BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trans Banyumas akan terus meningkat meski hingga pertengahan Juli 2026 realisasinya masih berada di bawah target ideal.
Meningkatnya jumlah penumpang setelah pembukaan kembali Jembatan Serayu dan dimulainya tahun ajaran baru diyakini menjadi faktor utama yang akan mendongkrak penerimaan dari layanan transportasi publik tersebut.
Hingga pertengahan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengalokasikan sekitar Rp7 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai operasional Bus Trans Banyumas.
Dari jumlah tersebut, PAD yang berhasil disetorkan ke kas daerah mencapai sekitar Rp1,5 miliar, atau setara 21,42 persen dari total biaya operasional.
Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhammad Eka Nugraha, mengatakan capaian tersebut masih akan terus ditingkatkan melalui berbagai upaya peningkatan layanan serta optimalisasi jumlah penumpang.
Menurutnya, persentase pendapatan terhadap biaya operasional menunjukkan perkembangan yang positif dibandingkan periode sebelumnya.
Dishub Banyumas menargetkan kontribusi PAD dari operasional Trans Banyumas dapat meningkat hingga 25 sampai 30 persen dari total biaya operasional.
Target tersebut dinilai realistis karena tren penggunaan transportasi umum di Banyumas terus menunjukkan peningkatan, terutama setelah berbagai fasilitas pendukung kembali beroperasi.
Eka menjelaskan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan ketika operasional Trans Banyumas masih sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada masa tersebut, rasio pendapatan terhadap biaya operasional hanya berkisar 16 hingga 17 persen, sehingga capaian saat ini dinilai mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan Trans Banyumas oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki kinerja pendapatan daerah dari sektor transportasi publik.
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan jumlah penumpang adalah dibukanya kembali Jembatan Serayu pada 6 Juli 2026.
Beroperasinya akses utama tersebut membuat mobilitas masyarakat kembali normal sehingga penggunaan Bus Trans Banyumas ikut meningkat.
Selain itu, dimulainya tahun ajaran baru juga memberikan dampak positif terhadap jumlah pengguna angkutan umum.
Banyak pelajar kembali memanfaatkan layanan Trans Banyumas untuk berangkat ke sekolah sehingga jumlah penumpang mengalami peningkatan dibandingkan masa libur panjang.
Optimisme Dishub Banyumas semakin kuat setelah melihat peningkatan penerimaan harian yang masuk ke kas daerah.
Pada 13 Juli 2026, yang merupakan hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, pendapatan yang disetorkan ke bendahara penerimaan Dishub Banyumas mencapai sekitar Rp22,475 juta dalam sehari.
Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa minat masyarakat menggunakan transportasi umum semakin meningkat.
Pemerintah berharap tren ini dapat terus berlanjut sehingga target peningkatan PAD dari sektor transportasi dapat tercapai hingga akhir tahun.
Selain meningkatkan jumlah penumpang, Dishub Banyumas juga terus berupaya menjaga kualitas pelayanan Trans Banyumas agar masyarakat semakin nyaman menggunakan transportasi publik.
Berbagai langkah seperti menjaga ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan kenyamanan armada, serta memperluas akses layanan menjadi bagian dari strategi meningkatkan pendapatan.
Keberhasilan meningkatkan PAD tidak hanya berdampak pada penguatan keuangan daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa transportasi publik mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Semakin tinggi pendapatan yang dihasilkan, semakin besar pula peluang pemerintah untuk mengembangkan layanan Trans Banyumas agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan tren penumpang yang terus meningkat, dukungan infrastruktur yang semakin baik, serta mobilitas masyarakat yang kembali normal setelah dimulainya aktivitas pendidikan, Dinas Perhubungan Banyumas optimistis PAD Trans Banyumas akan terus mengalami pertumbuhan.
Target kontribusi pendapatan sebesar 25 hingga 30 persen terhadap biaya operasional pun diyakini dapat tercapai melalui peningkatan kualitas layanan dan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum di Kabupaten Banyumas. (*/stch/dda)














