Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

16 Desa di Purbalingga Krisis Air Bersih, BPBD Intensif Salurkan Bantuan Selama Musim Kemarau

16 Desa di Purbalingga Krisis Air Bersih16 Desa di Purbalingga Krisis Air Bersih
DISTRIBUSI AIR: BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dampak musim kemarau yang semakin panjang mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga.

Hingga Rabu (29/7/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mencatat sebanyak 16 desa di delapan kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Seiring memasuki puncak musim kemarau, jumlah desa terdampak diperkirakan masih akan terus bertambah.

Karena itu, BPBD Purbalingga terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat agar kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari tetap terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, mengatakan distribusi bantuan air bersih dilakukan secara rutin setiap hari dengan sistem bergiliran sesuai jadwal yang telah disusun.

“Distribusi dilakukan setiap hari, secara bergiliran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Menurut Revon, langkah tersebut dilakukan agar seluruh desa terdampak dapat memperoleh pasokan air bersih secara merata.

BPBD juga terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan prioritas wilayah yang membutuhkan bantuan paling mendesak.

Berdasarkan data BPBD, desa-desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di delapan kecamatan.

Wilayah terdampak meliputi Desa Pandansari dan Desa Gumiwang di Kecamatan Kejobong, Desa Tegalpingen di Kecamatan Pengadegan, Desa Maribaya dan Desa Jambudesa di Kecamatan Karanganyar, serta Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja.

Selain itu, kekeringan juga melanda Desa Pengalusan, Desa Sangkanayu, dan Desa Binangun di Kecamatan Mrebet.

Kemudian Desa Karangjengkol dan Desa Candinata di Kecamatan Kutasari, Desa Kasih dan Desa Kertanegara di Kecamatan Kertanegara, serta Desa Pepedan dan Desa Karangsari di Kecamatan Karangmoncol.

Masyarakat di wilayah tersebut mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena debit mata air maupun sumur warga terus menurun akibat minimnya curah hujan selama beberapa pekan terakhir.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD tidak hanya mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki, tetapi juga memberikan bantuan berupa peminjaman toren air kepada desa-desa terdampak.

Toren tersebut dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air sehingga proses pembagian kepada masyarakat menjadi lebih mudah dan tertib.

Keberadaan toren juga membantu menjaga ketersediaan air bersih sebelum distribusi berikutnya dilakukan.

Dengan cara ini, warga tetap memiliki cadangan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan penting lainnya.

Revon menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga.

Mengingat puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Juli dan Agustus, potensi bertambahnya desa yang mengalami kekeringan masih cukup besar.

Karena itu, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi agar distribusi air bersih dapat terus berjalan apabila jumlah wilayah terdampak semakin meningkat.

Koordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai pihak juga terus dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.

Penggunaan air seperlunya diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan cadangan air hingga musim hujan kembali tiba.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Laporan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen terus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Melalui distribusi air bersih yang dilakukan setiap hari serta penyediaan fasilitas penampungan air, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau tetap dapat terpenuhi sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Harapan Baru Anak Korban Perundungan

Kisah Haru Siswa Sekolah Rakyat Banyumas, Bangkit dari Bullying dan Keterbatasan Ekonomi

Berita Selanjutnya
Harga Pertamax Dievaluasi Berpotensi Turun

Harga Pertamax Berpeluang Turun Seiring Melemahnya Harga Minyak Dunia