Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pengajuan Sertifikat Halal di Banyumas Menurun, Pendamping Jemput Bola

Pengajuan sertifikat halal lesuPengajuan sertifikat halal lesu

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyumas dalam mengajukan sertifikat halal gratis mengalami penurunan. Padahal, sebelumnya program ini sempat menarik perhatian banyak pelaku usaha ketika masih dalam tahap uji coba.

Upaya untuk menghidupkan kembali minat ini terus dilakukan oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH), Surasno. Ia menyatakan bahwa Halal Center telah meminta para pendamping untuk lebih aktif dalam menyosialisasikan program tersebut kepada pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal.

“Aktif mendatangi pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal untuk sosialisasi lagi,” kata Surasno pada Minggu (15/6).

Tidak hanya melalui kunjungan langsung, Surasno juga berinisiatif menghubungi kembali para pelaku usaha yang sebelumnya tertarik tetapi belum sempat mengajukan. Dengan pendekatan ini, ia berharap dapat meningkatkan minat mereka.

Lebih lanjut, ia mengajak para pelaku usaha yang sudah memiliki sertifikat halal untuk turut menyebarkan informasi tentang pentingnya legalitas halal kepada sesama pelaku UMKM.

“Ada pendekatan dari teman ke teman, dari pelaku usaha ke pelaku usaha. Harapannya mereka bisa saling mengingatkan,” tambahnya.

Langkah ini diambil karena realisasi program sertifikat halal gratis secara nasional masih sangat rendah.

Menurut data yang diungkapkan oleh Surasno, baru sekitar tiga persen pelaku UMKM di Indonesia yang telah memiliki sertifikat halal, menandakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh para pendamping.

Mereka dituntut untuk lebih proaktif mendekati pelaku usaha dan membantu proses pengajuan sertifikat hingga selesai.

“Pelaku usaha yang dulu baru tanya-tanya dan belum mengajukan sertifikat halal. Saya kontak, pendekatan lagi,” jelasnya.

Surasno memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM di wilayah Banyumas bagian timur, seperti Kecamatan Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen.

Ia mendorong mereka untuk segera memanfaatkan program sertifikat halal gratis ini. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu melegalkan usaha, tetapi juga memberikan jaminan atas kehalalan produk yang dihasilkan.

“Segera manfaatkan kesempatan ini, karena sangat penting untuk keberlanjutan usaha. Produk yang bersertifikat halal akan lebih dipercaya konsumen,” tutupnya.

Tantangan yang dihadapi oleh pendamping dalam mendorong program sertifikat halal ini memang tidak mudah. Mereka harus kreatif dan terus berusaha mencari cara agar para pelaku usaha bisa melihat manfaat nyata dari memiliki sertifikat halal.

Legalitas ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga menjadi nilai tambah yang signifikan dalam bisnis, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.

Keberadaan sertifikat halal memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kehalalan yang ditetapkan. Hal ini menjadi penting, terutama bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan memiliki sertifikat halal, produk-produk UMKM bisa lebih mudah diterima di pasar internasional yang memiliki persyaratan ketat terkait kehalalan produk.

Surasno berharap, dengan langkah-langkah proaktif yang dilakukan oleh pendamping, kesadaran dan minat pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal akan kembali meningkat.

Sertifikat halal ini diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis pelaku usaha dalam rangka memperkuat daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui berbagai sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan, diharapkan pelaku usaha dapat memahami betapa pentingnya sertifikat halal sebagai bentuk tanggung jawab mereka kepada konsumen.

Dengan demikian, program sertifikat halal gratis ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan. (fij/stch)

Berita Sebelumnya
Balap liar resahkan masyarakat

Aksi Balap Liar yang Resahkan Masyarakat Digagalkan Polres Kebumen

Berita Selanjutnya
Honda it’s time to school kembali

Honda Ajak Pelajar SMA-SMK Yogyakarta Ekspresikan Diri