Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PLUT Banjarnegara Perkuat Pemasaran UMKM, Pelaku Usaha Dapat Pendampingan hingga Legalitas

UMKM Didorong Naik KelasUMKM Didorong Naik Kelas
PENDAMPINGAN: Pelaku UMKM saat melakukan konsultasi di gedung PLUT KUMKM Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Banjarnegara terus memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Upaya tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memperluas akses pemasaran, meningkatkan kualitas produk, hingga memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Selain memberikan pelatihan, PLUT Banjarnegara juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai mitra agar produk-produk UMKM lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat.

Berbagai kegiatan publik dimanfaatkan sebagai media promosi sekaligus sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen.

Tim Konsultan PLUT KUMKM Banjarnegara, Uji Pratiwi, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya membuka akses pasar bagi UMKM meski belum memiliki program pemasaran yang bersifat khusus.

“Saat ini memang belum memiliki program khusus, tetapi kami terus menggandeng berbagai mitra dalam berbagai kegiatan publik agar UMKM mendapatkan dukungan dari sisi pemasaran,” ujarnya.

PLUT Banjarnegara menyediakan layanan konsultasi yang dapat dimanfaatkan seluruh pelaku UMKM tanpa membedakan jenis usaha.

Pendampingan diberikan mulai dari tahap pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Layanan tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, desain kemasan, branding, strategi pemasaran, hingga pendampingan legalitas usaha seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurut Uji, legalitas menjadi salah satu aspek penting agar UMKM memiliki peluang lebih besar mengembangkan usaha, memperoleh akses pembiayaan, maupun mengikuti berbagai program pemerintah.

“Kami terbuka bagi seluruh pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya, mulai dari produk, kemasan, legalitas, hingga pemasaran,” jelasnya.

PLUT Banjarnegara tidak hanya memberikan pelatihan satu kali, tetapi juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha setelah peserta mengikuti pendampingan.

Jika masih ditemukan kendala, baik terkait legalitas, kemasan, pemasaran, maupun pengembangan produk, tim konsultan akan kembali menghubungi pelaku usaha untuk memberikan pendampingan lanjutan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap pelaku UMKM benar-benar memperoleh manfaat dari program yang dijalankan.

“Kami selalu melakukan tindak lanjut. Kalau masih ada yang belum memiliki legalitas atau kemasannya masih perlu diperbaiki, akan kami dampingi kembali sesuai kebutuhan,” ungkap Uji.

Untuk memperluas jangkauan layanan, PLUT Banjarnegara menerapkan strategi jemput bola dengan mengadakan pelatihan di berbagai desa.

Selain itu, lembaga tersebut juga aktif mengikuti berbagai kegiatan publik seperti Car Free Day (CFD).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengenal layanan pendampingan UMKM, tetapi juga melihat secara langsung berbagai produk hasil karya pelaku usaha lokal.

Strategi ini dinilai efektif untuk memperkenalkan produk UMKM sekaligus memperluas jaringan pemasaran kepada masyarakat.

Pendampingan PLUT Banjarnegara tidak hanya difokuskan pada pelaku usaha makanan dan minuman.

Pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif juga menjadi perhatian, termasuk bidang multimedia, desain grafis, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut Uji, perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi generasi muda untuk membangun usaha berbasis digital yang memiliki nilai tambah tinggi.

Karena itu, PLUT mulai menggandeng kalangan pelajar, komunitas kreatif, dan anak muda agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai peluang bisnis.

“Kami ingin mendorong agar UMKM tidak hanya identik dengan produk makanan. Bidang multimedia, desain grafis, hingga pelatihan AI juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu kami menggandeng anak-anak muda maupun sekolah untuk berkolaborasi,” jelasnya.

PLUT Banjarnegara menilai keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, perluasan akses pemasaran, peningkatan legalitas usaha, serta penguasaan teknologi digital, diharapkan semakin banyak UMKM Banjarnegara yang mampu berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar naik kelas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Registrasi 650 Ribu Penerima Bansos Dikebut

Digitalisasi Bansos Banyumas Dimulai, Agen Perlinsos Dikerahkan Registrasi 650 Ribu Penerima

Berita Selanjutnya
Sekolah Rakyat Tunda MPLS

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Cilacap Dijadwalkan 31 Agustus 2026