BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana berupa Interactive Flat Panel (IFP) di MTsN 6 Kebumen.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan perangkat pembelajaran digital tersebut berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat nyata dalam proses belajar mengajar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, mengatakan tim dari Kelompok Substansi Kelembagaan, Sarana Prasarana, dan Kesiswaan Madrasah (KSKKM) Kemenag RI melakukan kunjungan langsung ke MTsN 6 Kebumen pada Kamis (30/7).
Selama monitoring, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik perangkat Interactive Flat Panel, menelaah dokumen administrasi bantuan, serta berdiskusi dengan para guru mengenai penerapan perangkat tersebut dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
“Melalui proses monitoring ini, Kementerian Agama memastikan bahwa bantuan sarana prasarana tidak hanya tersalurkan dengan baik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujar Anif.
Menurutnya, kehadiran Interactive Flat Panel memberikan banyak manfaat bagi guru maupun peserta didik.
Perangkat tersebut memudahkan guru menyampaikan materi secara visual dan interaktif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik serta mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa.
Selain memantau penggunaan perangkat, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi bahan masukan bagi KSKKM Kementerian Agama RI dalam menyusun kebijakan penguatan program bantuan sarana dan prasarana madrasah pada masa mendatang.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan bantuan pemerintah sekaligus mempercepat transformasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan madrasah.
Anif menegaskan, Kementerian Agama berkomitmen terus melakukan monitoring secara berkelanjutan agar seluruh bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, Kementerian Agama terus mendorong agar setiap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga mampu mendukung terwujudnya layanan pendidikan madrasah yang semakin berkualitas dan adaptif,” pungkasnya. (cah/stch/dda)
















