perlengkapan utama dalam proses pengangkutan hasil panen dari sawah menuju tempat penyimpanan maupun penggilingan.

“Alhamdulillah kalau pas panen seperti ini ramai. Yang paling banyak dicari ya karung padi sama terpal untuk jemur padi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama musim panen kali ini penjualan karung mencapai sekitar 2.000 kantong.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan petani terhadap perlengkapan pascapanen, terutama di wilayah yang sedang memasuki masa panen serentak.

Selain karung, terpal juga menjadi salah satu produk yang paling diminati.

Terpal digunakan petani sebagai alas untuk menjemur gabah agar hasil panen tetap bersih dan tidak bercampur dengan tanah maupun kerikil.

Faozi menjelaskan, ukuran terpal yang paling banyak dibeli adalah 3 x 4 meter dan 4 x 5 meter.

Kedua ukuran tersebut dinilai paling sesuai dengan kebutuhan petani dalam proses penjemuran gabah di halaman rumah maupun di area terbuka.

“Terpal juga laku keras. Petani butuh untuk menjemur biar gabah tidak kotor kena tanah. Ukuran 3×4 meter dan 4×5 meter yang paling laris,” jelasnya.

Harga terpal yang dijual di lapaknya mulai sekitar Rp2.200, sehingga masih terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan perlengkapan pertanian.

Tak hanya itu, caping atau tudung petani juga mengalami peningkatan penjualan selama musim panen berlangsung.

Cuaca yang cenderung panas membuat banyak petani membutuhkan pelindung kepala saat bekerja berjam-jam di sawah.

“Caping juga banyak yang beli, apalagi sekarang panas sekali di sawah,” tambah Faozi.

Meski penjualan meningkat dibandingkan hari-hari biasa, Faozi mengakui bahwa penjualan pada musim panen MT 2 tahun ini masih sedikit lebih rendah dibandingkan saat panen Musim Tanam 1 (MT 1).

Menurutnya, banyak petani masih menggunakan peralatan yang dibeli pada musim tanam sebelumnya sehingga tidak perlu membeli perlengkapan baru dalam jumlah besar.

Pembelian umumnya dilakukan hanya untuk mengganti karung yang rusak atau menambah jumlah perlengkapan yang kurang.

“Kalau dibanding MT 1 kemarin ya lebih sepi sekarang. Soalnya kebanyakan petani masih punya peralatannya dari musim kemarin, masih bagus-bagus jadi tidak beli lagi. Paling yang beli itu yang karungnya rusak atau kurang saja,” ungkapnya.

Walaupun demikian, Faozi tetap bersyukur karena musim panen tetap menjadi periode dengan omzet penjualan yang jauh lebih baik dibandingkan hari biasa.

Ia optimistis permintaan peralatan pertanian masih akan terus meningkat hingga seluruh proses panen selesai dalam beberapa pekan ke depan.

Meningkatnya penjualan perlengkapan pertanian selama musim panen menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.

Tidak hanya menguntungkan petani sebagai produsen pangan, tetapi juga memberikan peluang usaha bagi pedagang peralatan pertanian, jasa angkut, hingga pelaku usaha penggilingan padi.

Dengan masih berlangsungnya musim panen di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen, aktivitas ekonomi di sekitar sentra pertanian diperkirakan akan tetap bergerak positif.

Para pedagang berharap hasil panen yang baik dan cuaca yang mendukung dapat menjaga tingginya permintaan terhadap berbagai kebutuhan pertanian hingga akhir masa panen, sehingga mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal sekaligus mendukung roda perekonomian daerah. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
300 Kubik Sedimen Bendung Julang Diangkat

DPU Banyumas Keruk Sedimen Bendung Julang, Irigasi 26 Hektare Sawah Kembali Optimal